• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 17 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Abmas ITS Inovasikan Mesin Pasteurisasi Efisiensikan Pengolahan Susu

by Redaksi
Jumat, 9 September 2022
Sistem on grid, yaitu kombinasi antara sumber listrik dari PLN dan panel surya untuk pengoperasian mesin pasteurisasi  pengolah susu karya Tim Abmas ITS.

Sistem on grid, yaitu kombinasi antara sumber listrik dari PLN dan panel surya untuk pengoperasian mesin pasteurisasi pengolah susu karya Tim Abmas ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) berupaya memberikan kontribusi teknologi dengan menciptakan mesin pasteurisasi kejut listrik untuk peternak. Alat ini dilengkapi dengan sistem pengaduk otomatis, kejut listrik, dan kompor induksi dari solar panel atau panel tenaga surya.

Ketua Pelaksana Abmas Tri Winarno mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sumberagung, Kabupaten Kediri ini untuk membantu para peternak dalam mengolah susu kambing. Sebelumnya, para peternak masih menggunakan cara konvensional, yaitu susu dimasak menggunakan kompor gas dan diaduk hingga suhu mencapai 70 derajat celcius.

“Biasanya, mereka mengaduk 10 liter susu selama 15 hingga 20 menit untuk mencapai suhu ideal,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pegadaian Salurkan Donasi Gajian Emas dari Nasabah Mamuju-Majene

Maka dari itu, Tri beserta tim Abmas yang berasal dari Laboratorium Konversi Energi Departemen Teknik Elektro ITS tersebut merancang mesin pasteurisasi berbasis kejut listrik untuk membantu para peternak dalam mengolah susu.

“Ke depannya, para peternak di Desa Sumberagung tidak perlu menguras tenaga untuk mengaduk susu karena mesin sudah memiliki sistem pengaduk otomatis,” jelasnya.

Selain itu, Tri menambahkan bahwa mesin tersebut juga memiliki beberapa keunggulan lainnya. Dengan sistem kejut listrik, susu hanya perlu dipanaskan hingga 40 – 50 derajat celcius. Hal ini dilakukan agar nutrisi pada susu tidak berkurang, warna tidak menguning, serta menjaga rasa susu.

BACA JUGA:  Risma Ajak Pemimpin ITS Bergerak Nyata Lewat Sekolah Kepemimpinan

“Karena 55 derajat celcius belum membunuh bakteri jahat sepenuhnya, kejut listrik digunakan untuk membunuh bakteri-bakteri jahat yang masih terkandung dalam susu,” terangnya.

Keunggulan selanjutnya, imbuh Tri, kapasitas mesin untuk mengolah susu pun lebih besar yaitu sebanyak 15 liter. Selain itu, mesin pasteurisasi juga sudah menerapkan sistem on grid, yaitu mengombinasikan antara sumber listrik PLN dan panel surya.

“Sistem panel surya digunakan agar peternak tidak perlu memikirkan biaya listrik penggunaan mesin pasteurisasi,” ungkap mahasiswa Departemen Teknik Elektro tersebut.

Tri menceritakan bahwa mesin ini dibuat melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, mesin dirancang dan diukur sesuai kebutuhan fotovoltaik beserta kapasitas inverter agar penggunaannya efisien dan tepat sasaran. Setelahnya, mesin melalui berbagai uji coba di laboratorium hingga mesin bisa berfungsi dengan baik.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Terapkan Konsep Baru pada Desain Jembatan Indonesia

“Pemasangan mesin pasteurisasi di Desa Sumberagung dilakukan selama dua hari,” imbuhnya.

Pada 14 Agustus saat hari peresmian, tim Abmas menyimulasikan penggunaan mesin, memberikan Standard Operational Procedure (SOP), dan tata cara merawat mesin kepada para peternak.

“Tim berharap mesin pasteurisasi bisa membantu mengurangi biaya operasional sekaligus menghemat tenaga para peternak untuk mengolah susu,” tandasnya. (ST05)

Tags: InovasiITSPengolahan SusuTim Abmas
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Kakorbinmas Baharkam Polri Canangkan Transformasi “Smart Security 2026” Pada Acara Halal Bihalal dan Dialog Interaktif BPD ABUJAPI Jawa Timur

Jumat, 17 April 2026

Sinergi Industri Pengamanan 2026: ABUJAPI Jatim Dorong Digitalisasi dan Ketangguhan Bisnis Berbasis Regulasi Baru

Kamis, 16 April 2026

ISOPLUS Marathon 2026 Digeber, Wali Kota Eri Bidik 10 Ribu Pelari Dongkrak Ekonomi Surabaya

Kamis, 16 April 2026

Pemkot Surabaya Dongengkan ‘7 Kebiasaan Baik + 2’ untuk Bentuk Karakter Arek Suroboyo

Kamis, 16 April 2026

Berita Terkini

Kakorbinmas Baharkam Polri Canangkan Transformasi “Smart Security 2026” Pada Acara Halal Bihalal dan Dialog Interaktif BPD ABUJAPI Jawa Timur

Jumat, 17 April 2026

Sinergi Industri Pengamanan 2026: ABUJAPI Jatim Dorong Digitalisasi dan Ketangguhan Bisnis Berbasis Regulasi Baru

Kamis, 16 April 2026

ISOPLUS Marathon 2026 Digeber, Wali Kota Eri Bidik 10 Ribu Pelari Dongkrak Ekonomi Surabaya

Kamis, 16 April 2026

Pemkot Surabaya Dongengkan ‘7 Kebiasaan Baik + 2’ untuk Bentuk Karakter Arek Suroboyo

Kamis, 16 April 2026

Didominasi Anak Muda, 20 Pelaku Vandalisme Terjaring di Surabaya

Kamis, 16 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In