• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Abmas ITS Inovasikan Mesin Pasteurisasi Efisiensikan Pengolahan Susu

by Redaksi
Jumat, 9 September 2022
Sistem on grid, yaitu kombinasi antara sumber listrik dari PLN dan panel surya untuk pengoperasian mesin pasteurisasi  pengolah susu karya Tim Abmas ITS.

Sistem on grid, yaitu kombinasi antara sumber listrik dari PLN dan panel surya untuk pengoperasian mesin pasteurisasi pengolah susu karya Tim Abmas ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) berupaya memberikan kontribusi teknologi dengan menciptakan mesin pasteurisasi kejut listrik untuk peternak. Alat ini dilengkapi dengan sistem pengaduk otomatis, kejut listrik, dan kompor induksi dari solar panel atau panel tenaga surya.

Ketua Pelaksana Abmas Tri Winarno mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sumberagung, Kabupaten Kediri ini untuk membantu para peternak dalam mengolah susu kambing. Sebelumnya, para peternak masih menggunakan cara konvensional, yaitu susu dimasak menggunakan kompor gas dan diaduk hingga suhu mencapai 70 derajat celcius.

“Biasanya, mereka mengaduk 10 liter susu selama 15 hingga 20 menit untuk mencapai suhu ideal,” tuturnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Kunjungi Pasar Dukuh Kupang

Maka dari itu, Tri beserta tim Abmas yang berasal dari Laboratorium Konversi Energi Departemen Teknik Elektro ITS tersebut merancang mesin pasteurisasi berbasis kejut listrik untuk membantu para peternak dalam mengolah susu.

“Ke depannya, para peternak di Desa Sumberagung tidak perlu menguras tenaga untuk mengaduk susu karena mesin sudah memiliki sistem pengaduk otomatis,” jelasnya.

Selain itu, Tri menambahkan bahwa mesin tersebut juga memiliki beberapa keunggulan lainnya. Dengan sistem kejut listrik, susu hanya perlu dipanaskan hingga 40 – 50 derajat celcius. Hal ini dilakukan agar nutrisi pada susu tidak berkurang, warna tidak menguning, serta menjaga rasa susu.

BACA JUGA:  ITS Hadirkan Ohau, Air Purifier Alami Berbasis Mikroalga

“Karena 55 derajat celcius belum membunuh bakteri jahat sepenuhnya, kejut listrik digunakan untuk membunuh bakteri-bakteri jahat yang masih terkandung dalam susu,” terangnya.

Keunggulan selanjutnya, imbuh Tri, kapasitas mesin untuk mengolah susu pun lebih besar yaitu sebanyak 15 liter. Selain itu, mesin pasteurisasi juga sudah menerapkan sistem on grid, yaitu mengombinasikan antara sumber listrik PLN dan panel surya.

“Sistem panel surya digunakan agar peternak tidak perlu memikirkan biaya listrik penggunaan mesin pasteurisasi,” ungkap mahasiswa Departemen Teknik Elektro tersebut.

Tri menceritakan bahwa mesin ini dibuat melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, mesin dirancang dan diukur sesuai kebutuhan fotovoltaik beserta kapasitas inverter agar penggunaannya efisien dan tepat sasaran. Setelahnya, mesin melalui berbagai uji coba di laboratorium hingga mesin bisa berfungsi dengan baik.

BACA JUGA:  Nama Diganti, Warga Babatan Protes Tulisan "Makam Islam" Dihapus dari Gapura

“Pemasangan mesin pasteurisasi di Desa Sumberagung dilakukan selama dua hari,” imbuhnya.

Pada 14 Agustus saat hari peresmian, tim Abmas menyimulasikan penggunaan mesin, memberikan Standard Operational Procedure (SOP), dan tata cara merawat mesin kepada para peternak.

“Tim berharap mesin pasteurisasi bisa membantu mengurangi biaya operasional sekaligus menghemat tenaga para peternak untuk mengolah susu,” tandasnya. (ST05)

Tags: InovasiITSPengolahan SusuTim Abmas
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In