• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 11 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Pemkot Surabaya Dongengkan ‘7 Kebiasaan Baik + 2’ untuk Bentuk Karakter Arek Suroboyo

by Redaksi
Kamis, 16 April 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap bulan April, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, melakukan kunjungan ke sejumlah Pos PAUD Terpadu (PPT) pada Kamis (16/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengasah imajinasi dan literasi anak usia dini melalui metode mendongeng.

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Rini mengunjungi PPT Bougenville dan PPT Flamboyan. Kehadirannya disambut antusias oleh anak-anak yang sudah tak sabar mendengarkan cerita yang dibawakan langsung oleh istri Wali Kota Surabaya tersebut.

Tak hanya mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Bunda Rini, anak-anak yang hadir juga diajak untuk berinteraksi mengenai kegiatan sehari-harinya.

Pada kesempatan ini, Bunda Rini memilih membawakan dongeng dengan tema  “7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat + 2”. Menurutnya, metode dongeng dipilih karena bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan instrumen penting untuk membentuk karakter anak sejak dini dengan bahasa yang ringan dan sederhana.

BACA JUGA:  Bersama SPPG Mitra Mandiri BGN, Kodim Bojonegoro Sosialisasi Program MBG

“Anak usia dini itu, stimulasinya paling efektif lewat cerita. Ada interaksi dan bonding di sana. Kita ingin menanamkan kebiasaan seperti bangun pagi, beribadah, olahraga, hingga gemar belajar dan bermasyarakat sedini mungkin kepada anak,” ujar Bunda Rini.

Menariknya, dalam mengaungkan 7 kebiasaan baik anak Indonesia hebat, Pemkot Surabaya menambahkan dua nilai lokal khas Kota Pahlawan ke dalamnya, yakni Gotong Royong dan Wani.

Nilai ‘Wani’ bertujuan melatih keberanian anak untuk tampil dan mengemukakan pendapat, sementara ‘Gotong Royong’ ditanamkan untuk menumbuhkan jiwa sosial serta kepedulian terhadap sesama sejak dini.

BACA JUGA:  Ziarah di TMP Kusuma Bangsa, Wali Kota Eri: Semangat Pahlawan Terus Membara di Hati Arek Suroboyo

Seusai mendongeng, Bunda Rini juga memberikan apresiasi terhadap Kesabaran Guru PAUD. Ia merasa kagum dengan perkembangan karakter anak-anak ditemuinya. Bahkan, Bunda Rini memuji seorang anak secara spontan mencari tempat sampah setelah minum, meski suasana sedang ramai.

“Itu bukti karakter sudah terbentuk. Karena, mengajar anak PAUD itu butuh kesabaran ekstra. Saya tadi baru 5 menit saja sudah mulai buyar konsentrasinya, tapi para Bunda PAUD kita luar biasa sabar mendampingi anak-anak. Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya,” tambahnya.

Selain mendongeng, Bunda Rini juga memastikan akses pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut berjalan maksimal. Berdasarkan data di kelurahan yang dikunjungi, termasuk Kelurahan Wonokromo dan Wiyung, angka anak usia 5-6 tahun yang belum sekolah sudah mencapai 0 persen.

BACA JUGA:  Jauh dari Tanah Air, Prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P Rayakan Natal dengan Semangat Kebersamaan

“Saya memastikan semua anak usia 5 sampai 6 tahun sudah terfasilitasi sekolah. Alhamdulillah, semuanya sudah sekolah dan tinggal menunggu tahun ajaran baru. Harapan saya, tidak ada lagi anak di Surabaya yang tidak sekolah,” tegasnya.

Ia berharap semangat Kartini masa kini dapat diimplementasikan oleh kaum perempuan, terutama para ibu, untuk terus mendampingi serta mendidik anak-anak dengan sepenuh hati. Bunda Rini menekankan bahwa pendidikan karakter sederhana, seperti budaya mengantre, merapikan sepatu, hingga membuang sampah pada tempatnya akan menjadi bekal berharga bagi masa depan anak.

“Hasilnya bukan sekarang, tapi 10 atau 15 tahun kemudian. Saat mereka dewasa, kita akan melihat generasi dengan karakter yang kuat karena sudah dipupuk sejak usia dini,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Arek SuroboyoHari KartiniPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wapres Gibran Hadiri Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang:

Minggu, 10 Mei 2026
Wagub Emil Dardak saat menjadi pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026.

Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026, Emil Promosikan Bromo dan Ijen

Minggu, 10 Mei 2026

Wagub Emil Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045*

Minggu, 10 Mei 2026

Festival Rujak Uleg 2026 Jadi Magnet Wisata, Warga dari Berbagai Daerah Serbu Surabaya

Minggu, 10 Mei 2026

Berita Terkini

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono.

Komisi B DPRD Surabaya Dukung Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh

Senin, 11 Mei 2026

Wapres Gibran Hadiri Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang:

Minggu, 10 Mei 2026
Wagub Emil Dardak saat menjadi pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026.

Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026, Emil Promosikan Bromo dan Ijen

Minggu, 10 Mei 2026

Wagub Emil Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045*

Minggu, 10 Mei 2026

Festival Rujak Uleg 2026 Jadi Magnet Wisata, Warga dari Berbagai Daerah Serbu Surabaya

Minggu, 10 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In