• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Minta Wali Kota Kediri Daftarkan HAKI Tenun Ikat Banjar Kidul

by Redaksi
Minggu, 11 Desember 2022
Gelaran Dhoho Street Fashion (DSF) ke-7 di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri.

Gelaran Dhoho Street Fashion (DSF) ke-7 di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri.

SURABAYATODAY.ID, KOTA KEDIRI – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak  meminta Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar segera mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan indikator geografis Tenun Ikat Banjar Kidul Kediri.

“Saya rasa dengan sejarah panjang tenun ikat bandar kidul, kesenian wastra ini sudah layak untuk dapat HAKI,” ungkap Wagub Emil saat menghadiri gelaran Dhoho Street Fashion (DSF) ke-7 di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri, Sabtu (10/12).

Hadir bersama istri, Emil sapaan lekatnya mengatakan bahwa jika telah terdaftar pada HAKI, maka penguatan communal branding tenun ikat bandar kidul akan semakin kuat.

“Jadi hanya tenun yang dibuat oleh orang di Bandar Kidul. Dan di Bandar Kidul yang boleh punya branding itu ini seolah akan nilai jualnya apalagi dikombinasikan dengan karya-karya designer yang luar biasa mudah-mudahan ini akan meningkatkan betul minat masyarakat dan nilai jual dan tenun ikat Bandar Kidup. Mudah-mudahan ini bisa kita dukung bersama,” terang Emil.

Pada kesempatan yang sama, Emil menjelaskan, Communal Branding merupakan kegiatan peningkatan kualitas produk, kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia serta untuk pengembangan promosi dan pemasaran di bawah satu merek yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (community) secara bersama-sama.

BACA JUGA:  Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro Gelar Seminar Bagi Pemilih Pemula

Karena itu, nantan bupati Trenggalek ini optimistis bahwa dengan gelaran DSF tahunan ini akan meningkatkan geliat ekonomi kreatif di wilayah Kediri Raya. “Karena saat ini batik tenun ikat tidak hanya bisa digunakan sebagai baju, melainkan bisa juga jadi dekorasi,” tuturnya.

“Apalagi di dukung kehadiran bandara di Kediri nantinya akan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif itu sendiri,” imbuhnya optimistis.

Emil mengatakan, bahwa Kediri sebagai episentrum wilayah selingkar wilis sisi timur akan mampu menghadirkan festival-festival yang tidak hanya tersohor di jawa timur saja, melainkan hingga nasional dan internasional. Termasuk juga gagasan untuk melibatkan komunitas difabel baik dari sisi pengrajin hingga model menurut Emil bisa dijadikan contoh oleh daerah lainnya.

“Saya harap, acara Dhoho Fashion Street ini juga bisa menjadi salah satu upaya agara para penenun dan desainer Kota Kediri mendapatkan inspirasi cara menampilkan tenun yang lebih kreatif meskipun adanya banyak perbedaan, yang sesuai dengan tema yaitu “Diversity of Dhaha”,” ucapnya

BACA JUGA:  Wagub Jatim Emil Dardak Tegaskan Jaminan Ketenagakerjaan sebagai Pilar Keadilan dan Kesejahteraan Sosial

“Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan serta mengangkat kearifan budaya lokal yang ada di Provinsi Jawa Timur karena untuk memajukan Tenun Ikat Kediri harus melibatkan semua unsur, baik pemerintah daerah, swasta, penenun dan desainer. Penenun dan desainer juga diharapkan dapat terus melakukan inovasi untuk memajukan kreasi Tenun Ikat Kediri,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar mengatakan Dhoho Street Fashion bertujuan untuk mempromosikan tenun ikat kediri, kekayaan wastra Nusantara yang diproduksi para penenun di Kota Kediri. Harapannya, selain tenun ikat lestari juga meningkatkan pendapatan para penenun dan UMKM yang bergerak terkait dengan tenun ikat.

“Kota Kediri punya Bandar Kidul yang merupakanaset luar biasa untuk kita. Banyak kabupaten kota lain terseok-seok ingin punya kain lokal. Kita sudah punya. Harapannya terus ada penerus di tenun ikat kediri ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemprov Jatim Bakal Bangun Satu Asrama Lagi di SMAN 5 Taruna Brawijaya

Bunda Fey menjelaskan Diversity of Dhaha dipilih untuk mengingatkan tentang keragaman yang membangun Nusantara, khususnya Kota Kediri. Bukan hanya keragaman suku dan ras, tapi juga keragaman kemampuan. DSF kali ini istimewa sebab menampilkan busana karya difabel yang diwakili oleh Yuyun Maskurun.

Seorang desainer difabel yang memiliki sekolah penjahit dan karya-karyanya sudah dipasarkan ke berbagai daerah. “Hal ini menunjukkan, tenun ikat kediri mampu menyatukan segala perbedaan,” ungkapnya.

Selain Yuyun Maskurun, tampil para desainer lokal yaitu Azzkasim Boutique, SMKN 3 Kota Kediri, Batik Jaya Warsa, Numansa, dan Luxcaesar. Koleksi SMKN 3 Kota Kediri bertema Casual Ready to Wear. Tujuannya agar anak-anak muda Kota Kediri semakin bangga menggunakan tenun ikat kediri. Dengan model yang lebih casual sesuai dengan anak muda. Sedangkan desainer nasional yang diundang Dekranasda Kota Kediri untuk mempresentasikan tenun ikat kediri yaitu Priyo Oktaviano dan Era Soekamto. (ST02)

Tags: HAKIKota KediriTenun Ikat Banjar KidulWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In