• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Varian Baru Covid-19 Lebih Berbahaya, Komisi D Berharap Pemkot Gencarkan Kembali Sosialisasi Protokol Kesehatan

by Redaksi
Jumat, 2 Juli 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Angka kasus Covid-19 kembali naik. Bahkan lonjakan kali ini lebih mencemaskan karena banyak berdampak pada kematian warga. Bahkan pemerintah pusat pun melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa-Bali.

PPKM Darurat itu diberlakukan mulai 3 Juli 2021 lalu dan berakhir pada 20 Juli 2021 mendatang. Dalam penerapan, pelaksanaannya dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah dengan acuan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Terlepas diberlakukannya PPKM Darurat ini, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah, meminta jajaran Pemerintah Kota Surabaya mengggalakkan lagi razia dan penyuluhan disiplin pada protokol kesehatan. Hal ini karena angka positif Covid-19 di Kota Pahlawan kembali tinggi.

BACA JUGA:  Di Rapat Paripurna, Wali Kota Eri Paparkan Tujuh Program Prioritas Pembangunan 2025-2030

Bahkan, dari kasus Covid-19 yang sekarang, banyak kluster-kluster keluarga. “Disiplin protokol kesehatan adalah kunci tindakan pencegahan dari ancaman Covid-19. Pakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitazer, saling jaga jarak, hindari kerumunan, tidak keluar rumah kalau tidak perlu,” ujar Khusnul.
Bahkan, menurut dia, dengan semakin ganasnya Covid-19, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berlapis. Misalnya, memakai masker.

Kata Khusnul Khotimah, memakai masker kini perlu dirangkap alias dobel. “Pemkot perlu sosialisasikan ini, bahwa warga diimbau memakai masker dobel atau rangkap. Karena varian baru Covid-19 yang sekarang ini, lebih berbahaya, mudah menyebar dan menular,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Komisi D Harapkan Hardiknas Jadi Cambuk Wujudkan Merdeka Belajar

Ia menyarankan, upaya-upaya untuk mendisiplinkan terhadap protokol kesehatan, juga melibatkan unit-unit paling di bawah. Misalnya, kelurahan, LPMK, RW dan RT. Tak hanya itu, Pemkot Surabaya harus menggandeng tokoh agama, tokoh pemuda atau tokoh masyarakat.

Dengan demikian, sosialisasi akan makin gencar. Targetnya, warga bakal semakin menyadari pentingnya protokol kesehatan.

“Yang tidak memakai masker, diberi masker. Yang masker diplorot, ditegur dan dibetulkan. Juga diingatkan lagi, pentingnya jaga jarak, dan menghindari kerumunan, karena kita tahu Covid-19 menular melalui droplet atau percikan pernapasan,” kata Khusnul.

Ia mengatakan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, bersama TNI-Polri, segenap tenaga kesehatan, sinergi dengan gotong royong masyarakat, untuk menanggulangi pandemi Covid-19 yang semakin tinggi. Hal ini harus diimbangi dengan prilaku masyarakat yang patuh dengan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Disanksi Lihat Pemakaman Covid-19 dan Rawat ODGJ, Pelanggar Prokes: Kapok Wes

Alasannya, banyak rumah sakit yang kini over kapasitas atau overload. Di sisi lain ada pasien yang membutuhkan pertolongan namun tidak mendapatkan bed.

Maka, kata Khusnul Khotimah, pada aspek lain harus diikuti semakin ketatnya disiplin protokol kesehatan di masyarakat. “Kami menganjurkan razia dan penyuluhan Prokes dilakukan lebih gencar. Di kampung, restoran, rumah makan, warung, jalan-jalan dan pasar. Ingatkan , kembali masyarakat tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan,” jelasnya. (ADV-ST01)

Tags: DPRD SurabayaKomisi DPPKM DaruratProtokol Kesehatan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In