SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memasifkan sosialisasi penerapan voucher parkir kepada asosiasi dan para stakeholder di Kota Pahlawan. Anggota Komisi B DPRD Surabaya Bagas Iman Waluyo menilai, diberlakukannya pembayaran parkir Tepi Jalan Umum (TJU) dengan voucher merupakan ide bagus.
Dengan adanya voucher parkir ini salah satunya menekan pungutan liar. Apalagi voucher parkir ini menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH). Voucher parkir juga diharapkan bersinergi dengan pembayaran non-tunai. “Ini program yang sangat baik,” katanya.
Namun ia menyatakan program ini masih baru. Sehingga belum bisa untuk melihat ini apakah program ini mampu untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau belum.
“Tapi kalau sudah berjalan semenjak satu minggu, dua minggu, ataupun satu bulan, nanti mulai kelihatan progressnya,”ujar Bagas.
Ia menambahkan, bisa jadi dengan adanya voucher parkir penataan parkir tepi jalan umum akan lebih rapi. Ia juga menyebut bahwa penerapan voucher ini hampir sama seperti di Pertamina, di mana ada juga voucher Pertamina. Voucher itu bisa digunakan untuk membeli bensin di SPBU milik Pertamina.
Karena itu ia berharap voucher parkir bisa jadi salah satu solusi juga untuk meningkatkan PAD, juga solusi untuk mengatasi kebocoran. “Kita lihat nanti dalam satu bulan, dua bulan ke depan ini bagaimana tolok ukurnya,” ungkapnya.
Lebih jauh Bagas mengatakan ia menyatakan pihaknya ingin penataan parkir. Sehingga wisatawan baik lokal atau dari luar kota bisa menikmati Kota Surabaya.
“Bisa main di Kota Surabaya dengan nyaman,” tambahnya.
Di sisi lain, voucher parkir adalah pertama kali di Indonesia. Di dalamnya juga melibatkan APH. Karena itu ia berharap betul program itu dapat meningkatkan PAD dan menenekan kebocoran parkir.
“Kita apresiasi APH yang turut menjaga kondusivitas Kota Surabaya terkait problematika perpakiran,” ungkap Bagas.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng APH dan PT Peruri Wira Timur (PWT) untuk memasifkan sosialisasi penerapan voucher parkir kepada asosiasi dan para stakeholder di Kota Pahlawan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan program baru sekaligus memperkuat dukungan terhadap sistem parkir non-tunai. (ADV-ST01)






