• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemkot Surabaya Paparkan Strategi Kolaborasi Hepta Helix

by Redaksi
Jumat, 5 Desember 2025
Kepala Bappendalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad dalam forum Creative Dialogue: Surabaya Dalam Kartografi Kreatif di Universitas Ciputra.

Kepala Bappendalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad dalam forum Creative Dialogue: Surabaya Dalam Kartografi Kreatif di Universitas Ciputra.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif (ekraf) yang berbasis pada inovasi dan kreativitas. Langkah-langkah strategis menuju Kota Kreatif Dunia (UNESCO Creative City) tersebut dipaparkan dalam forum Creative Dialogue: Surabaya Dalam Kartografi Kreatif di Universitas Ciputra (UC), Kamis (4/12/2025).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappendalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad memaparkan, berdasarkan data, saat ini Kota Surabaya memiliki 1.996 pelaku ekonomi kreatif, dengan empat sektor utama yakni, kuliner (gastronomi), fashion, seni pertunjukan, dan kriya.

“Kuliner saat ini berada di posisi tertinggi, dimana masyarakat atau turis domestik jika berkunjung ke Surabaya yang dicari adalah makanannya, seperi Rawon Setan, Rujak Cinggur dan lainnya,” kata Irvan.

Irvan Wahyudrajat menegaskan bahwa upaya menuju Kota Kreatif Dunia harus diwujudkan melalui kolaborasi tujuh unsur yang disebut sebagai Hepta Helix. Kolaborasi ini bertujuan memastikan produk kreatif yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar. Tujuh unsur yang dimaksud adalah pemerintah, pengusaha, akademisi, NGO, media, komunitas dan konsumen.

BACA JUGA:  Asisten Deputi Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wapres Puji Penanganan Stunting di Surabaya

“Semuanya berkolaborasi, pemerintah sebagai inisiator dan fasilitator, pengusaha dalam hal menggerakan investasi dan produksi, akademisi adalah sumber inovasi, teknologi, dan inkubator bisnis, NGO, media, komunitas sebagai platform promosi, dan kosumen adalah elemen paling krusial untuk memastikan produk kreatif memiliki pasarnya,” terangnya.

Menurut Irvan, ketika membuat produk harus selaras dengan pasar, sehingga akan laku. Hal ini menjadi arah menuju Kota Surabaya menjadi kota kreatif dunia.

Untuk memetakan potensi dan mempermudah akses bagi wisatawan dan investor, Irvan meminta bantuan perguruan tinggi untuk mengembangkan Kartografi Kreatif (peta spasial) yang mudah diakses dan dicerna oleh masyarakat umum. Peta ini akan menjadi panduan untuk berbagai jenis pariwisata yang dikembangkan, seperti wisata kuliner, peta bisa menunjukan titik-titik gastronomi unggulan atau wisata pendidikan untuk menunjukan lokasi institusi pendidikan.

BACA JUGA:  Penilaian Kota Layak Anak Didasarkan pada 24 Indikator

Selain itu, Pemkot Surabaya juga mendorong peran aktif perguruan tinggi, termasuk Universitas Ciputra, untuk menjadi agen perubahan dan pembangunan kota. Irvan mengatakan, untuk kolaborasi bersama kampus atau universitas Pemkot Surabaya memiliki beberapa program yang bisa dimanfaatkan.

“Kami memiliki banyak program sebagai wadah untuk berkolaborasi, seperti KKN berbasis solusi, jadi setiap mahasiswa masuk ke kampung-kampung dan memperlajari apa masalah di kampung tersebut, yang kemudian bisa dipecahkan oleh mahasiswa dan warga. Kami juga akan segera membuka Hi-Tech mal sebagai ruang kreativitas, dimana tentu saja ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa,” paparnya Irvan.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya-Bank Jatim Gelar Festival Ramadan di Jembatan Suroboyo

Irvan Wahyudrajat menambahkan, dalam perkembangan ekonomi kreatif di Surabaya tentunya juga memiliki tantangannya tersendiri. Salah satunya adalah fenomena “aji mumpung” di mana harga sewa properti di kawasan yang baru dibuat seperti Kota Lama dan Jalan Tunjungan melonjak tinggi sehingga menimbulkan problem bagi calon investor.

“Untuk hal ini tentunya kami menerima masukan dari para akademi agar lebih baik ke depan terkait regulasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Ciputra, Wirawan Endro Dwi Radianto menyambut baik ajakan kolaborasi ini dan menegaskan bahwa UC sangat mendukung perkembangan ekonomi kreatif. “Tentunya kami siap menjadikan Kota Surabaya laboratorium yang hidup untuk berkolaborasi, bereksperimen, dan menciptakan hal-hal baru yang kreatif,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Hepta HelixKolaborasiPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In