• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

ITS Elaborasikan Akuntansi untuk Atur Keuangan Tradisi Nyadran

by Redaksi
Selasa, 19 November 2024

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA -Beberapa tradisi budaya masyarakat Indonesia bisa terancam punah akibat adanya beban pembiayaan kegiatan yang lebih besar dibandingkan pemasukannya. Menyoroti hal tersebut, tim Pekan Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas implementasi akuntansi dalam rangka mendukung keberlanjutan tradisi budaya yang ada.

Ketua tim PKM-RSH ITS Rajni Shrinishaa menyoroti keberlanjutan tradisi Nyadran yang masih eksis di Jawa Timur. Tradisi Nyadran merupakan hasil akulturasi kebudayaan Jawa dan Islam untuk mendoakan leluhur. Tetapi keberadaannya hampir terancam punah akibat masalah keuangan, di mana pengeluaran yang terjadi bisa melebihi pemasukan. “Guna menjaga eksistensi budaya tersebut, diperlukan kajian ekonomi dengan menerapkan praktik akuntansi untuk pertanggungjawaban pembiayaannya,” terang Rajni.

Tim yang beranggotakan lima mahasiswa Departemen Aktuaria ITS ini bertujuan memberikan strategi untuk mengoptimalkan pendapatan dan menekan pembiayaan pada tradisi Nyadran. Strategi optimalisasi pendapatan dapat diberikan dengan iuran berskema cicilan kepada masyarakat dan menukar hasil panen produk bumi. Tak hanya itu, sarana lain untuk mendapatkan dukungan dana dapat dilakukan melalui sponsor kegiatan ataupun lewat penggalangan dana yakni program Pesona Nyadran.

BACA JUGA:  Empat Komandan KRI Unsur Satban Koarmada II Resmi Diganti

Lebih lanjut, menurut Rajni, optimalisasi pembiayaan sendiri berfokus pada penggantian alokasi biaya sewa dengan pembelian aset tetap yang dapat menjadi investasi jangka panjang. Selama ini, masyarakat memilih sewa untuk mendapat model kostum baru demi memeriahkan acara tiap tahunnya yang tidak efisien dari segi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Hal ini dapat ditanggulangi bila menggunakan aset tetap yang hanya memerlukan perombakan pernak-pernik,” jelasnya.

Dalam memudahkan implementasi akuntansi, Tim PKM-RSH ITS ini juga menyiapkan program Macroexcell yang dapat menggambarkan dengan detail beban pengeluaran dan sumber pendapatan. Alhasil, profit dari perhitungan tersebut lebih akurat dan dapat meminimalisir kesalahan dengan tepat.

BACA JUGA:  Parkiro; Sistem Parkir Cerdas ala Mahasiswa ITS, Mobil Akan Lewat Gerbang Otomatis Terbuka 

“Karena tradisi Nyadran memerlukan berbagai persiapan yang matang, sehingga pembuatan strategi dan program tersebut baru bisa diimplementasikan pada 2025 mendatang,” tambah Rajni.

Ide cemerlang tersebut lahir dari berbagai observasi dan analisis anggota tim di bawah bimbingan dosen Aktuaria ITS Dr Drs Soehardjoepri MSi. Mulanya, studi literatur dilakukan untuk menggali fenomena dan dilakukan validasi wawancara baik dengan dinas pariwisata, kepala desa, dan masyarakat lokal. Selanjutnya, analisis K-means clustering dan matrix cap juga dilibatkan untuk mengelompokkan range harga masing-masing kebutuhan.

Berulang kali tim Rajni melakukan validasi data mengenai tradisi Nyadran untuk merumuskan permasalahan dan solusi yang konkret dirasakan masyarakat. Tim ini sempat mengalami kendala untuk menelaah hasil wawancara dengan bahasa daerah lokal karena kebetulan seluruh anggota tim berasal dari luar Pulau Jawa.

BACA JUGA:  Di Balik Penyelenggaraan Karapan Sapi, Hewan Pacuan Harus Sudah Divaksin

“Karena itu, kami menerjemahkan dengan platform daring dahulu untuk arti bahasa dan memvalidasikan kepada kepala desa setempat,” ungkap gadis asal Kalimantan tersebut.

Atas kekompakkan dan usaha pantang menyerah dari seluruh anggotanya, tim PKM-RSH ITS yang diberi nama Nyadran Inception ini berhasil membawa medali perunggu pada kategori presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2024, beberapa waktu lalu. Tim ITS ini selalu mengupayakan untuk berlatih dan saling membantu antarpekerjaan sehingga bisa menuntaskan secara bersama.

“Pengalaman lomba yang didapatkan hingga ajang Pimnas ini sangat mengasah mental dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan,” tutup Rajni. (ST05)

Tags: AkuntansiElaborasiITSTradisi Nyadran
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In