• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Di Balik Penyelenggaraan Karapan Sapi, Hewan Pacuan Harus Sudah Divaksin

by Redaksi
Senin, 17 Oktober 2022
Karapan sapi tradisional memperebutkan Piala Presiden RI yang dilaksanakan di lapangan karapan sapi Stadion Raden Panji Muhammad Noer, Kabupaten Bangkalan.

Karapan sapi tradisional memperebutkan Piala Presiden RI yang dilaksanakan di lapangan karapan sapi Stadion Raden Panji Muhammad Noer, Kabupaten Bangkalan.

SURABAYATODAY.ID, BANGKALAN – Ada 24 peserta yang mengikuti grand final Karapan Sapi Tradisional yang memperebutkan Piala Presiden RI di Lapangan Karapan Sapi Stadion Raden Panji Muhammad Noer, Kabupaten Bangkalan. Kepala Bakorwil Pamekasan Muhammad Gunawan Saleh mengatakan menambahkan mereka berasal dari kabupaten di Madura.

“Ada empat kabupaten yang mengikuti lomba karapan sapi, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep,” tuturnya.

Menurutnya, lomba karapan sapi sempat menghadapi tantangan hewan ternak sapi yang hendak dilombakan. Selain pandemi Covid-19, muncul wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mewabah di Jatim Juli 2022.

“Di Madura sebanyak 80 persen sapi terjangkit virus PMK,” ujarnya.

BACA JUGA:  Khofifah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5 Sampai 5,8 Persen

Namun, bantuan dan intervensi Pemerintah Provinsi Jatim dengan memberikan pelayanan berupa pengobatan, pemberian obat dan vaksinasi gratis bagi sapi di wilayahnya masing-masing membuat kondisi sapi mulai membaik.

“Alhamdulillah wabah sudah menurun dan sapi mulai sehat, Agustus dilakukan lomba karapan sapi sebagai ajang uji coba. Kemudian September ajang pemanasan. Hal ini menegaskan sapi sudah sehat dan layak mengikuti lomba,” ungkapnya.

Selain itu, Gunawan menambahkan, peserta karapan sapi yang hendak mengikuti lomba mendapat tambahan persyaratan, yakni mendapat rekomendasi dari vetenier setempat, surat Keterangan hewan dan surat keterangan vaksin minimal vaksin pertama dari kabupaten Bangkalan.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Cetuskan Ide Bazar Kuliner Khas Madura

“Hasilnya, 24 pasang sapi yang akan berlomba sudah memenuhi syarat dan layak mengikuti lomba,” ucapnya.

Adapun karapan Sapi merupakan perlombaan pacuan sapi. Tradisi ini merupakan ciri khas masyarakat Madura. Selain itu, Karapan Sapi termasuk salah satu jenis kesenian, olahraga, atau permainan tradisional yang rutin dilakukan masyarakat Pulau Madura. Budaya khas suku Madura ini digelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September. Lalu akan dilombakan lagi untuk final pada akhir September atau Oktober.

Tak hanya perlombaan, Karapan sapi menjadi ajang pesta rakyat dan acara yang prestisius bagi masyarakat Madura. Bahkan status sosial pemilik sapi karapan terangkat jika sapinya menjadi juara.

BACA JUGA:  TNI AL dan BKKBN Galakkan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Madura

Sebelum karapan sapi dimulai, pasangan-pasangan sapi diarak mengelilingi arena pacuan dengan iringan gamelan Madura. Selain untuk melemaskan otot-otot sapi, proses ini menjadi arena pamer keindahan pakaian dan hiasan dari sapi yang berlomba. Setelah parade selesai, barulah pakaian dan seluruh hiasan dibuka.

Setelah itu, setiap joki dan sepasang sapi memasuki arena pertandingan. Mereka siap untuk berlaga dengan jarak mulai start hingga finish 225 meter. Nantinya, akan diambil 3 pemenang lomba karapan sapi dengan hadiah dua unit mobil dan satu sepeda motor. (ST02)

Tags: Karapan SapiMaduraOptimis Jatim Bangkit
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In