• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 15 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Gubernur Khofifah Terima Seniman Tim Reog Kyai Lodra, Dorong Penguatan Ekosistem Reog Pasca Diakui Sebagai Warisan Budaya Takbenda dari UNESCO

by Redaksi
Selasa, 14 April 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA-– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan ekosistem kesenian Reog sebagai warisan budaya dunia yang berkelanjutan, pasca ditetapkannya Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menerima seniman Tim Reog Kyai Lodra di Gedung Negara Grahadi Surabaya, minggu lalu. Kunjungan Tim Reog Kyai Lodra tersebut merupakan bagian dari persiapan mengikuti Festival Reyog Nasional Ponorogo (FRNP) 2026 yang akan digelar pada Juni mendatang.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa Reog tidak hanya dipandang sebagai atraksi seni pertunjukan, tetapi juga sebagai representasi nilai, filosofi, dan identitas bangsa.

“Reog bukan sekadar atraksi. Di dalamnya ada filosofi yang sangat kuat, tentang keberanian, kebenaran, dan bagaimana keberagaman suku serta agama dapat dirajut dalam harmoni budaya,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menekankan, kekuatan utama Reog justru terletak pada nilai-nilai yang dikandungnya, yang mampu membentuk karakter sekaligus menjadi pijakan dalam membangun peradaban bangsa.

BACA JUGA:  Gangguan Kamtibmas di Kota Surabaya Menurun Selama Ramadan

“Yang lebih penting dari festival adalah filosofinya. Reog membawa nafas keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Di dalamnya ada substansi strategis untuk membangun karakter dan kebijakan bangsa,” imbuhnya.

Khofifah menegaskan, penguatan nilai filosofis tersebut menjadi semakin relevan setelah Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO dalam kategori In Need of Urgent Safeguarding pada akhir 2024.

Menurutnya, pengakuan internasional tersebut harus diikuti dengan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem seni Reog, termasuk aspek pelestarian, regenerasi, hingga keberlanjutan pertunjukan.

“Proses menuju pengakuan UNESCO ini sangat panjang dan tidak sederhana. Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah aspek animal welfare, di mana kita harus memastikan bahwa dalam pertunjukan Reog tidak lagi menggunakan material dari satwa dilindungi,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini ekosistem Reog terus berkembang seiring dengan meningkatnya pengakuan global terhadap Ponorogo sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO. Hal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi Reog sebagai identitas budaya yang mendunia.

BACA JUGA:  Jatim Jajaki Kerjasama dengan Perpustakaan Bibliotheca Alexandrina Mesir

Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa keberlanjutan menjadi kunci utama. Oleh karena itu, perlu upaya konsisten dalam mendorong regenerasi pelaku seni serta penyelenggaraan event budaya secara rutin.

“Harus sering ada pentas dan event, supaya mereka terus berlatih dan regerasinya berjalan maksimal. Awalnya mungkin ada yang ikut karena insentif, tapi ketika tumbuh rasa bangga, maka akan muncul dedikasi untuk melestarikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah kolaboratif dalam mendukung pengembangan Reog, termasuk melibatkan institusi pendidikan dan komunitas seni.

“Kami menggandeng Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), SMK 12 Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, serta berbagai sanggar seni Reog untuk memperkuat ekosistem, mulai dari pelatihan hingga pengembangan kreativitas,” jelasnya.

Selain itu, Disbudpar Jatim juga menjalin kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam upaya pelestarian satwa, khususnya burung merak Jawa.

BACA JUGA:  Dispendik Jatim Tegaskan Tak Ada Pungli di Sekolah Negeri Tingkat SMA, SMK, dan SLB

“Kami sedang menjajaki kerja sama untuk pengembangbiakan burung merak Jawa sebagai bagian dari solusi keberlanjutan, mengingat keterbatasan material yang selama ini digunakan dalam pertunjukan Reog,” tambahnya.

Perwakilan Tim Reyog Kyai Lodra, Joko Winarko, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelestarian seni tradisi.

“Pertemuan ini menjadi momentum bagi kami untuk mempresentasikan hasil karantina latihan selama dua bulan. Keikutsertaan kami di FRNP bukan sekadar kompetisi, tetapi bentuk kebanggaan sekaligus komitmen generasi muda dalam melestarikan Reog,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, suasana berlangsung hangat melalui pemotongan tumpeng dan ramah tamah. Gubernur Khofifah juga memberikan dukungan dana pembinaan sebesar Rp25 juta untuk mendukung persiapan tim menuju Festival Reog Nasional Ponorogo 2026.

Melalui langkah ini, Pemprov Jatim menegaskan komitmennya dalam menjaga Reog tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai identitas bangsa yang hidup, berkembang, dan berkelanjutan di kancah global. (ST02)

Tags: Gubernur KhofifahReog Kyai LodraSenimanUnescoWarisan Budaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Eri Targetkan Seluruh Kendaraan Operasional Pemkot Surabaya Beralih ke Listrik

Selasa, 14 April 2026

Pemkot Surabaya Evaluasi WFH, Dorong ASN Hemat Energi dan Beralih ke Transportasi Umum serta Kendaraan Listrik

Selasa, 14 April 2026

Drone Pintar Bayucaraka ITS Juara di Singapura

Selasa, 14 April 2026

Penggunaan Gadget di Sekolah Resmi Diterapkan di SMA, SMK dan SLB se-Jatim

Selasa, 14 April 2026

Berita Terkini

Wali Kota Eri Targetkan Seluruh Kendaraan Operasional Pemkot Surabaya Beralih ke Listrik

Selasa, 14 April 2026

Pemkot Surabaya Evaluasi WFH, Dorong ASN Hemat Energi dan Beralih ke Transportasi Umum serta Kendaraan Listrik

Selasa, 14 April 2026

Gubernur Khofifah Terima Seniman Tim Reog Kyai Lodra, Dorong Penguatan Ekosistem Reog Pasca Diakui Sebagai Warisan Budaya Takbenda dari UNESCO

Selasa, 14 April 2026

Drone Pintar Bayucaraka ITS Juara di Singapura

Selasa, 14 April 2026

Penggunaan Gadget di Sekolah Resmi Diterapkan di SMA, SMK dan SLB se-Jatim

Selasa, 14 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In