SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –– Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Perayaan Natal Tahun 2025 dan Ucapan Syukur Tahun Baru 2026 ASN Kristiani Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung BK3S Jatim, Jumat (23/1).
Dalam sambutannya, Adhy menyampaikan bahwa perayaan Natal mengandung nilai-nilai kasih, kedamaian, kerendahan hati, serta semangat berbagi dan melayani sesama, yang sejalan dengan arah pembangunan Jawa Timur.
“Perayaan Natal mengingatkan kita pada nilai kasih dan perdamaian. Nilai-nilai ini selaras dengan komitmen Pemprov Jawa Timur dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, toleran, dan berkeadilan,” kata Adhy.
Tak lupa ia menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh ASN Kristiani Pemprov Jatim, serta apresiasi atas kontribusi dan kinerja mereka dalam mendukung visi dan misi pemerintah daerah.
“Saya mengucapkan selamat Natal kepada seluruh rekan-rekan ASN Kristiani. Sepanjang ini kami tidak melihat adanya sikap atau aktivitas yang berseberangan dengan tugas-tugas pemerintahan. Justru sebaliknya, dukungan terhadap program dan kinerja Pemprov Jatim sangat luar biasa,” pungkasnya.
Jatim kata Adhy, merupakan provinsi yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Hal ini tercermin dari tersedianya ruang serta dukungan yang adil bagi seluruh umat beragama, termasuk umat Kristiani, untuk menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaannya dengan aman dan nyaman.
“Jawa Timur sangat toleran. Ada tempat, waktu, dan ruang khusus bagi seluruh umat beragama, termasuk umat Kristiani. Semua ini kita jaga bersama untuk memastikan stabilitas sosial, ekonomi, politik, dan keamanan tetap terpelihara,” katanya.
Menurutnya, harmoni antar umat beragama di Jatim tidak terlepas dari kerja sama yang kuat antara Pemprov Jatim, TNI, Polri, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas keagamaan.
Ia juga menilai keberagaman di bumi Majapahit, menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan mempercepat pembangunan.
“Kami tidak melihat perbedaan agama, tetapi melihat kinerja, perilaku, motivasi, dan komitmen dalam melayani masyarakat. Kerja sama yang terbangun selama ini benar-benar luar biasa,” ucapnya
Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh ASN Kristiani dan elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya pemerintah dengan semangat kasih dan ketulusan dalam melayani publik.
Mengingat tahun 2026, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran akibat berkurangnya transfer dana dari pusat.
“Kita harus berinovasi dan kreatif. Keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat program-program yang berdampak langsung pada masyarakat. Kita tidak bisa bertumpu pada satu sumber pembiayaan, tetapi membuka berbagai alternatif, termasuk kolaborasi dengan masyarakat,” tegasnya.
“Tahun 2026 ini, banyak yang bilang tahun efisiensi, tapi bagi kita tahun 2026 adalah tahun kolaborasi dan tahun penguatan pelayanan publik,” katanya
Di akhir, ia mengajak seluruh ASN Kristiani untuk mendoakan daerah-daerah yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia, baik di Jatim maupun daerah lain termasuk Sumatera dan Aceh.
Khusus Jatim, atas arahan Gubernur telah dilakukan sejumlah langkah mitigasi bencana, termasuk operasi modifikasi cuaca, guna melindungi masyarakat dari potensi bencana yang merugikan.
“Mari bersama-sama kita panjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah, baik di Jawa Timur maupun di wilayah lain. Semoga Jawa Timur dan Indonesia selalu dijauhkan dari marabahaya, masyarakatnya hidup rukun, sejahtera, dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (ST02)





