• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Fragmen Suroboyoan, Surabaya Komitmen sebagai Kota Responsif Gender

by Redaksi
Jumat, 5 Desember 2025
Salah satu penampilan peserta  lomba Fragmen Suroboyoan bertajuk "Surabaya Gender Award" 2025 di BG Junction L2 Rainbow Surabaya.

Salah satu penampilan peserta lomba Fragmen Suroboyoan bertajuk "Surabaya Gender Award" 2025 di BG Junction L2 Rainbow Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya kembali menyelenggarakan lomba bertajuk “Surabaya Gender Award” (SGA) 2025 Fragmen Suroboyoan. Gelaran SGA kali ini mengusung tema Kesetaraan Gender & Kelurahan Ramah Perempuan Peduli Anak. Acara tersebut berlangsung di BG Junction L2 Rainbow Surabaya, Jumat (5/12/2025).

Ajang ini menjadi sarana edukasi ke masyarakat mengenai isu kesetaraan gender melalui media pertunjukan. Seluruh peserta yang berasal dari 31 kecamatan se-Surabaya turut berpartisipasi dalam agenda tahunan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menyampaikan SGA merupakan kegiatan efektif untuk mengenalkan konsep keadilan gender kepada masyarakat dengan melibatkan warga laki-laki dan perempuan.

“Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 31 kecamatan yang mengusung tema keadilan serta kesetaraan gender sebagai upaya mewujudkan kecamatan responsif gender dan kelurahan ramah perempuan serta peduli anak,” kata Ida.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Dialog dengan Organisasi Profesi Nakes, Sepakati Mengawal RUU Kesehatan

Ida juga menjelaskan tahapan pelaksanaan telah dimulai pada awal November 2025. Setiap perwakilan dari kecamatan mengumpulkan naskah serta video pendek berdurasi 7-10 menit. “Untuk penilaian kami melibatkan praktisi seni dan fasilitator pengarusutamaan gender dari tingkat provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DP3APPKB Surabaya, Ike Inayumiki, menegaskan SGA adalah bagian dari gerakan pengarusutamaan gender di Kota Pahlawan. Pendekatan seni dipilih agar pesan terkait gender dapat lebih mudah diterima masyarakat. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara luas terkait dengan konsep gender,” ujar Ike.

Ia menilai fragmen Suroboyoan mampu menggambarkan situasi kehidupan sehari-hari sehingga isu gender menjadi lebih dekat dengan masyarakat. “Melalui media yang lebih ramah, melalui pertunjukan yang dikemas dalam bentuk fragmen, sehingga masyarakat mungkin lebih memahami,” katanya.

BACA JUGA:  Lasidi Tawarkan Terobosan Perizinan dan Strategi Dongkrak Investasi Surabaya

Pihaknya pun mendorong seluruh elemen masyarakat memberi perhatian terhadap kesetaraan gender. Karenanya, format fragmen dipilih untuk menghadirkan ilustrasi kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan isu gender. “Jadi menampilkan kehidupan sehari-hari gender itu seperti apa, sehingga dikemas dengan fragmen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memperkuat komitmen Surabaya sebagai kota responsif gender serta memberikan manfaat bagi peserta dan masyarakat. “Semoga kegiatan ini mendorong terwujudnya Kota Surabaya yang responsif gender,” harapnya.

Sebelum lomba dimulai, Ketua Dewan Juri SGA Fragmen Suroboyoan 2025, Ketut Santoso, membacakan sejumlah tata tertib perlombaan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan peserta, termasuk kewajiban hadir 30 menit sebelum tampil.

BACA JUGA:  Blitar Bakal Pasok Kebutuhan Telur dan Sayuran ke Surabaya

“Peserta wajib hadir 30 menit sebelum nomornya tampil. Jika dipanggil tiga kali tidak hadir, akan ditampilkan setelah nomor lima penampil berikutnya,” kata Ketut.

Dalam aturan tersebut juga dijelaskan bahwa peserta yang tidak hadir setelah pemanggilan ulang akan dijadwalkan tampil kembali usai lima penampilan berikutnya. Ketidakhadiran tanpa konfirmasi akan berujung pada diskualifikasi. “Jika (setelah) lima penampilan dipanggil ulang tidak hadir dan tidak ada konfirmasi, maka dinyatakan diskualifikasi,” tegasnya.

Ketut juga menyampaikan bahwa panitia memberi waktu dua menit bagi peserta untuk persiapan panggung, dengan durasi penampilan sepuluh menit yang turut menjadi bahan penilaian juri. “Jika melewati durasi tampilan, maka ada konsekuensi pengurangan nilai,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Fragmen SuroboyoanKota Responsif GenderPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In