• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Mendag Puji Waste Station Pasar Sememi

by Redaksi
Kamis, 13 November 2025
Gernas Mapan di Pasar Sememi, di Jalan Bandarejo No.1, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Gernas Mapan di Pasar Sememi, di Jalan Bandarejo No.1, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut baik pelaksanaan program Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Kampanye Gernas Mapan kali ini menyasar para pedagang Pasar Sememi, di Jalan Bandarejo No.1, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, Kamis (13/10/2025).

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengatakan, program Gernas Mapan merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

“Ini sesuai program pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup agar kita bersih, bebas dari sampah. Salah satunya adalah membersihkan sampah di pasar-pasar rakyat atau pasar tradisional,” ujar Mendag Budi dalam kegiatan Gernas Mapan di Pasar Sememi Surabaya.

Mendag Budi menegaskan kegiatan Gernas Mapan tidak hanya menekankan pada aspek kebersihan, tetapi juga pengelolaan ekosistem sampah di pasar.

BACA JUGA:  Stok LPG 3 Kg di Surabaya Aman, Jangan Panic Buying

“Ada waste station juga (Pasar Sememi), jadi secara ekosistem sampahnya sudah ada. Cara menaruh di mana, kemudian nanti mau diproseskan menjadi apa sudah ada semua. Tinggal sekarang bagaimana para pedagang ini mengumpulkan dan membersihkan sampah dengan baik,” jelasnya.

Menurut Mendag, pasar tradisional yang bersih, akan berdampak langsung terhadap kenyamanan pedagang dan pembeli. “Kalau pasarnya bersih, pedagang juga senang, sehat, dan pasar tidak bau. Pengunjung pun senang karena tempatnya bersih dan aman,” tuturnya.

Selain aspek kebersihan, Gernas Mapan juga menjadi momentum untuk mendorong transformasi digital di pasar tradisional. Mendag menyebut, para pedagang Pasar Sememi juga mendapat pelatihan penggunaan QRIS untuk transaksi nontunai.

“Kita mengajari para pedagang untuk melayani pembelian dengan QRIS. Karena sekarang orang banyak belanja secara digital, tidak bawa uang tunai, cukup dengan ponsel,” kata dia.

BACA JUGA:  Ini Langkah Penanganan PPKM Mikro di Desa Banjar Arum, Singosari Malang

Ke depan, Mendag memastikan pihaknya juga akan mendorong pasar-pasar tradisional lain agar bisa beradaptasi dengan tren penjualan daring. “Banyak pasar rakyat yang sudah kami bina, pasarnya tetap ada secara fisik, tapi transaksi banyak dilakukan secara online. Konsep yang kami dorong adalah omnichannel, dimana jualan fisik tetap ada tapi juga melayani penjualan online,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Plt Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLH/BPLH, Hanifa Dwi Nirwana, menilai Gernas Mapan sebagai langkah strategis untuk mempercepat penanganan sampah nasional.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Ini bagian penting untuk percepatan penanganan sampah di Indonesia yang ditargetkan RPJMN selesai 100 persen pada tahun 2029,” ujar Hanifa.

Hanifa juga menegaskan, gerakan kecil yang dilakukan secara serentak dan kolaboratif akan memberi dampak besar bagi lingkungan. “Upaya-upaya kecil jika dilakukan bersama dan serempak akan berdampak besar. InsyaAllah, Indonesia bersih bisa terwujud dalam waktu yang tidak lama,” kata dia.

BACA JUGA:  Ekspedisi Singa Nusantara 2021 Diberangkatkan ke Pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menuturkan, Pasar Sememi memiliki pengelolaan sampah yang cukup baik melalui keberadaan waste station dan bank sampah.

“Yang menarik di pasar (Sememi) itu ada rekosistem (waste station). Sampah yang dikelola oleh rekosistem itu bisa mengurangi sampah ke TPA Benowo hingga 1,7 sampai 1,8 ton per bulan,” ujar Dedik.

Menurut Dedik, sistem rekosistem tidak hanya diterapkan di pasar, tetapi juga di beberapa kawasan perumahan dan area publik di Surabaya. “Jadi rekosistem tidak khusus untuk penanganan (sampah) pasar. Di Surabaya ada lima titik, termasuk di daerah MERR, dan perumahan,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Gernas MapanMendagPasar SememiPemkot SurabayaWaste Station
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In