• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 29 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Mahasiswa ITS Gagas Alternatif Energi Listrik dari Ampas Tebu

by Redaksi
Jumat, 4 November 2022
Arif Pawoko saat melakukan proses pembuatan membran garam untuk difusi elektron dalam proses MFC.

Arif Pawoko saat melakukan proses pembuatan membran garam untuk difusi elektron dalam proses MFC.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas ide pemanfaatan limbah industri gula untuk mengoptimalkan performa biolistrik. Inovasi garapan mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini diharapkan mampu memberikan solusi untuk mengurangi polusi limbah industri.

Ia adalah Arif Pawoko, mahasiswa ITS angkatan 2022, yang memanfaatkan ampas tebu yang sering menjadi limbah industri gula untuk mengoptimalkan kinerja biolistrik. Ide ini berawal dari keresahannya mengenai kurang dimanfaatkannya limbah industri gula tersebut serta semakin menipisnya stok energi di Indonesia.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Satu Tim dengan Jacksen F Tiago dan Yusuf Ekodono, Tiga Kepala Daerah Ujicoba Stadion GBT

“Isu energi terbarukan sendiri juga lagi gencar dikembangkan, jadi garis besar idenya juga dari sana,” jelasnya.

Upaya pengolahan limbah yang dilakukan oleh Arif adalah dengan menjadikan ampas tebu sebagai substrat anoda dalam sistem Microbial Fuel Cell (MFC). MFC sendiri merupakan sistem yang memanfaatkan prinsip biolektrokimia untuk menghasilkan sumber listrik baru dari bahan alami.

Substrat ampas tebu sendiri dengan bantuan jamur Aspergillus niger dianggap mampu menggantikan Saccharomyces, mikroorganisme yang biasa digunakan dalam proses kerja sistem MFC. “Kalau menggunakan itu (Saccharomyces, red) biayanya lebih mahal, kalau ampas tebu kan lebih murah,” tambah mahasiwa asal Ngawi tersebut.

BACA JUGA:  Wakili Indonesia, Barunastra ITS Angkat Inovasi ASV di Kongres Maritim Internasional

Arif mengungkapkan bahwa setelah melalui proses pengujian, performa biolistrik yang dihasilkan oleh temuannya ini menunjukkan peningkatan. Ia meyakini hasil ini membuktikan penggunaan substrat ampas tebu justru lebih unggul dan layak untuk dipertimbangkan dibanding dengan penggunaan mikroorganisme sebelumnya.

Berkat inovasinya tersebut, Arif berhasil menyabet juara ketiga di ajang Environmental Competition 2022 yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Agustus lalu. Ia pun meyakini temuannya ini masih merupakan langkah awal, sehingga diharapkan ada pengembangan lanjutan nantinya.

BACA JUGA:  ITS Tuan Rumah Cabor Indoor Handball di ASEAN University Games

“Terutama untuk menjawab masalah limbah industri gula dan energi terbarukan,” tuturnya.

Alumnus SMAN 1 Kendal ini pun berharap bahwa hasil penelitian ini dapat dilirik oleh peneliti maupun perusahaan energi lain untuk dikembangkan pada skala yang lebih besar. “Dengan begitu, penelitian ini tidak hanya jadi arsip belaka melainkan berkontribusi nyata untuk masyarakat dan Indonesia,” pungkasnya. (ST05)

Tags: Ampas TebuEnergi ListrikEnergi TerbarukanITS
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Misi Dagang Jatim-Malaysia Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 15,25 Triliun Lebih

Rabu, 29 April 2026

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Berita Terkini

Misi Dagang Jatim-Malaysia Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 15,25 Triliun Lebih

Rabu, 29 April 2026

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM

Rabu, 29 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In