• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 29 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

by Redaksi
Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Dr Wisda Mulyasari SST MT

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Tingginya risiko kegagalan pada industri proses kimia kerap dipicu oleh sistem sociotechnical yang kompleks. Pengukuran safety culture maturity seringkali bersifat dangkal dan gagal menyentuh akar permasalahan sistemik. Menjawab permasalahan tersebut, lulusan program doktor Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Wisda Mulyasari SST MT mengembangkan safety culture maturity model dengan pendekatan sistem kerja sociotechnical macroergonomic.

Wisda memaparkan bahwa urgensi penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan macroergonomic ke dalam safety culture maturity. Penelitian ini mengintegrasikan lima subsistem sociotechnical secara utuh, yakni organisasi, beban tugas, manusia, lingkungan, serta alat dan teknologi. Pendekatan ini relevan, khususnya di industri, dengan risiko tinggi seperti industri berbasis proses kimia yang pada aktivitas prosesnya memiliki potensi bahaya seperti kebakaran, ledakan dan pelepasan zat beracun.

BACA JUGA:  Tak Berizin, Satpol PP Surabaya Segel Toko Jual Minuman Beralkohol

Menyadari celah itu, ia terdorong untuk merumuskan safety culture maturity model komprehensif yang mengacu pada standar Process Safety Management (PSM) OSHA 3132. Wisda berhasil membuat inovasi bernama Resilient Safety Culture Maturity Model (RSCMM) beserta instrumen pengukurannya.

Hal ini dinilai krusial karena tingkat resilient hanya dapat dicapai jika seluruh subsistem kerja telah selaras secara utuh. “Integrasi memastikan bahwa upaya peningkatan keselamatan tidak lagi bersifat parsial, melainkan sebuah transformasi struktural yang mampu mengantisipasi gangguan sebelum menjadi bencana,” terang doktor yang juga aktif di Golden Age Concert Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITS tersebut.

BACA JUGA:  Wagub Emil: Guru Simbol Jembatan Ilmu dan Akhlak di Era Globalisasi

Lebih lanjut, perempuan berusia 37 tahun tersebut merumuskan enam tingkatan RSCMM yaitu Pathological, Reactive, Calculative, Proactive, Generative, hingga Resilient. Penelitian ini menetapkan 41 indikator pengukuran tervalidasi secara empiris melalui pengujian statistik. Metodologi penelitian melibatkan justifikasi teoretis dari 10 orang safety expert yang memiliki pengalaman di Chemical Process Safety lebih dari 10 tahun.

Meskipun melakukan studi kasus pada industri pupuk, instrumen yang dirancang bersifat aplikatif bagi seluruh industri berbasis proses kimia. “Penelitian ini memberikan panduan strategis bagi praktisi dalam merancang intervensi yang tepat sasaran demi mewujudkan organisasi resilient terhadap risiko kegagalan sistemik,” imbuh dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) tersebut.

BACA JUGA:  ITS Inovasikan Permainan Edukasi Keuangan

Penelitian ini pun telah menghasilkan tiga publikasi, yaitu dua artikel conference terindex IEEE dan Scopus, dan satu publikasi jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1 (Elsevier, Open Access). Kesuksesan Wisda dalam meneliti turut mendukung upaya ITS dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain poin ke-3 tentang Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (ST01)

Tags: DoktorIndustri Kimia BerkelanjutanITSResiliensi Keselamatan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM

Rabu, 29 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik line 4 PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan-Puwosari KM 16 Sambisirah Selatan, Pasuruan.

Gubernur Khofifah Resmikan Line 4 Satoria Farma Pasuruan

Rabu, 29 April 2026

Berita Terkini

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM

Rabu, 29 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik line 4 PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan-Puwosari KM 16 Sambisirah Selatan, Pasuruan.

Gubernur Khofifah Resmikan Line 4 Satoria Farma Pasuruan

Rabu, 29 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In