• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 24 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Pendapatan MBR pada Padat Karya Pembuatan Paving di Surabaya Capai Rp 6-7 Juta per Bulan

by Redaksi
Selasa, 20 September 2022
Pembuatan paving yang dikerjakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tergabung dalam kelompok program padat karya.

Pembuatan paving yang dikerjakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tergabung dalam kelompok program padat karya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Program padat karya yang mulai digeber Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beberapa bulan lalu, menunjukan hasil signifikan. Terbaru, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tergabung dalam kelompok program padat karya pembuatan paving berhasil meraup omzet atau pendapatan Rp 6-7 juta per bulan.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita menjelaskan, bahwa di wilayah Kecamatan Tambaksari, terdapat dua kelompok usaha padat karya pembuatan paving yang telah terbentuk. Sekarang ini, produksi paving kedua kelompok ini telah berjalan pasca dua bulan sebelumnya mendapatkan pelatihan dari Pemkot Surabaya.

“Dari MBR itu kita lakukan pelatihan terkait dengan produksi paving, dan sudah terbentuk dua kelompok usaha bersama di Kecamatan Tambaksari. Sudah kita lakukan bantuan legalitas juga terkait dengan Nomor Induk Berusahanya (NIB),” kata Adi Gunita, Selasa (20/9).

Selain legalitas, Adi menyebut, bahwa pemkot juga membantu memfasilitasi kelompok usaha padat karya paving agar mendapat bantuan permodalan dari BPR Surya Artha Utama. Setiap kelompok yang terdiri dari enam orang itu pun mendapatkan bantuan permodalan Rp 15 juta untuk usaha produksi paving.

BACA JUGA:  Komisi A DPRD Surabaya Desak OPD Segera Paparkan Capaian Kontrak Kinerja

“Dari setiap kelompok itu dapat bantuan modal Rp 15 juta. Jadi masing-masing orang mendapat sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan jumlahnya ada 12 orang dari dua kelompok yang ada di Kecamatan Tambaksari,” ujarnya.

Adi juga menerangkan, bahwa modal yang berasal dari BPR Surya Artha Utama ini digunakan oleh kelompok padat karya untuk membeli bahan pembuatan paving. Lalu, untuk alat disediakan oleh Pemkot Surabaya hasil Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara untuk tempat produksinya, mereka menggunakan lahan aset milik Pemkot Surabaya.

“Jadi untuk permodalan kita hubungan dengan teman-teman dari BPR Surya Artha Utama. Sedangkan terkait alatnya kita sinergi dengan stakeholder minta CSR dan sudah ada 2 bantuan alat yang diberikan,” jelasnya.

Sejak mulai berjalan pada bulan Juli 2022, produksi paving mereka telah menunjukkan hasil yang signifikan. Bahkan per bulan September 2022, omzet salah satu kelompok padat karya paving di Tambaksari, per orangnya tembus Rp 6-7 juta.

BACA JUGA:  Jatim Komitmen Eliminasi Penyakit Malaria

“Kelompok (padat karya paving) yang ada di Tambaksari Ketuanya Pak Anas ini per September dia setiap orang mendapatkan penghasilan Rp 6-7 juta per bulan,” ungkap Adi.

Saat di awal pelatihan, pihaknya telah menyampaikan kepada para peserta, bahwa omzet dari padat karya paving ini memang bisa melebihi besaran nilai UMK Surabaya. Tentunya hal ini juga tergantung dari kuantitas dan banyaknya produksi paving pada masing-masing kelompok.

“Secara analisa ekonomi pendapatan dari padat karya paving itu bisa mencapai UMK. Tapi dalam kapasitas ini bisa ditingkatkan lagi tergantung dari kinerja masing-masing kelompok sebenarnya. Itu yang terus kita tekankan dan berikan semangat kepada kelompok teman-teman MBR,” katanya.

Untuk saat ini atau dalam jangka pendek, Adi menyebutkan, bahwa hasil produksi paving kelompok padat karya dibeli oleh Pemkot Surabaya. Paving produksi MBR ini digunakan pemkot untuk membangun jalan-jalan di Surabaya yang lebarnya di bawah 2 meter.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Perkuat Sister City di Bidang Investasi dengan Tiongkok

“Itu untuk rencana jangka pendek. Tapi nanti jangka menengahnya ini bisa sebagai barometer pilot project untuk dipakai dana kelurahan. Sehingga masing-masing kecamatan nanti bisa order (paving) di kecamatan itu sendiri,” papar dia.

Pihaknya berharap, dengan pola itu, pergerakan ekonomi warga bisa tetap berputar di lingkup masing-masing kecamatan. Tentu saja hal itu juga akan menghidupkan perekonomian warga setempat. “Jadi uang itu masuk dan keluar hanya berputar di lingkup kecamatan itu tersendiri. Sehingga menghidupkan perekonomian warga,” kata Adi.

Selain di Kecamatan Tambaksari, Adi juga menargetkan pada tahun 2022 ini kelompok usaha padat karya pembuatan paving dapat terbentuk di sejumlah wilayah lain. Yakni, wilayah Kecamatan Kenjeran, Sukolilo, Pakal dan Gunungsari. “Jadi itu target di tahun 2022. Tapi untuk target pada tahun 2023 sendiri, kita harapkan masing-masing kecamatan sudah terbentuk,” pungkasnya. (ST01)

Tags: MBRPadat KaryaPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Bangkitkan Semangat Literasi di Hari Buku Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Kamis, 23 April 2026
Isye Adhy Karyono

Isye Adhy Karyono Buka Workshop, Bekali Guru PAUD Tangani ABK di Lingkungan Sekolah

Kamis, 23 April 2026
Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng

Pakar Strategi Bisnis ITS Paparkan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 23 April 2026

Pembongkaran Fasad Eks Toko Nam akan Dilakukan Dalam Tiga Tahap

Kamis, 23 April 2026

Berita Terkini

Bangkitkan Semangat Literasi di Hari Buku Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Kamis, 23 April 2026
Isye Adhy Karyono

Isye Adhy Karyono Buka Workshop, Bekali Guru PAUD Tangani ABK di Lingkungan Sekolah

Kamis, 23 April 2026
Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng

Pakar Strategi Bisnis ITS Paparkan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 23 April 2026

Pembongkaran Fasad Eks Toko Nam akan Dilakukan Dalam Tiga Tahap

Kamis, 23 April 2026

Fasad Toko Nam di Embong Malang Surabaya Ternyata Replika, Kini Resmi Dibongkar

Kamis, 23 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In