• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Filosofi Kemerdekaan di Mata Wali Kota Eri Cahyadi

by Redaksi
Jumat, 19 Agustus 2022
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjadi inspektur upacara HUT kemerdekaan RI ke-77 di Balai Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjadi inspektur upacara HUT kemerdekaan RI ke-77 di Balai Kota Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Republik Indonesia (RI) merayakan HUT ke-77. Meski sudah memasuki usia yang lebih dari setengah abad, perjuangan bangsa Indonesia dapat dikatakan masih belum selesai.

Itu sebagaimana disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ia memandang bahwa perjuangan dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah telah usai. Namun perjuangan bangsa ini dalam melawan kemiskinan, kebodohan dan anak putus sekolah, dinilainya belum selesai.

“Merdeka itu adalah terbebas dari belenggu penjajah dan memiliki hak – martabat yang sama satu dengan yang lain. Kalau hari ini kemerdekaan kita harus bertempur melawan kemiskinan, kebodohan, anak putus sekolah yang ada saat ini di Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (19/8).

Karena itu, dia menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini masih terus berjuang merebut kemerdekaan. Kemerdekaan yang dimaksud adalah bagaimana mengentas kemiskinan, kebodohan dan anak putus sekolah.

BACA JUGA:  Manfaatkan Sampah Organik, ITS Ajak Buat Eco Enzyme

“Maka hari ini kemerdekaan kita adalah untuk merebut kemerdekaan itu dari kebodohan, kemiskinan, pengangguran dan anak putus sekolah. Jadi, perjuangan kita masih berlanjut hari ini,” ujarnya.

Di bulan kemerdekaan ini, Eri Cahyadi mengaku, momentum yang paling disukainya adalah ketika prosesi upacara pengibaran bendera merah putih. Menurutnya, filosofi pengibaran bendera dengan iringan lagu Indonesia Raya itu akan memunculkan semangat kepahlawan.

“Bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus terus berjuang sampai saat ini. Karena kebahagiaan harus kita raih seperti yang diimpikan dan diidamkan seluruh pahlawan negara Indonesia ini yang telah gugur mendahului kita,” tuturnya.

Baginya, setiap warga Negara Indonesia harus memiliki harkat, martabat dan derajat yang sama. Di Kota Surabaya sendiri, ia pun memandang hal itu harus terus diwujudkan dengan rasa gotong-royong dan kebersamaan.

BACA JUGA:  Latihan Tanding Esports Lebih Aman dengan Samsung Galaxy S20 FE

“Maka di Surabaya harus kita wujudkan tidak ada yang lemah, tidak ada yang kuat. Tapi bagaimana saling gotong royong di Kota Surabaya,” tegasnya.

Untuk mencapai kemerdekaan saat ini di Kota Pahlawan, Eri Cahyadi mengaku membutuhkan peran serta Kader Surabaya Hebat (KSH) serta masyarakat. Sebab, pemkot tak akan bisa bekerja sendiri tanpa bantuan KSH dalam memastikan intervensi yang diberikan kepada warganya itu tepat sasaran.

“Hari ini untuk melawan kemiskinan, melawan kebodohan, untuk mengatasi putus sekolah, kita membutuhkan data yang luar biasa (valid). Dan data hari ini (data) dipegang oleh Pahlawan Kota Surabaya,” katanya.

BACA JUGA:  Wali Kota Eri Cahyadi Paparkan R-APBD 2026: Tegaskan Keberanian Fiskal dan Prioritas Kesejahteraan Rakyat

Maka, Eri berpendapat, bahwa Pahlawan masa kini adalah Kader Surabaya Hebat (KSH). Karena baginya, perjuangan mereka tidak hanya satu, tapi bagaimana mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan anak putus sekolah dengan bersinergi bersama Pemkot Surabaya. “Jadi, Pahlawan masa kini di Surabaya adalah Kader Surabaya Hebat,” jelasnya.

Karena itu, di HUT ke-77 RI ini, ia juga berharap sekaligus mengajak masyarakat untuk berjuang bersama pemerintah dalam melawan kemiskinan, kebodohan serta anak putus sekolah. Karena baginya, seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Surabaya, harus memiliki harkat dan martabat yang sama baik dalam bidang pendidikan maupun kehidupan.

“Kita pastikan jangan sampai Surabaya ini bisa menjadi orang-orang yang kapitalis. Karena itu kita membutuhkan perjuangan, terus bergerak membangun dengan gotong-royong di Surabaya,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Eri CahyadiFilosofi KemerdekaanWali Kota Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Perluasan Parkir Digital Surabaya Libatkan 616 Jukir

Jumat, 10 April 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau pekerjaan pelebaran jalan di Kabupaten Malang.

Wagub Emil Tinjau Pengerjaan Pelebaran Jalan di Kabupaten Malang

Jumat, 10 April 2026
Pemkot Surabaya resmi menerapkan WFH mulai hari ini. Suasana kantor pun menjadi sepi.

WFH Dimulai Hari Ini, ASN Wajib Absen 3 Kali Sehari

Jumat, 10 April 2026
ITS bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya yang melakukan peninjauan strategis terkait inisiasi laboratorium hidup atau living laboratory di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya.

ITS-BRIDA Teken Kerja Sama, Inisiasi Living Laboratory Mangrove Surabaya

Jumat, 10 April 2026

Berita Terkini

Perluasan Parkir Digital Surabaya Libatkan 616 Jukir

Jumat, 10 April 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau pekerjaan pelebaran jalan di Kabupaten Malang.

Wagub Emil Tinjau Pengerjaan Pelebaran Jalan di Kabupaten Malang

Jumat, 10 April 2026
Pemkot Surabaya resmi menerapkan WFH mulai hari ini. Suasana kantor pun menjadi sepi.

WFH Dimulai Hari Ini, ASN Wajib Absen 3 Kali Sehari

Jumat, 10 April 2026
ITS bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya yang melakukan peninjauan strategis terkait inisiasi laboratorium hidup atau living laboratory di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya.

ITS-BRIDA Teken Kerja Sama, Inisiasi Living Laboratory Mangrove Surabaya

Jumat, 10 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri penutupan Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-XXXIV.

Tutup LKS Dikmen Jatim 2026, Khofifah Optimistis Tumbuhkan Semangat Juara Talenta Unggul Jatim

Jumat, 10 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In