• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 24 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Disanksi Lihat Pemakaman Covid-19 dan Rawat ODGJ, Pelanggar Prokes: Kapok Wes

by Redaksi
Selasa, 6 Juli 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya bersama tim gabungan dari TNI-Polri menggelar operasi patuh PPKM Darurat pada Senin (5/7) malam lalu. Operasi ini bertujuan menertibkan warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan serta menertibkan warung makan, warung kopi, dan toko yang masih beroperasi melebihi pukul 20.00 WIB.

Hasilnya ditemukan beberapa warung yang diketahui masih buka. Warung diminta tutup dan para pengunjungnya yang melanggar protokol kesehatan dan melanggar aturan jam malam saat PPKM Darurat langsung dimintai KTP untuk didata dan langsung dibawa menggunakan bus ke Liponsos Keputih.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan bahwa pada operasi tersebut tim patroli gabungan mendapati 145 pelanggar. Mereka yang melanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi berupa “Tour On Duty” yakni menyaksikan pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19 pada pukul 24.00 WIB.

BACA JUGA:  Buka Rakerwil IPHI, Wagub Emil Ajak Disiplin Prokes dan Percepat Vaksinasi

Kemudian para pelanggar itu juga disanksi memberikan pelayanan sosial bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Liponsos keesokan harinya.

“Kita tempatkan di Liponsos selama satu malam, sekitar pukul 24.00 kita ajak ke tempat pemulasaran jenazah dan setelah itu kita arahkan untuk melihat proses pemakaman dan makam warga Surabaya yang meninggal karena Covid-19,” kata Eddy.

Eddy menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk memberikan pelajaran agar warga percaya bahwa Covid-19 itu ada dan sedang melanda Kota Surabaya maupun dunia. Tidak hanya itu, sanksi ini diberikan agar menimbulkan empati dan sense of crisis, sehingga mereka dan warga Surabaya sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, tidak berkerumun, dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM Darurat merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:  Karena Ada PPKM Darurat, Retribusi Pedagang SWK Dibebaskan Sebulan

“Kita berharap dengan ini mereka dan warga Surabaya lainnya sadar bahwa sangat penting untung menerapkan protokol kesehatan dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM Darurat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setelah dari makam Keputih, para pelanggar protokol kesehatan ini akan menginap di Liponsos Keputih. Pagi harinya mereka diminta memberikan pelayanan sosial bagi ODGJ.

Pukul 08.00 WIB mereka akan diswab, mereka yang hasilnya positif akan diisolasi dan yang hasilnya negatif dipulangkan ke keluarga masing-masing. Ia pun menegaskan bahwa bagi para pelanggar yang sudah menandatangani surat pernyataan. Jika mereka kembali melakukan pelanggaran kedepannya akan mendapatkan sanksi yang lebih berat.

BACA JUGA:  Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jatim Tertinggi Se-Pulau Jawa

“Sanksi berikutnya adalah kerja sosial di Liponsos selama lima hari dan membantu pembuatan peti jenazah, jadi mereka tahu bahwa Pemkot bekerja secara maksimal untuk menangani korban Covid-19,” tegasnya.

Salah satu pelanggar yang mengikuti Tour Of Duty menceritakan bahwa setelah ia mengunjungi makam dan menyaksikan langsung proses pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19. “Sekarang jadi lebih sadar sama Covid-19 dan lebih berhati-hati untuk keluar rumah di masa PPKM seperti ini, karena ketat sekali penjagaannya. Kapok wes,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada warga Surabaya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker dobel, dan mematuhi aturan jam malam yang berlaku selama PPKM Darurat. “Untuk semua masyarakat untuk lebih menaati protokol kesehatan salah satunya  dengan menggunakan masker dobel,” pungkasnya. (ST01)

Tags: ODGJPemakaman Covid-19PPKM DaruratProkes
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Surabaya Tancap Gas Digitalisasi Parkir, 711 Petugas Parkir Sudah Terintegrasi Sistem Non-Tunai

Jumat, 24 April 2026

Pemkot Surabaya Targetkan Skema Pengalihan Arus untuk Atasi Banjir Surabaya Selatan Rampung Tahun Ini

Jumat, 24 April 2026

Bangkitkan Semangat Literasi di Hari Buku Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Kamis, 23 April 2026
Isye Adhy Karyono

Isye Adhy Karyono Buka Workshop, Bekali Guru PAUD Tangani ABK di Lingkungan Sekolah

Kamis, 23 April 2026

Berita Terkini

Surabaya Tancap Gas Digitalisasi Parkir, 711 Petugas Parkir Sudah Terintegrasi Sistem Non-Tunai

Jumat, 24 April 2026

Pemkot Surabaya Targetkan Skema Pengalihan Arus untuk Atasi Banjir Surabaya Selatan Rampung Tahun Ini

Jumat, 24 April 2026

Bangkitkan Semangat Literasi di Hari Buku Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Kamis, 23 April 2026
Isye Adhy Karyono

Isye Adhy Karyono Buka Workshop, Bekali Guru PAUD Tangani ABK di Lingkungan Sekolah

Kamis, 23 April 2026
Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng

Pakar Strategi Bisnis ITS Paparkan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 23 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In