SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Indonesia menggalakkan revolusi industri 4.0 yang menuntut percepatan informasi melalui teknologi digital. Mengambil peran dalam transformasi tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bergandengan tangan dengan perusahaan jasa nasional, PT Sucofindo (Persero).
Kerja sama ini dalam meningkatkan kualitas SDM nasional. Kedua belah pihak juga telah meneken Memorandum of Understanding (MoU).
MoU ditandatangani secara daring. MoU ini ditandatangani langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dan Direktur Komersial I PT Sucofindo (Persero) Herliana Dewi.
Herliana Dewi menjelaskan bahwa Sucofindo merupakan salah satu lembaga independen yang ditunjuk pemerintah untuk menilai kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke era Industri 4.0. Terkait hal tersebut, PT Sucofindo dilengkapi layanan 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) sebagai standar acuan yang melibatkan para ahli, pelaku industri, akademisi, dan konsultan.
“Karena itu, PT Sucofindo bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia untuk mengembangkan kerangka kerja melalui riset dan teknologi,” terangnya.
Lebih lanjut, Herliana merincikan bidang-bidang yang dijalankan oleh perusahaan BUMN penyedia jasa tersebut. Di antaranya adalah bidang jasa penilaian yang meningkatkan pemahaman perusahaan akan konsep industri 4.0, jasa arahan strategis arsitektur yang merumuskan arah strategis dan model bisnis perusahaan dalam bertransformasi menuju industri 4.0, serta jasa rencana implementasi dan konsultasi penerapan yang berfokus pada manajemen sistem perusahaan.
Pihaknya berharap penandatanganan nota kesepahaman dengan ITS ini mampu mendukung program pemerintah yang diamanatkan kepada PT Sucofindo dalam mewujudkan industri 4.0 di berbagai sektor. “Kami optimistis ITS dapat menjadi mitra dalam berkolaborasi penyediaan tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya,” tutur Herlina.
Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Mochamad Ashari menyambut kerja sama ini dengan menegaskan kemampuan dan kesiapan institut pimpinannya mengiatkan industri 4.0 di Indonesia. Sebagai contoh, Ashari menyebutkan kerja sama yang pernah dijalin ITS dengan PT KAI dan PT INKA dalam mendesain LRT Palembang, LRT Jakarta, kereta cepat Jakarta – Bandung, serta kereta cepat Jakarta – Surabaya.
“ITS didukung sepuluh pusat riset yang bermuara pada teknologi revolusi industri 4.0,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Ashari mengungkapkan bahwa ITS juga dilengkapi dengan fasilitas Science Techno Park (STP) yang terbagi menjadi empat bidang yaitu otomotif, maritim, teknologi informasi komunikasi dan robotika, serta desain kreatif.
Diungkapkan oleh Ashari, selama ini ITS banyak menghasilkan produk teknologi yang mumpuni. Sebut saja prototipe mobil listrik, mengembangkan kapal nirawak, bahkan memproduksi robot RAISA yang membantu perawatan pasien Covid-19 di 17 rumah sakit di Indonesia.
Ashari pun yakin ITS mampu mendukung PT Sucofindo dalam mempercepat langkah, meningkatkan daya saing, dan meningkatkan kesejahteraan kemanusiaan dalam suasana industri 4.0. “Semoga kolaborasi ini segera membawa kesuksesan bersama bagi kedua belah pihak dan bagi bangsa kita,” tambahnya. (ST05)