• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Februari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Penyebab Paus Terdampar; Karena Ikuti Medan Magnet di Jalur yang Berbelok?

by Redaksi
Minggu, 21 Februari 2021
Ikan paus yang terdampar dan mati di perairan pantai Desa Patereman, Kabupaten Modung, Bangkalan saat bakal dikuburkan,

Ikan paus yang terdampar dan mati di perairan pantai Desa Patereman, Kabupaten Modung, Bangkalan saat bakal dikuburkan,

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Adanya 51 ekor ikan paus yang terdampar di pantai Desa Patereman, Kabupaten Modung, Bangkalan, mengundang sejumlah pertanyaan. Kepala Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Dewi Hidayati SSi MSi memberikan beberapa tanggapan dan jawaban berdasarkan referensi ilmiah terhadap faktor yang mempengaruhi fenomena tersebut dapat terjadi.

Menurut dia, berdasarkan beberapa jurnal dan laporan media massa, dalam periode tertentu ikan paus akan melakukan migrasi yang dilakukan secara berkelompok. Umumnya, paus yang bermigrasi melalui perairan Indonesia adalah jenis paus pilot atau short-finned pilot whale.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Inovasikan Alga Merah untuk Atasi Ruam Kulit

Sedikitnya ada 52 ekor paus yang terdampar tersebut diperkirakan berasal dari perairan Australia dan akan melewati perairan Indonesia. Dalam sebuah jurnal dari journals.org tentang aktivitas migrasi paus mengungkapkan bahwa migrasi akan mencapai puncaknya pada bulan Februari dan Mei.

“Pada penelitian tersebut dan juga beberapa laporan lain menyebutkan bahwa paus umumnya akan melewati jalur yang sama untuk bermigrasi,” ujarnya.

Berbicara tentang kemampuan paus yang bisa mengingat jalur yang dilalui setiap tahunnya, hal ini bisa dilakukan berkat adanya biomagnitit. Dewi menjelaskan, yang dimaksud biomagnitit adalah zat yang berada pada retina cetacea yang mempunyai fungsi sebagai indra magnetis yang membantu mereka mengetahui ke arah mana bergerak.

BACA JUGA:  Tingkatkan Navigasi, Profesor ITS Integrasikan GNSS dengan Berbagai Aspek

“Hal ini membuat paus peka terhadap perubahan medan magnet bumi,” ujarnya.

Dalam sebuah referensi artikel ilmiah berjudul In – depth Whale Navigation: Navigating the Long Way Home karya Robin Marks dikatakan bahwa paus yang mengikuti ‘jalur’ magnet ini kemungkinan besar akan terdampar di daerah yang jalurnya berbelok.

“Kemungkinan termasuk di beberapa perairan pantai Pulau Madura dan kawasan Selat Madura,” jelasnya.

Ia memprediksi, jika perubahan yang terjadi pada navigasi paus bisa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Misalnya cuaca yang ekstrem, gelombang sinar matahari, perubahan garis pantai, paus sakit, dan bisa saja dari aktivitas kilang minyak yang berada di sekitar perairan.

BACA JUGA:  Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Khofifah: Tanggung Jawab dan Moral Jadi Benteng Cegah KKN

“Karena ada juga referensi yang mengatakan bahwa rig (bangunan lepas pantai, red) dijadikan patokan magnetik bagi paus,” imbuhnya.

Salah satu dosen yang merupakan anggota Laboratorium Zoologi dan Rekayasa Hewan Biologi ITS ini menyimpulkan, sebenarnya banyak teori terkait anomali ini, karena banyak kasus yang terjadi. Namun penyebabnya belum diketahui secara pasti. (ST05)

Tags: Ikan PausITSMedan MagnetTerdampar
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Pimpinan dan Segenap Anggota DPRD Kota Surabaya Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026

Senin, 9 Februari 2026
Konferensi pers oleh manajemen PD Kebun Binatang Surabaya.

PDTS KBS Jamin Kesejahteraan Satwa Jadi Prioritas Utama

Minggu, 8 Februari 2026

Puluhan Personel Pemkot Surabaya Turun ke Jalan, Tertibkan Kabel FO Tak Berizin

Minggu, 8 Februari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama

Khofifah Tegaskan Peran Nahdlatul Ulama Sebagai Pilar Persatuan Indonesia

Minggu, 8 Februari 2026

Berita Terkini

Pimpinan dan Segenap Anggota DPRD Kota Surabaya Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026

Senin, 9 Februari 2026
Konferensi pers oleh manajemen PD Kebun Binatang Surabaya.

PDTS KBS Jamin Kesejahteraan Satwa Jadi Prioritas Utama

Minggu, 8 Februari 2026

Puluhan Personel Pemkot Surabaya Turun ke Jalan, Tertibkan Kabel FO Tak Berizin

Minggu, 8 Februari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama

Khofifah Tegaskan Peran Nahdlatul Ulama Sebagai Pilar Persatuan Indonesia

Minggu, 8 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Presiden RI Prabowo Subianto Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

Minggu, 8 Februari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In