• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 1 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Puti Sosialisasikan Tentang Empat Pilar Kebangsaan

by Redaksi
Selasa, 13 Oktober 2020

Surabayatoday.id, Sidoarjo – Kecintaan tanah air di kalangan milenial terus dipupuk oleh wakil-wakil rakyat. Untuk memahami pilar-pilar kebangsaan, cucu Proklamator RI Puti Guntur Soekarno sebagai anggota DPR RI melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika). Sosialisasi ini juga Rony H. Mustamu Ketua Gerakan Pemuda Marhaen Jatim dengan dipandu moderator Aliyuddin, staf Puti Guntur Soekarno.

Dalam sosialisasi ini diikuti oleh berbagai peserta dari milenial hingga orang dewasa, mereka berasal dari PAC PDI Pejuangan Kecamatan Gedangan, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Perwakilan Karang Taruna, Badan-badan partai sidoarjo (Bamusi, Baguna, BPPemilu DPC Partai) dan Sayap Partai (Taruna Merah Puti Sidoarjo), Pemuda Sidoarjo, serta Relawan Garda Puti Soekarno.

BACA JUGA:  Mulai Hari Ini, Pemkot Surabaya Gelar Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal

Mereka ingin mendalami pilar-pilar kebangsaan, dengan begitu rasa cinta terhadap pilar bangsa akan tumbuh dalam dada. Tumbuhnya kecintaan terhadap negara akan menjadikan negara semakin kuat. “Pendidikan Pancasila menjadi pintu masuk kita untuk generasi muda,” kata Puti dalam penyampaiannya secara virtual.

Puti mengatakan, untuk bisa menumbuhkan ideologi negara ini, pendidikan karakter menjadi salah satu kunci. Untuk itu, pendidikan Pancasila harus masuk dalam semua lini mata pelajaran yang ada di SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi (PT).

BACA JUGA:  Tanding di FORDA 1 Jatim, Surabaya Bidik Juara Umum

Cara ini, lanjut dia, akan menjadikan generasi muda mampu memahami ideologi Pancasila. “Dulu kan ada pendidikan Pancasila tersendiri, kemudian diganti kewarganegaraan. Seharusnya, pendidikan Pancasila harus tetap ada,” tutur dia.

Selain itu, Undang-Undang Dasar 1945 atau yang disingkat UUD 1945 menjadi pilar kedua yang menyangga kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat luas dapat memahami makna yang dimaksudkan dalam teks pembukaan UUD 1945. Pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945 merupakan batang tubuh.

“Karena itu, jika tidak memahami makna dari teks pembukaan UUD 1945 tidak akan mungkin bisa mengevaluasi batang tubuh yang menjadi derivatnya,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unair Diusulkan KKN di Pondok Pesantren

Sementara NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah bentuk negara yang dimiliki Indonesia. Sebelumnya, para pendiri bangsa memiliki banyak pertimbangan untuk memiliki NKRI sebagai bentuk negara Indonesia.

Pertimbangan utamanya adalah karena strategi devide et impera (pecah belah) yang dimiliki Belanda mampu membuat mereka bertahan selama 350 tahun menjajah Indonesia. Pada masa itu Indonesia masih terpecah belah dalam bentuk kerajaan.

“Pertimbangan para pendiri bangsa terbukti mampu membuat Indonesia lebih kokoh dan tidak mudah terpecah belah. Setelah berbentuk negara kesatuan taktik pecah belah Belanda dapat dipatahkan dengan mudah,” ucap Puti. (ST01)

Tags: Pilar KebangsaanPutiSosialisasi
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Inovasikan Desain Kemasan lewat Teknologi AI, Sukses Raih Doktor di ITS

Jumat, 1 Mei 2026

Paripurna DPRD Jatim “Bedah” Gaji Direksi BUMD, Tak Sejalan dengan Kinerja

Kamis, 30 April 2026
KRI Bima Suci unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II yang sedang mengemban misi muhibah diplomasi duta bangsa bersama Satgas Lattek Kartika Jala Krida saat sandar di Changi Naval Base, Singapura.

KRI Bima Suci Tiba di Singapura dalam Pelayaran Muhibah

Kamis, 30 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan  dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Yang Mulia Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo.

Gubernur Khofifah Melakukan Pertemuan  dengan Dubes RI Untuk Malaysia YM. Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, Ini yang Dibahas

Kamis, 30 April 2026

Berita Terkini

Inovasikan Desain Kemasan lewat Teknologi AI, Sukses Raih Doktor di ITS

Jumat, 1 Mei 2026

Paripurna DPRD Jatim “Bedah” Gaji Direksi BUMD, Tak Sejalan dengan Kinerja

Kamis, 30 April 2026
KRI Bima Suci unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II yang sedang mengemban misi muhibah diplomasi duta bangsa bersama Satgas Lattek Kartika Jala Krida saat sandar di Changi Naval Base, Singapura.

KRI Bima Suci Tiba di Singapura dalam Pelayaran Muhibah

Kamis, 30 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan  dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Yang Mulia Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo.

Gubernur Khofifah Melakukan Pertemuan  dengan Dubes RI Untuk Malaysia YM. Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, Ini yang Dibahas

Kamis, 30 April 2026
Pelepasan calon jemaah haji berlangsung khidmat di gedung Graha PWI Jawa Timur di Surabaya.

Pengurus PWI Jawa Timur Lepas Keberangkatan 11 Orang Calon Jemaah Haji yang Terdiri dari wartawan dan pengurus PWI

Kamis, 30 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In