SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pembinaan sepak bola usia dini tak cukup hanya mengandalkan latihan rutin dan pengamatan pelatih. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendorong pendekatan berbasis sport science melalui tes fisik dan penerapan teknologi GPS tracking di UNESA FC Academy.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan dosen dan mahasiswa UNESA tersebut digelar di Lapangan Sepak Bola UNESA Kampus Lidah Wetan, Surabaya. Kegiatan ini dipimpin Ketua Tim PKM, I Dewa Made Aryananda Wijaya Kusuma, bersama tim dosen dan mahasiswa.
Program tersebut berfokus pada optimalisasi laporan performa pemain melalui tes fisik dan pemanfaatan teknologi modern. Langkah ini menjadi upaya memperkuat sistem pembinaan agar evaluasi pemain lebih terukur, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan atlet.
Dalam kegiatan tersebut, para pemain menjalani serangkaian tes fisik untuk mengukur kapasitas aerobik, anaerobik, kecepatan, kelincahan, hingga daya tahan.
Pengukuran itu diperkuat teknologi GPS tracking Catapult untuk memantau aktivitas dan pergerakan pemain di lapangan. Sementara itu, perangkat Polar H10 digunakan untuk membantu memantau respons tubuh dan beban internal pemain selama beraktivitas.
Data yang terkumpul selanjutnya diolah menjadi Player Performance Report atau laporan performa individu. Laporan ini diharapkan memberikan gambaran lebih terperinci mengenai kondisi fisik dan perkembangan setiap pemain.
Ketua Tim PKM UNESA, I Dewa Made Aryananda Wijaya Kusuma, menjelaskan bahwa data hasil tes fisik dan pemantauan GPS akan diintegrasikan ke dalam basis data performa pemain.
Data tersebut kemudian diserahkan kepada jajaran pelatih sebagai panduan objektif dalam merancang program latihan yang lebih efisien, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia.
Melalui pendekatan ini, pelatih diharapkan dapat mengevaluasi kondisi fisik pemain berdasarkan data hasil pengukuran, sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan dalam program latihan.
Tinggalkan Evaluasi Subjektif
Penerapan sport science menjadi langkah untuk memperkuat proses evaluasi yang sebelumnya banyak mengandalkan pengamatan langsung pelatih.
Dengan dukungan data kuantitatif, proses pemantauan performa pemain dapat dilakukan secara lebih sistematis. Hasil pengukuran juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyesuaikan program latihan dengan kebutuhan setiap kelompok usia.
Pendekatan tersebut penting dalam pembinaan sepak bola usia dini. Setiap pemain memiliki karakteristik dan perkembangan fisik yang berbeda sehingga program latihan perlu disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Melalui laporan performa individu, perkembangan pemain diharapkan dapat dipantau secara berkala sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
Orang Tua Apresiasi Penggunaan Teknologi
Program PKM tersebut mendapat sambutan positif dari para pelatih, pemain, hingga orang tua atau wali murid UNESA FC Academy.
Para orang tua mengapresiasi penerapan teknologi dalam proses pembinaan karena memberikan gambaran lebih terperinci mengenai perkembangan fisik, kebugaran, dan potensi anak-anak mereka.
Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara akademi, pelatih, dan keluarga untuk mendukung perkembangan pemain muda.
Program ini sekaligus mempertegas kontribusi UNESA dalam mendukung kemajuan sepak bola melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan mengintegrasikan tes fisik, GPS tracking Catapult, serta pemantauan beban internal menggunakan Polar H10, UNESA FC Academy berupaya memperkuat fondasi pembinaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Penerapan sport science diharapkan tidak hanya membantu pelatih mengevaluasi performa pemain, tetapi juga mendukung penyusunan program latihan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan masing-masing atlet muda.(ST11)


Tinggalkan Balasan