SURABAYATODAY.ID, BLITAR – Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Pangdam V/Brawijaya berziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Jumat (25/9). Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dalam suasana khidmat, Emil memanjatkan doa dan menaburkan bunga di pusara Bung Karno. Menurutnya, ziarah menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendiri bangsa sekaligus meneguhkan tanggung jawab generasi penerus dalam menjaga kemerdekaan.
“Dalam setiap langkah, apalagi pada peringatan besar di negara kita, kita harus tetap mengenang jasa founding father kita, Sang Proklamator. Dengan perkembangan dan pembangunan Jawa Timur yang semakin baik dan maju, kita tidak akan berada di sini tanpa para pendahulu kita,” kata Emil.
Emil mengatakan, sejarah TNI tidak dapat dipisahkan dari perjuangan pada awal kemerdekaan. Kurang dari sepekan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk sebagai cikal bakal TNI. Pada 5 Oktober 1945, pemerintah kemudian membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Setelah melalui beberapa perubahan organisasi, Tentara Nasional Indonesia resmi berdiri pada 3 Juni 1947. Emil menjelaskan, Bung Karno memiliki peran dalam penyatuan tentara dan laskar-laskar perjuangan rakyat ke dalam TNI.
“Ziarah ini bagi TNI bukan sekadar mengunjungi makam pahlawan, tetapi juga mengenang Bung Karno sebagai tokoh penting dalam sejarah pembentukan TNI. Saya yakin, tanpa Bung Karno, perjalanan TNI tidak akan seperti sekarang,” tuturnya.
Bagi Emil, mengenang pendiri bangsa juga berarti meneruskan semangat pengabdian mereka. Ia mengapresiasi prajurit TNI yang selama 81 tahun telah menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia berharap TNI terus mengabdi bagi bangsa, baik di darat, laut, maupun udara, serta menjaga stabilitas yang menjadi salah satu landasan penting bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan.
“Saya percaya bahwa tanggal 5 Oktober setiap tahunnya itu bukan sekedar memperingati pembentukan TNI pertama kali, tapi juga penghormatan terhadap jasa mereka. Ini momentum untuk menghargai mereka yang menjaga stabilitas negara. Semoga TNI terus kuat dan senantiasa hadir untuk Indonesia,” katanya. (ST02)


Tinggalkan Balasan