SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan mekanisme Musyawarah Kelurahan (Muskel) untuk memastikan pemutakhiran data kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa Muskel tidak boleh lagi sekadar menjadi agenda rapat formalitas harian. Muskel harus menjadi ruang verifikasi faktual secara mendetail yang melibatkan kesepakatan langsung bersama warga.
“Bapak Wali Kota, Eri Cahyadi ingin memastikan Muskel tidak hanya seperti biasanya hanya sekadar rapat menentukan siapa yang keluar dan masuk data. Verifikasi harus dilakukan satu per satu dan disepakati bersama warga di lapangan,” ujar Antiek, Senin (14/9/2026).
Langkah ini diambil untuk mengoreksi ketidaksesuaian data desil kemiskinan (P3KE), di mana masih ditemukan warga mampu masuk dalam kategori miskin (desil 1), sementara warga yang tergolong miskin justru berada di kelompok desil mampu (desil 6–10).
“Melalui Muskel yang dijalankan, kelayakan penerima bantuan dikaji secara terbuka agar tidak ada lagi kecemburuan sosial atau prasangka di masyarakat,” katanya imbuhnya.
Antiek menjelaskan, Muskel menjadi wadah untuk memutuskan mana warga yang sudah mampu dan tidak memerlukan bantuan. Sebaliknya, warga yang benar-benar membutuhkan akan diusulkan secara resmi.
“Hasil dari Muskel disahkan melalui Berita Acara kesepakatan bersama yang menjadi landasan evaluasi Pemkot Surabaya untuk diteruskan dan diusulkan ke pemerintah pusat,” terangnya.
Menurutnya, proses terbuka ini memangkas stigma atau anggapan bahwa bansos hanya disalurkan kepada kerabat pengurus RT, RW, maupun Kelurahan.
“Mekanisme Muskel ini berbeda dengan proses sanggahan bansos yang telah berjalan sebelumnya. Muskel diposisikan sebagai wadah pembenahan data kemiskinan berkelanjutan yang idealnya digelar secara rutin setiap bulan untuk menjaga akurasi data di tingkat akar rumput,” tandasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turun langsung memimpin jalannya Muskel yang digelar di RW 5 Wonorejo, Kelurahan Tegalsari, Jumat (11/9/2026).
Dalam paparannya, Wali Kota Eri menegaskan tidak lagi menjadikan pengkategorian desil sebagai satu-satunya acuan tunggal untuk penyaluran bantuan, melainkan beralih pada verifikasi faktual yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga dan pemuda setempat.
Pada Muskel tersebut, verifikasi data dilakukan secara terbuka di hadapan seluruh warga RT 9 RW 5 Wonorejo. Seluruh peserta yang hadir diajak menyisir satu per satu daftar nama calon penerima bantuan untuk memastikan kelayakannya.
Untuk menjalankan program ini, Wali Kota Eri juga menggandeng jajaran Karang Taruna Arek Surabaya Asli (Arsas) untuk mengawal keterbukaan data di lapangan. (ST01)


Tinggalkan Balasan