SURABAYATODAY.ID, PROBOLINGGO – Mahasiswa KKN di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Patemon, Krenjengan, Kabupaten Probolinggo, mengembangkan aplikasi digital bernama Si Makan untuk membantu pengelolaan dan pencatatan keuangan kantin pesantren.
Program tersebut dibuat setelah mahasiswa menemukan belum adanya sistem pencatatan arus keuangan yang terstruktur, termasuk transaksi santri yang dilakukan menggunakan sistem bon.
Pengembangan Si Makan berawal dari hasil survei mahasiswa KKN terhadap kondisi pengelolaan kantin pondok.
Dalam survei tersebut, mahasiswa menemukan bahwa pemasukan dan pengeluaran kantin belum dicatat secara sistematis. Kondisi ini membuat pengelola kesulitan melakukan rekapitulasi dan mengetahui kondisi arus kas kantin secara berkala.
Selain pencatatan pemasukan dan pengeluaran, sistem pembayaran menggunakan bon juga menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan.
Santri dapat mengambil makanan atau kebutuhan di kantin dan melakukan pembayaran di kemudian hari. Namun, transaksi tersebut sebelumnya belum memiliki pencatatan yang terstruktur sehingga beberapa pembayaran berisiko terlupakan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN mengembangkan Si Makan sebagai aplikasi khusus untuk membantu pengelola kantin mencatat transaksi secara digital.
Aplikasi ini dirancang untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran serta membantu mendokumentasikan transaksi bon santri dalam satu sistem.
Melalui Si Makan, transaksi yang terjadi di kantin dapat langsung dicatat sehingga pengelola memiliki rekapan keuangan yang lebih terstruktur. Data tersebut dapat digunakan untuk memantau jumlah pemasukan, pengeluaran, serta transaksi yang masih memiliki kewajiban pembayaran.
Fitur pencatatan transaksi bon juga menjadi bagian penting dalam aplikasi Si Makan. Setiap transaksi bon dapat dimasukkan ke dalam sistem sehingga pengelola dapat mengetahui siapa yang memiliki tanggungan dan transaksi apa saja yang belum diselesaikan.
Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual dan ingatan pengelola.
Digitalisasi melalui Si Makan juga menjadi upaya mahasiswa KKN untuk meningkatkan pengelolaan administrasi kantin Pondok Pesantren Darut Tauhid.
Dengan adanya pencatatan digital, data transaksi dapat tersimpan dalam satu sistem dan lebih mudah digunakan ketika melakukan pengecekan maupun evaluasi keuangan.
Program ini diharapkan dapat membantu pengelola kantin dalam mengontrol arus keuangan secara lebih teratur.
Si Makan juga diharapkan dapat terus digunakan setelah kegiatan KKN selesai sehingga pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan transaksi bon dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan Pondok Pesantren Darut Tauhid.


Tinggalkan Balasan