SURABAYATODAY.ID, SIDOARJO – Gelora Putra Delta (GPD) menunjukkan komitmennya dalam membangun fondasi sepak bola usia dini melalui rangkaian Anniversary GPD yang digelar pada Minggu (2/8/2026). Sebanyak 35 pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Sidoarjo mengikuti coaching clinic, sementara 70 tim SSB kelompok umur KU-8, KU-10, dan KU-12 ambil bagian dalam festival sepak bola usia dini.

Kegiatan tersebut menjadi ajang peningkatan kapasitas pelatih sekaligus ruang kompetisi yang sehat bagi ratusan pesepak bola muda. Coaching clinic menghadirkan Coach David yang membagikan materi mengenai metode pembinaan pemain usia dini, pengembangan teknik dasar, hingga pembentukan karakter dan mental bertanding.

Ketua Panitia Anniversary GPD, Achmad Shoiril, mengatakan pembinaan sepak bola tidak cukup hanya melalui kompetisi, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas pelatih sebagai ujung tombak pembinaan.

«”Melalui coaching clinic ini kami ingin para pelatih mendapatkan ilmu yang bisa langsung diterapkan di SSB masing-masing. Harapannya, pembinaan usia dini di Sidoarjo semakin berkualitas dan mampu melahirkan pemain-pemain potensial di masa depan,” kata Achmad Shoiril.»

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta yang mencapai 70 tim menjadi bukti bahwa gairah pembinaan sepak bola usia dini di Sidoarjo terus berkembang.

«”Anniversary GPD kami jadikan momentum untuk menyatukan seluruh insan sepak bola usia dini. Semoga kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat bagi pelatih, pemain, maupun SSB di Sidoarjo,” ujarnya.»

Sementara itu, Coach David menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan pemain tidak hanya diukur dari kemenangan saat bertanding, melainkan dari proses pembentukan karakter dan kemampuan dasar.

«”Tugas pelatih usia dini adalah membangun fondasi teknik, karakter, disiplin, dan kecintaan anak terhadap sepak bola. Jika proses pembinaannya benar, prestasi akan datang dengan sendirinya,” ujar Coach David.»

Selain coaching clinic, festival sepak bola usia dini berlangsung semarak dengan diikuti 70 tim dari berbagai SSB di Kabupaten Sidoarjo. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarpembina sepak bola serta memberikan pengalaman bertanding bagi para pemain muda sebagai bekal menuju jenjang yang lebih tinggi.(ST11)