SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Timur Isye Sri Rahayu Adhy Karyono mendorong peningkatan kapasitas dan pemberdayaan perempuan melalui pengembangan usaha ekonomi kreatif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar dan Pelatihan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kemandirian Ekonomi Keluarga yang diselenggarakan DWP Provinsi Jawa Timur di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (22/10).
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun keluarga yang tangguh dan sejahtera. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan keluarga, tapi juga melalui kemampuan mengelola sumber daya,” kata Isye.
“Jadi, sebagai perempuan, sesuai dengan slogan kita, DWP ini harus sehat dan berdaya. Dan kita juga harus mengimbangkan potensi diri dan tentunya menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Isye menjelaskan, keterampilan sederhana yang dimiliki perempuan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, perempuan perlu terus mengasah kreativitas, meningkatkan pengetahuan, serta mempelajari kebutuhan pasar dan strategi pemasaran yang tepat.
Menurutnya, kegiatan usaha dapat dirintis dari rumah dengan memanfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki serta jejaring pertemanan di lingkungan sekitar.
“Tentunya keterampilan itu tidak usah susah-susah. Keterampilan yang sederhana pun bisa menjadi peluang usaha. Ada yang mulai dari rumah, kemudian juga memanfaatkan pertemanan di kantor atau teman arisan. Atau untuk ibu-ibu yang suka nganter anak-anak sekolah, daripada ngumpul dan sekedar ngerumpi, bisa ngerumpi yang sifatnya kreatif dan tentunya produktif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Isye mengingatkan bahwa semangat berwirausaha perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap permintaan dan kebutuhan konsumen. Selain memanfaatkan teknologi, pelaku usaha perlu memperhatikan pengembangan merek, strategi pemasaran, serta kemasan agar produk memiliki daya tarik dan mampu bersaing.
“Karena itu semangat berusaha perlu dibarengi dengan pengetahuan, keterampilan. Nah, ini saatnya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, kemudian nanti adanya inovasi-inovasi mungkin terinisiasi atau terinspirasi dari pertemuan ini, serta kemampuan untuk membaca pasar di tempat ibu masing-masing,” tuturnya.
Melalui seminar dan pelatihan tersebut, Isye berharap anggota DWP memperoleh wawasan praktis untuk merintis maupun mengembangkan usaha. Pengetahuan yang didapat perlu diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan, sumber daya, dan kebutuhan masing-masing.
Pemanfaatan keterampilan juga dapat dimulai untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Selain membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, langkah tersebut dapat menjadi sarana belajar sebelum produk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
“Melalui seminar ini saya berharap anggota DWP memperoleh wawasan praktis untuk memulai usaha maupun meningkatkan usaha yang sudah berjalan. Pengetahuan tentang pengembangan produk dan pemasaran akan menjadi lebih bermanfaat apabila diterapkan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan dan tentunya kebutuhan masing-masing. Minimal bisa dipakai sendiri kalaupun tidak dijual, itu juga sebetulnya langkah irit dalam berumah tangga,” ungkapnya.
Seminar dan Pelatihan Kewirausahaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 DWP tahun 2026. Kegiatan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan mengenai peningkatan kualitas produk, pengembangan usaha, dan perluasan pemasaran untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi bertajuk “Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Melalui Standarisasi, Kemasan, dan Perluasan Akses Pasar”.
Turut hadir sebagai pembicara, CEO Botega.id Evelinne Wijaya yang membawakan materi “Dari Ide Menjadi Usaha: Inovasi Produk dan Strategi Pemasaran untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga. (ST02)


Tinggalkan Balasan