SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya terus bersinergi dalam mendukung program pemerintah pusat sebagai upaya percepatan 1 juta vaksin per hari. Salah satu sinergitas ini diimplementasikan dengan menyelenggarakan vaksinasi massal di Gelora 10 Nopember (G10N).
Sejak pertama digelar pada Selasa (6/7) lalu, antusiasme masyarakat yang datang cukup tinggi. Petugas terus mengatur para peserta vaksin yang berada di dalam tribun agar saling menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan.
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan bahwa ketika seluruh tribun sudah penuh, maka petugas akan mengarahkan peserta yang masih di luar stadion untuk kembali datang saat siang atau sore hari. Hal ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan serta mencegah terjadinya penumpukan.
“Karena hari ini pukul 15.30 WIB pun, kondisinya cukup landai,” kata Febriadhitya.
Karena itu, Febri kembali mengimbau kepada masyarakat apabila ingin mengikuti vaksinasi dengan kondisi landai, agar bisa datang saat siang atau sore hari. Apalagi dari hasil evaluasi selama tiga hari berjalan, pada pukul 13.30 WIB atau 15.30 WIB, peserta yang datang cukup landai. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena vaksinasi massal di G10N berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
“Ini juga demi kenyamanan bersama, apalagi sekarang masa PPKM Darurat,” ungkap dia.
Febri menjelaskan, bahwa warga Surabaya yang ingin mengikuti vaksinasi massal di G10N cukup membawa foto copy KTP. Sedangkan bagi warga luar daerah yang tinggal di Surabaya, bisa membawa copy KTP beserta surat domisili dari RT/RW setempat.
Sementara untuk formulir vaksin, sudah disediakan oleh petugas secara gratis di lokasi. “Datang saja cuma bawa foto copy KTP. Formulir sudah disediakan oleh petugas di lokasi, tidak ada yang berbayar. Jadi hati-hati kalau ada oknum-oknum yang memperjualbelikan formulir,” tegasnya.
Menurut Febri, pelaksanaan vaksinasi massal ini sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan herd immunity atau kekebalan tubuh masyarakat. Harapannya, penularan Covid-19 bisa dicegah dan diminimalisir. “Jadi vaksinasi ini sebagai salah satu ikhtiar pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya. (ST01)





