• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 17 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Sinergi Industri Pengamanan 2026: ABUJAPI Jatim Dorong Digitalisasi dan Ketangguhan Bisnis Berbasis Regulasi Baru

by Redaksi
Kamis, 16 April 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – ABUJAPI Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri jasa pengamanan melalui akselerasi digitalisasi, ketangguhan bisnis, serta harmonisasi regulasi dan perizinan berbasis risiko dalam gelaran Sinergi Industri Pengamanan 2026.

Forum ini menjadi ruang strategis bagi pelaku Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) untuk merespons perubahan besar dalam lanskap industri, khususnya terkait implementasi regulasi baru yang semakin menuntut profesionalisme dan adaptasi teknologi.

Salah satu fokus utama dalam dialog adalah implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 yang membawa perubahan signifikan dalam sistem perizinan nasional melalui Online Single Submission (OSS).

Regulasi ini dinilai sebagai tonggak penting dalam reformasi birokrasi perizinan, sekaligus tantangan baru bagi pelaku industri pengamanan.

BACA JUGA:  Diganjar Penghargaan ASEAN Environtmentally Sustainable City (ESC), Inilah Upaya yang Sudah Dilakukan Pemkot Surabaya

Ketua Umum ABUJAPI Jatim, Musfiroh Agus Sumitro menegaskan bahwa perubahan regulasi ini harus dijadikan momentum transformasi industri.

“PP Nomor 28 Tahun 2025 menuntut pelaku BUJP tidak sekadar patuh administrasi, tetapi mampu menunjukkan manajemen risiko yang kuat dan terukur. Inilah saatnya kita berbenah, memperkuat tata kelola, dan mempercepat digitalisasi sebagai fondasi utama ketangguhan bisnis,” ujarnya.

Dari sisi kepolisian,Kakorbinmas Baharkam Polri Kalingga Rendra Raharja menekankan pentingnya sinergi antara industri pengamanan dan aparat negara dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Regulasi berbasis risiko melalui OSS adalah langkah maju. Namun implementasinya harus diimbangi dengan kesiapan SDM, sistem pengawasan, serta komitmen kuat dari seluruh BUJP untuk menjaga standar operasional dan profesionalisme,” tegasnya.

BACA JUGA:  Sekdaprov Jatim Dorong Digitalisasi Seluruh Aspek Layanan Berdampak Langsung pada Masyarakat

Sementara itu, Dirbinmas Polda Jatim Kombespol Eko Santoso menyoroti aspek pembinaan dan peningkatan kualitas tenaga pengamanan.
“Industri pengamanan tidak bisa lepas dari peran sumber daya manusia. Selain investasi teknologi, kesejahteraan dan kompetensi tenaga kerja harus menjadi prioritas agar kualitas layanan keamanan semakin meningkat dan dipercaya masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan dari dunia usaha juga menguat. Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Andik Dwi Putranto menilai bahwa transformasi industri pengamanan sejalan dengan kebutuhan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.

“Industri pengamanan merupakan bagian penting dalam ekosistem bisnis. Dengan regulasi berbasis risiko dan digitalisasi, kita mendorong terciptanya kepastian usaha, efisiensi, serta peningkatan kepercayaan investor terhadap Jawa Timur sebagai tujuan investasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Digitalisasi dan Tim Khusus Jadi Kunci Pemkot Surabaya Gencarkan Pemanfaatan Aset

Selain harmonisasi regulasi, investasi pada teknologi menjadi kunci utama. Digitalisasi sistem operasional, pemanfaatan data, serta integrasi platform berbasis teknologi diyakini mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri pengamanan di era modern.

Tak kalah penting, forum ini juga menghasilkan konsensus strategis Jawa Timur sebagai pijakan bersama dalam membangun ekosistem industri pengamanan yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan.

Dengan dorongan digitalisasi, penguatan regulasi, serta komitmen terhadap kesejahteraan tenaga kerja, Sinergi Industri Pengamanan 2026 diharapkan menjadi titik balik menuju industri jasa pengamanan yang modern, tangguh, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.(ST11)

Tags: ABUJAPI JatimDigitalisasiKetangguhan BisnisRegulasi BaruSinergi Industri
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

ISOPLUS Marathon 2026 Digeber, Wali Kota Eri Bidik 10 Ribu Pelari Dongkrak Ekonomi Surabaya

Kamis, 16 April 2026

Pemkot Surabaya Dongengkan ‘7 Kebiasaan Baik + 2’ untuk Bentuk Karakter Arek Suroboyo

Kamis, 16 April 2026

Didominasi Anak Muda, 20 Pelaku Vandalisme Terjaring di Surabaya

Kamis, 16 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Ingatkan Lagi Jajaran PD Agar Output dan Outcome Disampaikan Lewat Website dan Media

Kamis, 16 April 2026

Berita Terkini

Sinergi Industri Pengamanan 2026: ABUJAPI Jatim Dorong Digitalisasi dan Ketangguhan Bisnis Berbasis Regulasi Baru

Kamis, 16 April 2026

ISOPLUS Marathon 2026 Digeber, Wali Kota Eri Bidik 10 Ribu Pelari Dongkrak Ekonomi Surabaya

Kamis, 16 April 2026

Pemkot Surabaya Dongengkan ‘7 Kebiasaan Baik + 2’ untuk Bentuk Karakter Arek Suroboyo

Kamis, 16 April 2026

Didominasi Anak Muda, 20 Pelaku Vandalisme Terjaring di Surabaya

Kamis, 16 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Ingatkan Lagi Jajaran PD Agar Output dan Outcome Disampaikan Lewat Website dan Media

Kamis, 16 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In