• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 1 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Pengunjung KBS Tembus 2,1 Juta, PDTS Siapkan Restocking Komodo ke Habitat Asli

by Redaksi
Jumat, 13 Februari 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mencatat peningkatan jumlah pengunjung dalam dua tahun terakhir. Tren kunjungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya tersebut menunjukkan pertumbuhan positif jika dibandingkan antara tahun 2024 hingga akhir 2025.

“Apabila dikomparasikan di tahun 2024 sampai akhir tahun 2025, kami memang mengalami peningkatan pengunjung kurang lebih 5-10 persen,” ujar Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, Jumat (13/2/2026).

Pada tahun 2024, total pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) tercatat sekitar 1.994.000 orang. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2025 menjadi sekitar 2.101.000 pengunjung, atau bertambah lebih dari 100 ribu orang dalam setahun.

Selain peningkatan jumlah pengunjung, Nurika menyampaikan bahwa PDTS KBS juga terus melakukan pengembangan wahana dan koleksi satwa sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan dan daya tarik wisata.

BACA JUGA:  Kebun Binatang Surabaya Sudah Buka, Hari Pertama Didatangi 2 Ribu Pengunjung

“Saat ini wahana terbaru kami ada gokart dan kereta hutan. Kalau untuk satwa, penambahannya terakhir ini ada beberapa kelahiran jenis satwa, di antaranya kapibara yang memang secara perkembangan juga termasuk cepat,” jelas Nurika.

Ia mengungkapkan, populasi kapibara di Kebun Binatang Surabaya mengalami peningkatan signifikan dalam waktu relatif singkat. Dari yang awalnya hanya sepasang, jumlahnya kini berkembang pesat.

“Saat ini sudah berjumlah kurang lebih ada delapan. Percepatannya seperti itu, nah ini juga kami mengupayakan paling tidak perkembangbiakan untuk satwa jenis lainnya, sehingga ke depannya regenerasi satwa ini terus berputar,” ujarnya.

Dalam aspek konservasi, PDTS KBS juga tengah menyiapkan rencana pelepasliaran atau restocking komodo ke habitat aslinya. Rencana tersebut menyasar wilayah alami komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

BACA JUGA:  KRI Teluk Ende Angkut Bantuan dari Balikpapan ke Mamuju dan Majene

“Kebetulan saat ini komodo. Kami ada beberapa yang memang rencana kami usulkan untuk di-restocking ke habitatnya, entah itu di Pulau Komodo atau Pulau Flores,” kata Nurika.

Pada tahap awal, jumlah komodo yang diusulkan untuk dilepasliarkan diperkirakan sekitar empat hingga lima ekor. Terkait jenis kelamin komodo yang akan dilepasliarkan, pihak PDTS KBS masih melakukan identifikasi serta persiapan lanjutan untuk memastikan satwa siap kembali ke alam liar.

“Ini masih kita identifikasi, kira-kira yang memang siap kita lepaskan itu ada sex ratio seperti apa. Dikarenakan kan kita harus melakukan perawatan dulu, menghabituasi untuk dilepaskan ke alam yang sudah siap atau layak lepas liar,” jelasnya.

Nurika juga menyampaikan bahwa KBS saat ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangbiakan komodo di Indonesia dengan jumlah populasi yang cukup besar. “Paling tidak sampai sekarang kurang lebih kita sudah ada sekitar 80 ekor komodo,” katanya.

BACA JUGA:  ITS Buka Peluang Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Prestasi dan IUP Gelombang II

Menurutnya, sebagian besar komodo tersebut berada pada fase remaja hingga dewasa. “Rata-rata paling tidak mix campur, sudah remaja ke atas, dewasa,” imbuhnya.

Terkait prosedur pelepasliaran, PDTS KBS telah mengajukan usulan resmi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk kemudian diteruskan ke kementerian terkait. “Kami sudah ajukan ke BKSDA Jatim untuk diusulkan ke Kementerian,” terangnya.

Meski belum dapat memastikan waktu realisasi, Nurika optimistis proses tersebut akan berjalan mengingat komodo merupakan satwa prioritas nasional. “Kemungkinan besar pasti realisasi. Karena komodo ini salah satu-satu satwa prioritas,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Habitat AsliKBSKebun Binatang SurabayaKomodo
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto ilustrasi

Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah Pasca Lebaran 2026, Harga Sembako Ditekan

Rabu, 1 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026

Kena Razia, 11 Lyn Surabaya Digembok di Joyoboyo

Rabu, 1 April 2026

Berita Terkini

Foto ilustrasi

Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah Pasca Lebaran 2026, Harga Sembako Ditekan

Rabu, 1 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026

Kena Razia, 11 Lyn Surabaya Digembok di Joyoboyo

Rabu, 1 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

WFH ASN Berlaku Tiap Jumat

Rabu, 1 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In