• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 23 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kisah Ibra Maulana: Semangat Baja Terus Belajar, Ringankan Beban Ayah Berkat Beasiswa Pemuda Tangguh Pemkot Surabaya

by Redaksi
Sabtu, 11 Oktober 2025
Ibra Maulana bersama ayahnya.

Ibra Maulana bersama ayahnya.

SURABAYATODAYMID, SURABAYA –;Di balik dinding-dinding gang padat penduduk kawasan Morokrembangan, Kalianak, Surabaya, tersimpan kisah inspiratif seorang pemuda tangguh. Ia adalah Ibra Maulana (21), yang hidup dalam kesederhanaan bersama ayahnya, Rawi (50) yang merupakan seorang penjual garam.

Meskipun tantangan ekonomi menghadang, semangat Ibra untuk menempuh pendidikan sampai bangku kuliah tak pernah padam. Kegigihannya berbuah manis setelah berhasil meraih beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemerintah Kota Surabaya, sebuah bantuan yang membantu mewujudkan cita-citanya dan meringankan beban sang ayah dari segi ekonomi.

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semester 5 ini, menceritakan bahwa informasi beasiswa pemuda tangguh pertama kali diketahui melalui informasi seorang temannya. Pertama kali mendaftar beasiswa pada semester tiga dirinya belum berhasil, tetapi ia tak menyerah dan kembali mendaftar pada semester selanjutnya dan akhirnya dinyatakan lolos.

“Awalnya itu masuk kuliah ikut Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) terus keterima. Setelah itu, semester tiga itu diberitahu temanku ada Beasiswa Pemuda Tangguh, tapi belum keterima. Yang semester empat ini alhamdulillah keterima,” cerita Ibra, Sabtu (11/10/2025).

Bagi Ibra dan ayahnya, beasiswa ini memberikan dampak yang signifikan untuk meringankan beban ekonomi. Sebab, Sejak SMP hingga SMK, Ibra yang bersekolah di sekolah negeri tidak terbebani biaya SPP. Namun, ketika kuliah pembiyaan harus dilakukan secara mandiri. “Dampak yang paling aku rasa itu kayak tidak membebani orang tua, terutama ayah. Jadi ini sedikit meringankan, ayah juga tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk saya,” ungkap Ibra.

BACA JUGA:  Proyek Surabaya Regional Railway Line Ditarget Selesai Tahun 2027

Tak hanya meringankan beban keluarga, Ibra juga menabung sebagian dana beasiswa yang diberikan untuk membeli laptop sebagai penunjang kuliahnya. Melalui uang beasiwa itu pula, Ibra dapat membantu ayahnya membayar Wi-Fi internet di rumahnya. “Alhamdulillah, bisa beli laptop itu dari hasil menambung uang saku beasiswa. Jadi beasiswa itukan dapat untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang saku. Nah, uang saku itu saya tabung sebagian,” papar Ibra.

Ditengah kesederhanaan, Ibra membuktikan bahwa dirinya bisa berprestasi. Buktinya, mahasiswa yang gemar berolahraga ini, mampu mempertahankan IPK tinggi, dengan IPK terakhir 3,78. Nilai ini, juga menjadi salah satu upayanya untuk terus mempertahankan beasiswa yang sudah didapatkan.

“Sekarang ini harus benar-benar rajin dan giat belajar. Karena kalau mau beasiswanya lanjut, nilainya (IPK) harus diatas 3. Jadi harus terus bersemangat,” ucapnya sambil tersenyum.

BACA JUGA:  3.041 Warga Penuhi Nafkah, NIK Kembali Diaktifkan Pemkot Surabaya

Tak hanya aktif di kampus, Ibra ingin bermanfaat di kampungnya melalui Karang Taruna. Dirinya juga turut menginisiasi perlombaan atau kegiatan yang bisa dilakukan untuk membuat anak-anak disekitar wilayahnya semakin kreatif. “Saya senang ikut kegiatan di kampung, mengajari anak-anak bikin lomba untuk mereka juga sering,” imbunya.

Di sisa tiga semester kuliahnya, Ibra bertekad untuk lulus tepat waktu demi meraih cita-cita bekerja sebagai engineer di Jepang. Keinginan inipun didukung penuh oleh sang ayah yang bangga melihat semangat dari putranya. “Saya ingin jadi engineer dan bekerja di luar negeri, inginnya ke Jepang,” ujar Ibra.

Sementara itu, ayah Ibra, Rawi merasakan betul perubahan signifikan ekonomi dari sebelumnya. Kini, ia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk UKT sekitar Rp 2,4 juta dan uang saku, karena sudah ditanggung dalam program beasiswa Pemuda Tangguh.

“Alhamdulillah, meringankanlah. Berkurangnya hampir 75 persen kalau dari segi ekonomi. Dengan ekonomi seperti ini, bagi saya program beasiswa dari Pemkot Surabaya sangat membantu,” kata Rawi mendampingi sang putra.

Rawi menambahkan bahwa ia selalu mendukung penuh pendidikan Ibra karena ia sendiri di masa lalu kesulitan bersekolah, sehingga hal tersebut tidak ingin diulang kepada anaknya. “Saya dulu penginnya sekolah tapi zaman dulu kan sekolah sulit. Makanya sekarang anakku harus bisa sekolah sesuai dengan keinginannya walaupun saya pekerja yang sulit,” paparnya.

BACA JUGA:  Wagub Emil Dardak Tinjau Penanganan Longsor di Tol Pandaan-Malang

Terakhir, Ibra dan Rawi menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya karena telah memberikan intervensi untuk biaya pendidikan bagi anak-anak dengan ekonomi menengah kebawah. Rawi juga berpesan kepada orang tua lain agar tidak patah semangat mendorong anaknya berprestasi, karena program bantuan dari Pemkot Surabaya terbuka lebar.

“Terima kasih untuk Pemkot Surabaya yang sudah membantu keluarga saya, terutama anak saya Ibra, untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga Ibra bermanfaat untuk keluarga dan bangsanya,” tutup Rawi.

Untuk diketahui, beasiswa Pemuda Tangguh diberikan kepada siswa dan mahasiswa berprestasi yang berdomisili di Kota Pahlawan dengan memberikan bantuan biaya pendidikan, uang saku, dan biaya penunjang. Program ini ditujukan untuk pemuda yang berasal dari keluarga kurang mampu dan bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi serta mengurangi angka putus sekolah. (ST01)

Tags: Beasiswa Pemuda TangguhIbra Maulana:Pemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Bangkitkan Semangat Literasi di Hari Buku Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Kamis, 23 April 2026
Isye Adhy Karyono

Isye Adhy Karyono Buka Workshop, Bekali Guru PAUD Tangani ABK di Lingkungan Sekolah

Kamis, 23 April 2026
Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng

Pakar Strategi Bisnis ITS Paparkan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 23 April 2026

Pembongkaran Fasad Eks Toko Nam akan Dilakukan Dalam Tiga Tahap

Kamis, 23 April 2026

Berita Terkini

Bangkitkan Semangat Literasi di Hari Buku Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Kamis, 23 April 2026
Isye Adhy Karyono

Isye Adhy Karyono Buka Workshop, Bekali Guru PAUD Tangani ABK di Lingkungan Sekolah

Kamis, 23 April 2026
Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng

Pakar Strategi Bisnis ITS Paparkan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 23 April 2026

Pembongkaran Fasad Eks Toko Nam akan Dilakukan Dalam Tiga Tahap

Kamis, 23 April 2026

Fasad Toko Nam di Embong Malang Surabaya Ternyata Replika, Kini Resmi Dibongkar

Kamis, 23 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In