• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Begini Cara Kerja I-BOT, Serangga Asisten Pencari Korban Bencana

by Redaksi
Senin, 25 Januari 2021
Ilustrasi serangga yang bisa digunakan untuk I-BOT oleh tim Spektronics ITS.

Ilustrasi serangga yang bisa digunakan untuk I-BOT oleh tim Spektronics ITS.

Surabayatoday.id, Surabaya – Tim Spektronics ITS menggagas inovasi baru. Namanya I-BOT, yakni asisten cyborg berupa serangga. Hewan itu mampu membantu tim penyelamat dalam operasi pencarian dan penyelamatan untuk manusia korban bencana.

Ada dua jenis serangga yang dipilih, yakni kecoa dan kumbang. Hewan ini dinilai lebih efetif dalam pencarian korban bencana alam karena ukuran tubuhnya yang kecil. Selain itu serangga juga banyak ditemukan di Indonesia.

“Ide awal dari inovasi ini dikarenakan banyaknya serangga di negara tropis, seperti Indonesia,” ujar Ketua tim Spektronics Michael Adrian Subagio.

Menurut Michael, penggunaan serangga sebagai pendeteksi manusia korban bencana ini lebih mudah. Bahkan penggunaan serangga dinilai lebih efektif daripada anjing.

Alasannya, ukuran serangga yang kecil. Hal itu mempermudah hewan tersebut masuk ke sela-sela kecil, terlebih jika banyak reruntuhan di lokasi bencana.

BACA JUGA:  Khofifah Ajak Dekranasda Dorong Ekonomi Daerah Lewat Inovasi dan Kreativitas

Lalu bagaimana cara serangga menemukan korban manusia? Michael Adrian Subagio menjelaskan prinsip dari inovasi ini tetap menggunaan serangga yang masih hidup. Ia menyatakan serangga yang dimaksudkan bukan serangga robot.

Teknsinya, pada serangga itu akan dipasangi perangkat elektronik. Serangga hidup dianggap lebih fleksibel karena bergerak sesuai kemampuannya sendiri.

“Karena itu, kenapa pakai serangga asli dan bukan pakai robot mikro, karena nggak perlu tenaga tambahan seperti baterai atau perlu supply power,” terangnya.

Tim Spektronics ITS.(Dari kiri) Andre Novent Chenady, Michael Adrian Subagio, Muhammad Daffa Rizdhiya Sadek, Muhammad Rasyendria Rangga Bijana, dan Taris Farizan Rochman.

Meskipun serangga dipasangi perangkat elektronik, Michael menyebut serangga tidak akan disakiti. Penambahan perangkat hanya berupa backpack kecil yang diletakkan di atas hewan tersebut.

BACA JUGA:  Jika Kepala Daerah Positif Covid-19, Pelantikan Tetap Dilakukan Serentak tapi Secara Terpisah

“Dari perangkat ini juga, kita bisa mendapat informasi tambahan di lokasi kejadian,” ungkap mahasiswa Teknik Kimia ITS ini.

Lebih lanjut, kata Michael, digunakan Internet of Things (IoT) berupa Bluetooth, sehingga gerakan serangga lebih terintegrasi. Menggunakan bluetooth dan perangkat amplifier tambahan untuk memperkuat sinyal, serangga-serangga tersebut diharapkan dapat mendeteksi korban bencana di lokasi yang sempit.

Michael menyebut ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan manusia dengan inovasinya ini. Pertama, menggunakan kemampuan alamiah serangga itu sendiri.

“Jadi kita manfaatkan kemampuan membau serta kemampuan deteksi suhu serangga untuk mendeteksi keberadaan manusia,” tuturnya.

Cara selanjutnya dengan memanfaatkan mikrofon dan kamera berukuran mikro yang terpasang pada perangkat. “Dengan memanfaatkan perangkat mikro ini, kita bisa live streaming. Operator juga nantinya bisa mengarahkan,” tambahnya.

BACA JUGA:  ITS Rintis Kawasan Binaan Lewat Produksi Filet dan Gelatin Halal di Pacitan

Lanjut Michael, pemanfaatan bluetooth untuk mendeteksi keberadaan serangga dan melakukan transmisi data masih memiliki kekurangan. Akurasi penelitian yang sudah ada sebelumnya tidak mencapai 100 persen. Sehingga untuk mendapatkan akurasi yang tinggi masih perlu dilakukan banyak riset.

Michael pun berharap dengan banyak riset, ke depannya inovasi ini bisa diaplikasikan di kehidupan nyata. “Inovasi ini kan cuma ide awal. Masih banyak pengembangan yang perlu dilakukan untuk bisa diaplikasikan di Indonesia,” papar dia.

Namun dengan inovasi I-BOT yang digagas ini, Michael dan timnya telah berhasil meraih medali perak pada kompetisi berskala internasional Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO), beberapa waktu lalu. (ST05)

Tags: BluetoothI-BOTInternet of ThingsIoTITSKorban BencanaSerangga
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Program Women Fight Back di Gelora Pancasila.

Cegah Kekerasan terhadap Perempuan, Perwosi dan Pemkot Surabaya Gandeng KONI Latih Bela Diri Krav Maga

Selasa, 21 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terfavorit di Ajang Jaksa Garda Desa Award 2026

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

Sisir Kampung, Camat dan Lurah Surabaya Jemput Bola Data Pemuda Belum Kuliah

Selasa, 21 April 2026

Berita Terkini

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Program Women Fight Back di Gelora Pancasila.

Cegah Kekerasan terhadap Perempuan, Perwosi dan Pemkot Surabaya Gandeng KONI Latih Bela Diri Krav Maga

Selasa, 21 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terfavorit di Ajang Jaksa Garda Desa Award 2026

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

Sisir Kampung, Camat dan Lurah Surabaya Jemput Bola Data Pemuda Belum Kuliah

Selasa, 21 April 2026
Jajaran direksi turun langsung melayani pelanggan yang hadir di kantor pusat yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Moestopo Nomor 2, Surabaya.

Spesial Hari Konsumen Nasional, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Sajikan Layanan Nyaman untuk Pelanggan

Selasa, 21 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In