• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Vaksinasi di Surabaya Dimulai, Forpimda Beri Contoh Vaksin Aman dan Halal

by Redaksi
Selasa, 19 Januari 2021
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menerima suntikan vaksin Covid-19. Whisnu Sakti menyatakan vaksin tersebut aman.

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menerima suntikan vaksin Covid-19. Whisnu Sakti menyatakan vaksin tersebut aman.

Surabayatoday.id, Surabaya – Vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya dimulai di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (15/1/2021). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya divaksin pertama kali. Hal ini untuk memberikan contoh dan menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan halal.

Dengan penuh semangat, sebanyak 16 orang penerima vaksin pertama di Surabaya itu hadir di Balai Kota Surabaya. Mereka adalah Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, istri Plt Wali Kota Surabaya Dini Syafariah Endah, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Surabaya, dan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya.

Kemudian, Ketua IDI Surabaya, Kepala Kemenag Kota Surabaya, Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr Soewandhie, Tim Penggerak PKK Tegalsari, Kepala Cabang Surabaya BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, dan Ketua PPNI Surabaya.

Proses vaksinasi itu dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap pertama atau di meja 1 proses registrasi, tahap kedua atau meja 2 proses skrining kesehatan, kemudian tahap ketiga atau meja 3 proses vaksinasi, khusus pria disuntik vaksin di panggung yang telah disediakan dan khusus perempuan disediakan tenda khusus yang tertutup. Lalu tahapan keempat atau meja 4 proses pencatatan dan diberikan kartu vaksinasi Covid-19, serta dilanjutkan dengan proses pemantauan.

Seusai disuntik vaksin, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengaku bersyukur karena pencananganan vaksinasi Covid-19 yang pertama kali di Surabaya ini berjalan lancar. Ia memastikan semua jajaran Forpimda dan tokoh masyarakat yang sudah didaftarkan hari ini, semuanya divaksin, dan berjalan dengan baik dan lancar.

BACA JUGA:  TNI- Polri Gelar Apel Pasukan PPKM Darurat, Begini Kata Wagub Emil Dardak

“Bahkan, hasil observasi dalam 30 menit setelah divaksin juga aman. Makanya kita sampaikan kepada warga Kota Surabaya bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, tidak perlu khawatir dan takut apabila dapat bagian vaksin. Ini adalah upaya dan semangat kita bersama untuk terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terang Whisnu.

Ia juga mengaku tidak sakit sama sekali pada saat disuntik vaksin, apalagi jarumnya kecil, sehingga tidak ada masalah yang berarti baginya. namun meski sudah divaksin, ia memastikan dirinya akan terus menerapkan 3 M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker. Ia juga meminta warga untuk terus disiplin menerapkan 3M meskipun sudah divaksin.

“Jadi, itu harus terus didengungkan supaya kita bisa mengendalikan dan menuntaskan Covid-19 di Surabaya,” ujarnya.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menjadi salah satu tokoh yang ikut disuntik vaksin Covid-19 di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (15/1) lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pada tahap pertama kali ini, Pemkot Surabaya akan menerima vaksin Sinovac sebanyak 33.420 ribu vial. Ia memastikan, sebanyak 15 ribu vial vaksin itu sudah tiba di Surabaya, dan disimpan di cold room  UPTD Gudang Farmasi, Jalan Rungkut Puskesmas No. 7 Surabaya.

BACA JUGA:  Mutasi Covid-19 Varian Delta India B16172 Ditemukan di Bangkalan

“Jadi, sebelum didistribusikan ke rumah sakit atau Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan), vaksin itu disimpan di cold room UPTD Gudang Farmasi, sehingga kondisinya aman,” tegas Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita.

Feny juga memastikan, untuk tahap awal ini, vaksinasi akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan SDM kesehatan non nakes yang bekerja di rumah sakit atau Fasyankes. Sekitar 33.023 orang sudah didaftarkan ke aplikasi vaksinasi Covid-19 (https://pedulilindungi.id/) milik pemerintah pusat.

“Setelah terdaftar ke aplikasi itu, calon penerima vaksin lalu melakukan registrasi ulang melalui sms blast yang dikirim oleh aplikasi. Pada saat registrasi ulang, ada pertanyaan komorbid apa yang dia punya, seperti hipertensi, diabetes, atau kanker. Kemudian dia akan mendapat balasan dari sistem bahwa saat ini anda mempunyai komorbid hipertensi, sehingga tidak dapat divaksin. Jadi seperti itu prosesnya,” kata dia.

Meski begitu, apabila calon penerima vaksin dinyatakan lolos di tahap registrasi ulang, mereka selanjutnya dapat memilih jadwal maupun lokasi vaksinasi, baik itu di rumah sakit maupun puskesmas. Setelah ditentukan, selanjutnya data tersebut akan diteruskan oleh sistem ke puskesmas atau rumah sakit melalui aplikasi Primary Care (P-Care).

Para tokoh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya berfoto bersama usai divaksin Covid-19 di halaman Balai Kota, Jumat (15/1) lalu. Hal ini untuk memberikan contoh dan menunjukkan bahwa vaksin aman dan halal.

Selanjutnya, pada saat pelaksanaan vaksinasi, calon penerima vaksin harus mendatangi Fasyankes yang telah ditentukan dengan membawa nomor tiket elektronik (e-ticket) yang diterimanya. Di sana, petugas akan memverifikasi atau mencocokkan data calon penerima vaksin, apakah sudah sesuai dengan tanggal dan lokasi pelayanan vaksinasi, verifikasi ini menggunakan Aplikasi P-care.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Mulai Gelar Vaksinasi Tahap III, Sasarannya Disabilitas, ODGJ hingga MBR

“Pada saat datang, calon penerima vaksin harus menunjukkan SMS blast (e-ticket) itu dan selanjutnya bisa masuk ke meja 2. Dari meja 2 itu kemudian kita lakukan skrining lagi, baru kalau lolos bisa ke meja 3 atau dilakukan vaksin. Lalu menuju ke meja 4 untuk dilakukan pencatatan pelaporan,” imbuhnya.

Feny memastikan, di Kota Surabaya ada sebanyak 1.950.000 masyarakat dengan umur 18-59 tahun yang bakal menjadi sasaran calon penerima vaksin. Sedangkan untuk tenaga vaksinator sendiri, saat ini di Surabaya berjumlah 839 orang.

“Kita kemarin menyiapkan 830, tapi kita ada cadangan 9 orang, jadi jumlah total ada 839 orang yang khusus menyuntik vaksin. Tapi total semuanya sekitar 2000-an, karena ada petugas di meja admin, meja penyuntikan atau meja ketiga, dan meja keempat,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang distribusi vaksin itu hingga ke tingkat rumah sakit atau Fasyankes. Nantinya, vaksin Sinovac itu akan dibawa menggunakan vaksin carrier. Box pembawa vaksin ini dapat digunakan untuk menyimpan vaksin dalam suhu dingin untuk sementara waktu, tepatnya ketika hendak dikirim ke rumah sakit atau Fasyankes.

“Kami sudah menyiapkan 1.177 vaksin carrier, insyallah cukup. Mari kita bersama-sama mensukseskan vaksinasi ini,” pungkasnya. (ADV-ST01)

Tags: Forpimda SurabayaPemkot SurabayaPlt Wali KotaSuntik VaksinVaksin Covid-19Whisnu Sakti Buana
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Satpol PP Surabaya Amankan Seorang WRSE di Area TPU Kembang Kuning

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In