• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 25 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Waspada Penyakit Tidak Menular Pasca Lebaran, Dinkes Surabaya Anjurkan Warga Cek Kesehatan 

by Redaksi
Rabu, 17 April 2024

SURABAYATODAY ID, SURABAYA – Euforia masyarakat selama libur lebaran biasa dimanfaatkan untuk mengkonsumsi beraneka ragam makanan. Namun terkadang, masyarakat lalai dalam mengkonsumsi makanan sehingga menyebabkan risiko bagi kesehatan. Apalagi setelah satu bulan menjalani ibadah puasa, masyarakat secara leluasa mengkonsumsi makanan yang bisa saja menimbulkan masalah kesehatan, seperti jenis makanan berkalori tinggi.

Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nur Laila menyampaikan penyakit tidak menular bisa menjangkit masyarakat karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyakit tidak menular itu di antaranya adalah hipertensi, diabetes, kolesterol, asam urat, stroke, jantung, dan gerd atau gastritis (maag). Karenanya, masyarakat diharapkan waspada dan membatasi mengkonsumsi makanan yang dapat menimbulkan resiko penyakit.

“Makanan yang disajikan memang beragam, ada yang manis, berlemak, pedas, hingga minuman dingin. Semua itu boleh dikonsumsi tetapi harus dibatasi. Kalau tidak dikontrol maka akan muncul gangguan kesehatan,” kata Nur Laila, Rabu (17/4).

Ia menjelaskan, selama bulan puasa hingga libur lebaran pada periode 6-15 April 2024, penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien adalah hipertensi, diabetes, sakit kepala, gerd atau gastritis (maag), dan diare.

“Tidak menutup kemungkinan terjadi diare karena banyak orang-orang saat mudik, lupa mencuci tangan. Jadi mereka sudah menyentuh banyak hal, lalu langsung makan ketika disuguhkan makanan. Ini yang bisa menyebabkan diare pada saat momen lebaran,” jelasnya.

BACA JUGA:  Stok Vaksin Aman, Yuk Vaksinasi Booster Sebelum Mudik Lebaran

Sedangkan pada kasus rujukan di fasilitas kesehatan didominasi oleh penderita hipertensi, yang kemudian disusul oleh penderita diabetes. Jumlah kunjungan hipertensi dan diabetes di puskesmas selama libur lebaran sebagian besar berusia pada pra lansia, yaitu 45-59 tahun. Serta, lansia yang lebih dari 60 tahun.

“Ini yang perlu diwaspadai, jangan lupa kontrol untuk penderita hipertensi, diabetes, stroke, dan jantung. Kalau mereka lupa kontrol akan jatuh dalam kondisi yang lebih parah. Penyebab terjadinya penyakit tidak menular saat lebaran itu biasanya adalah makanan, banyak berlemak, atau terlalu banyak mengkonsumsi manis,” teranganya.

Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan berbagai upaya promotif dan preventif untuk pencegahan penyakit tidak menular selama libur lebaran. Yaitu sosialis, melaksanakan skrining, dan menganjurkan kepada masyarakat agar mengonsumsi makanan yang sehat. Seperti, sayur dan buah, membatasi karbohidrat, gula, garam, dan lemak. Kemudian, rutin melakukan olahraga minimal 30 menit per hari.

“Bagi orang yang bukan penderita diabetes maksimal dapat mengkonsumsi gula sebanyak 4 sendok makan, sedangkan garam ½ sendok teh, dan lemak 5 sendok makan,” ujar dia.

BACA JUGA:  Pasca Lebaran, Kasus Covid-19 di Surabaya Naik tapi Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Apabila sudah menderita penyakit degeneratif diharapkan melakukan kontrol kesehatan secara rutin, hal itu juga bisa dilakukan di puskesmas terdekat. Selain itu, bisa dilakukan pula di Posbindu (Pos Binaan Terpadu). Posbindu juga sudah terintegrasi dan memiliki layanan pemeriksaan tambahan, yaitu skrining TBC, Hepatitis, dan HIV.

“Kasus degeneratif seperti hipertensi, diabetes, jantung, stroke dan asam urat, kolesterol, dan obesitas, harus cek kesehatan dan kontrol kesehatan. Sehingga bisa minum obat secara rutin agar kondisinya tetap stabil,” kata dia.

Nur Laila mencontohkan, banyak penderita hipertensi yang tidak mengalami gejala tetapi tekanan darah mengalami peningkatan. Karenanya perlu adanya monitoring tekanan darah secara rutin. Warga juga bisa memanfaatkan layanan home care yang tersedia pada 57 puskesmas di Kota Surabaya.

“Petugas dibantu oleh mahasiswa magang atau MSIB akan mengunjungi penderita hipertensi untuk mendekatkan pelayanan. Sebab keluhan yang paling banyak tahun ini adalah hipertensi dan diabetes. Jadi pemantauan akan tetap dilakukan oleh puskesmas,” imbuhnya.

Sementara itu, Dokter Puskesmas Ketabang Surabaya, dr. Arie Trisandy Adesaputra mengatakan, masyarakat sebaiknya dapat membatasi dan mewaspadai beberapa jenis makanan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan pada tubuh, seperti berkabohidrat dan berkalori tinggi. Sebab, selama libur lebaran, beberapa pasien berbondong-bondong datang dengan kasus yang hampir mirip, yakni diabetes dan kolesterol tinggi.

BACA JUGA:  Jajaran TNI di Bojonegoro Serentak Bagikan Takjil dan Masker Gratis di 28 Lokasi

“Karenanya yang sudah memiliki penyakit bawaan harus mewaspadai kalau memiliki faktor resiko terhadap penyakit tidak menular tersebut. Kita menganjurkan untuk membatasi dan mewaspadai makanan tersebut karena faktor resiko setiap orang berbeda-beda,” kata dr. Arie Trisandy Adesaputra.

Dengan demikian, dr. Arie Trisandy Adesaputra mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan  pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diminta untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya. Jika memiliki penyakit kronis atau menahun, harus mengkonsumsi obat untuk mengendalikan penyakit dan melakukan kontrol kesehatan sehingga tidak terjadi komplikasi.

“Biasanya masyarakat memilih membeli obat sendiri tanpa diketahui oleh petugas kesehatan, lalu mengurangi dosis obat, ini lebih berbahaya. Jadi kontrol rutin terhadap penyakit tidak menular itu sangat penting,” terang dia.

Ia menambahkan, untuk mencegah penyakit tidak menular, warga diharapkan dapat melakukan cek kesehatan secara rutin, menghentikan aktivitas merokok, rajin melakukan aktivitas fisik, tidak begadang, dan dapat mengelola stres.

“Cek berat badan dan tinggi badan, tekanan darah,  dan melakukan cek kesehatan rutin. Sehingga kita bisa mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Cek KesehatanDiabetesDinkes SurabayaHipertensiLebaranPenyakit Tidak Menular
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026 dari Kemendes RI

Sabtu, 25 April 2026
Arumi Bachsin dalam acara "Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026".

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Ajak Kartini Muda Penggiat Fashion dan Kriya Inovatif Terapkan Sustainable Design

Sabtu, 25 April 2026

Jawa Timur Raih Penghargaan National Governance Awards 2026 Kategori Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program

Sabtu, 25 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Sinergi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Asta Cita dan Pemerataan Pembangunan

Sabtu, 25 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026 dari Kemendes RI

Sabtu, 25 April 2026
Arumi Bachsin dalam acara "Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026".

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Ajak Kartini Muda Penggiat Fashion dan Kriya Inovatif Terapkan Sustainable Design

Sabtu, 25 April 2026

Jawa Timur Raih Penghargaan National Governance Awards 2026 Kategori Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program

Sabtu, 25 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Sinergi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Asta Cita dan Pemerataan Pembangunan

Sabtu, 25 April 2026

Dukung Konsep Night Zoo, Pemkot Surabaya Tata Ulang Tampilan KBS Jadi Lebih Estetik

Sabtu, 25 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In