• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 2 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Ekbis

Cegah Inflasi Kebutuhan Bahan Pokok, Pemkot Surabaya Buka Peluang Kerjasama dengan Pasar Induk

by Redaksi
Senin, 15 Mei 2023
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Pasar Induk Sidotopo Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Pasar Induk Sidotopo Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkonsentrasi terhadap penanganan inflasi barang-barang kebutuhan pokok di Kota Pahlawan. Karenanya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Pasar Induk Sidotopo Surabaya (PISS), Senin (15/5).

Eri Cahyadi bersama sejumlah pejabat Pemkot Surabaya menyaksikan penandatanganan kerjasama Pengembangan Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura. Kerjasama ini dilakukan antara PISS dengan produsen pemasok dari daerah.

“Pemkot hari ini berkonsentrasi terhadap inflasi untuk bahan pokok, sehingga hari ini kita melihat di pasar induk terkait kerjasama dengan supplier (pemasok) yang ada di masing-masing wilayah,” katanya.

Ia berharap dengan adanya pasar induk, maka kebutuhan pasar yang ada di Surabaya bisa terpenuhi. Yakni, pasar tradisional bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang sama, seperti saat mengambil barang pokok pada supplier (pemasok) dari luar Kota Pahlawan.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Lakukan MoU Dengan Ombudsman RI

“Sehingga akan tertata, kalau sudah tertata maka infrastruktur Surabaya akan terjaga, kemudian kualitas barang bisa dijamin, dan yang paling penting adalah saya bisa mengendalikan harga. Maka tahu kalau sekarang ada 4 pasar yang ambil supplier dari luar Surabaya dengan barang yang sama harganya, tetapi harganya ada yang Rp 12.000, Rp 12.500, Rp 12.800, sampai Rp 13.000. Tapi kalau sudah di pasar induk, maka di situlah saya bisa intervensi, bisa intervensi melalui subsidi BBM,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa Pemkot Surabaya sedang menyiapkan aplikasi yang menghimpun daftar harga barang-barang kebutuhan pokok. Aplikasi tersebut akan terkoneksi dengan pasar induk, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, maupun Badan Pangan Nasional untuk mengetahui kebutuhan barang pokok yang ada di Kota Pahlawan.

BACA JUGA:  Semarakkan Sahur Bersama dengan Lomba Kreativitas Olahan Bandeng di Grahadi

“Contoh seperti beras, kita disuplai oleh Bulog. Agar barang ini tidak naik, maka kita memberikan (subsidi) angkutannya. Sehingga harga dari Bulog sampai ke pedagang pasar itu sama, karena angkutannya disubsidi,” terangnya.

Meski begitu, ia mengaku bahwa kebutuhan beras bagi warga Kota Surabaya semakin meningkat. Sebab, alokasi sebanyak 20 ton beras Bulog hanya dapat mencukupi kebutuhan enam pasar di Kota Pahlawan.

“Kalau ada inflasi beras naik, maka kita bisa kerjasama dengan pasar induk, karena pasar induk bisa menyiapkan dengan harga yang sama seperti Bulog. Pasar induk fungsinya seperti ini, bahkan saya setiap hari melakukan pengawasan itu melalui aplikasi harga pasar, maka inflasi itu bisa kita selesaikan dengan kita tekan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Surabaya Masuk Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2022, Begini Kata Wawali Armuji

Selain itu, ia juga menyampaikan, berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo, pemerintah daerah diharapkan dapat mengendalikan harga pasar. “Jangan sampai dengan bahan pokok yang naik menyebabkan inflasi yang tinggi, akhirnya kehidupan masyarakat tidak sejahtera,” ujarnya.

Sedangkan untuk pasokan barang-barang kebutuhan pokok di Kota Surabaya saat ini masih tersedia. “Jadi cadangan (persediaan) banyak tapi harganya yang harus dipotong. Kita harus tahu kenapa dipotong? dan terjadi masalah apa? Ini yang InsyaAllah akan kita koordinasikan dengan Menko, Badan Pangan, bahkan perguruan tinggi untuk menjalankan pasar induk. Tentunya agar bisa menghentikan atau menahan laju inflasi, sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Bahan PokokInflasiPasar IndukPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Khofifah, Wagub Emil dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Halaman Kantor Gubernur

Jumat, 1 Mei 2026

Armuji Ikut Orasi di Hari Buruh

Jumat, 1 Mei 2026

Perbaikan 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati,

Dispendik Surabaya Terapkan Nilai TKA 40 Persen dalam Seleksi Penerimaan Jalur Prestasi

Jumat, 1 Mei 2026

Berita Terkini

Khofifah, Wagub Emil dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Halaman Kantor Gubernur

Jumat, 1 Mei 2026

Armuji Ikut Orasi di Hari Buruh

Jumat, 1 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti meresmikan MuhlaS Boarding School (MBC) SD Muhammadiyah 11 di Surabaya,.

Wali Kota Eri dan Mendikdasmen Resmikan MBC, Surabaya Bidik Pendidikan Global

Jumat, 1 Mei 2026

Pemkot Surabaya–Bank Jatim Tebar Tiket Wisata Rp 733 Sepanjang Bulan Mei

Jumat, 1 Mei 2026

Perbaikan 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In