• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 4 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Ekbis

Menganggur karena Pandemi Covid-19, Itulah Awal Mula Kampung Jahit Nusantara

by Redaksi
Rabu, 15 Juni 2022
Beberapa warga di Kampung Jahit Nusantara merapikan pekerjaan yang telah diselesaikan.

Beberapa warga di Kampung Jahit Nusantara merapikan pekerjaan yang telah diselesaikan.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Kota Pahlawan memiliki Kampung Jahit Nusantara di RW 10 Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes. Camat Tandes Ahmad Yardo Wifaqo mengatakan di Kampung Jahit Nusantara saat ini ada 31 penjahit, dari jumlah itu 16 di antaranya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang diserap sebagai pelaku UMKM jahit.

Dikatakan, di Kampung Jahit Nusantara ini bukan hanya diwujudkan dan diresmikan begitu saja, tetapi ada pelatihan untuk meningkatkan skil bagi para pegiat UMKM yang lainnya. Sehingga ke depannya di Kecamatan Tandes bukan hanya ada UMKM jahit, tetapi juga tercipta lini usaha lainnya.

“Ke depannya bisa ada UMKM sablon, bordir, menjahit jaket, tas dan sepatu. Kita sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja untuk pendampingan berikutnya,” kata Yardo.

BACA JUGA:  80 Persen Bisnis UMKM Mengalami Penurunan Pendapatan Selama Pandemi Covid-19

Diungkapkan pula, setelah ini akan ada lagi 80 orang penjahit yang mendaftar di Kampung Jahit Nusantara. “Dari 80 orang itu 52 diantaranya adalah MBR, alhamdulillah di RW 10 ini semangat warga menjadi pengusaha itu sangat kuat,” ungkapnya.

Sejak tahun 2020 lalu, sambung Yardo, Kampung Jahit Nusantara ini sudah mulai menunjukkan eksistensinya. Bahkan penjahit yang ada di wilayah kerjanya itu juga sudah menerima orderan dari luar Kota Surabaya bahkan perusahaan swasta.

BACA JUGA:  Dukung Program Pencegahan Terorisme dan Reintegrasi Eks Napiter

“Alhamdulillah dengan adanya Kampung Jahit Nusantara, warga yang tadinya bekerja di perusahaan swasta, kini lebih memilih untuk mandiri menjadi pengusaha jahit,” sambungnya.

Sementra itu penggagas Kampung Jahit Surabaya, Achmad Mifbachul Arif mengatakan, penjahit yang terdaftar di koperasi total ada 21 pelatih yang bertugas melakukan pengecekan hasil akhir produk. Sedangkan total penjahit yang ada di rumah-rumah warga ada 31 orang penjahit dan 80 orang sisanya masih dalam tahap pendaftaran.

Arif menceritakan, awal mula Kampung Jahit Nusantara ini terbentuk semenjak adanya pemangkasan pegawai swasta pada awal pandemi Covid-19 tahun 2019 lalu. Bermula dari itu, banyak warga di RW 10 Kelurahan Manukan Kulon yang menganggur.

BACA JUGA:  Fun Farmer's Day 2022, Kuatkan Produk Lokal Pertanian Bojonegoro

Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di tahun 2020, Kampung Jahit Nusantara pun bangkit, sebagian warga eks pegawai pabrik sepatu dan tas yang dirumahkan itu membuat produksi hazmat untuk tenaga kesehatan. Hingga kini berdiri memproduksi berbagai produk tekstil lainnya, mulai seragam sekolah, perkantoran dan sebagainya.

“Semenjak itu lah bibit Kampung Jahit Nusantara berkembang, kini sudah punya mesin jahit sendiri-sendiri dan sudah tidak lagi yang ingin menjadi pegawai pabrik. Namun mereka memilih untuk mandiri sebagai pengusaha,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Kampung Jahit NusantaraPandemi Covid-19UMKM
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau salah satu rumah pompa.

Target Nol Banjir Wilayah Selatan, Pemkot Surabaya Bangun Rumah Pompa dan Storage Air

Senin, 4 Mei 2026

Kendalikan Banjir Wilayah Selatan, Pemkot Surabaya Integrasikan Saluran dan Tata Elevasi Air

Senin, 4 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melepas   tiga kelompok terbang (kloter) jamaah haji asal Surabaya.

Kloter 50–52 Surabaya Dilepas, Wali Kota Eri Cahyadi Ingatkan Cuaca Ekstrem hingga 45 Derajat

Senin, 4 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat berdiskusi bersama warga dalam program Kampung Pancasila di Balai RW 05 RT 01, Kelurahan Banjarsugihan.

Dari Lahan Sampah Jadi Wisata Jepang, Kampung Pancasila Banjarsugihan Kini Bidik Produksi Pelet Organik

Senin, 4 Mei 2026

Berita Terkini

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau salah satu rumah pompa.

Target Nol Banjir Wilayah Selatan, Pemkot Surabaya Bangun Rumah Pompa dan Storage Air

Senin, 4 Mei 2026

Kendalikan Banjir Wilayah Selatan, Pemkot Surabaya Integrasikan Saluran dan Tata Elevasi Air

Senin, 4 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melepas   tiga kelompok terbang (kloter) jamaah haji asal Surabaya.

Kloter 50–52 Surabaya Dilepas, Wali Kota Eri Cahyadi Ingatkan Cuaca Ekstrem hingga 45 Derajat

Senin, 4 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat berdiskusi bersama warga dalam program Kampung Pancasila di Balai RW 05 RT 01, Kelurahan Banjarsugihan.

Dari Lahan Sampah Jadi Wisata Jepang, Kampung Pancasila Banjarsugihan Kini Bidik Produksi Pelet Organik

Senin, 4 Mei 2026

Pemkot Surabaya Bersama Kementerian PKP Siap Perbaiki 4.000 Rumah Tidak Layak Huni di Tahun 2026

Senin, 4 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In