• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Ekbis

Tenun Ikat Parengan Bikin Gubernur Khofifah Kesengsem, Ini Nilai Lebihnya

by Redaksi
Minggu, 6 Maret 2022
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Butik Kerajinan Tenun Ikat Paradila di Desa Parengan, Maduran Lamongan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Butik Kerajinan Tenun Ikat Paradila di Desa Parengan, Maduran Lamongan.

SURABAYATODAY.ID, LAMONGAN – Desa Parengan, Maduran, Lamongan yang diusulkan menjadi desa devisa itu. Desa ini memiliki produk unggulan berupa tenun ikat dan kain songket. Dan yang.mengusulkan adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar.Parawansa.

Bagaimana Khofifah bisa mengusulkan desa devisa? Ternyata ia kesengsem dengan kerajinan dari desa tersebut. Ini saat ia mengunjungi Butik Kerajinan Tenun Ikat Paradila di Desa Parengan, Maduran Lamongan, Sabtu (5/3) siang.

Dipaparkan Khofifah, beda dengan tenun ikat pada umumnya, tenun ikat Parengan memiliki ciri khas yaitu berbahan kain lebih halus dan tidak begitu tebal.

“Begitu juga dengan bahannya yang lebih lemas serta jatuh dan memberikan kesan dingin ketika dipakai. Ini menjadi nilai lebih yang dimiliki tenun ikat parengan,” ujarnya.

Sebagai informasi, tenun Ikat ini berasal dari Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Kerajinan tersebut dikenal masyarakat dengan nama tenun ikat Parengan. Tenun Ikat Parengan ini dibuat langsung di sentra industri yang bernama Paradila. Selain tenun ikat, Butik Paradila ini juga menyediakan tenun ikat doby, tenun ikat doby tiker, songket sido, songket payet, songket ancak, dan tenun ikat spesial.

BACA JUGA:  Murid SMKN 1 Buduran Tunjukkan Praktek Bekerja dari Fashion Internasional, Kafe dan Restoran, Hingga Hotel Setara Bintang

Butik Paradila telah berdiri sejak 1989 dan menaungi warga Desa Parengan dan sekitarnya untuk menjaga kelestarian tenun ikat di Lamongan.

Khofifah pun mengagumi motif khas tenun ikat Parengan ini berupa ‘gunungan’ yang dibentuk menyerupai gapura. Motif tersebut melambangkan gunung mati di Lamongan yang dihidupkan kembali melalui tenun ikat Parengan.

“Proses produksinya pun masih dibuat secara tradisional oleh warga sekitar. Meski hanya diproduksi di Lamongan, tenun ikat Parengan dari butik Paradila sudah menembus pasar internasional. Di antaranya Somalia dan Timur Tengah. Tenun ikat Parengan ini memang hanya bisa ditemui di Lamongan,” jelas dia.

Khofifah mengatakan bahwa di desa tersebut terdapat sebanyak 52 unit usaha tenun ikat dengan total pekerja mencapai 2.700 orang. Adapun kapasitas produksi per bulan mencapai 3.000 potong kain tenun dan 20.000 lembar sarung.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Beri Perhatian Khusus Anak Penyandang Cerebral Palsy di Sawahan

“Selama ini tenun ikat Lamongan ini telah melakukan ekspor sarung (sarung ikat) ke Somalia dan Timur Tengah melalui eksportir di Surabaya,” ujarnya.

Nujum, istri dari Miftakhul Khoiri pemilik butik Paradila mengatakan bahwa ada 4 sampai 7 orang pekerja yang menenun di butik Paradila. Sementara yang lain tersebar di rumah masing- masing seluruh desa Parengan. Ia juga mengatakan bahwa 1 orang pekerja hanya memiliki 1 keahlian. Sementara dalam setiap kain yang diproduksi membutuhkan 14 tahapan produksi.

“Sementara ini pasarnya sudah sampai Timur Tengah, hanya kita dibantu eksportir di Surabaya untuk bisa menjual sampai disana, biayanya tidak mencukupi kalau harus sendiri,” ucapnya.

Secara harga, tenun ikat Parengan ini juga bisa dikatakan murah. Karena dengan kisaran harga antara Rp 150-225 ribu sudah dapat membawa pulang satu helai tenun ikat, ikat dobi dengan harga Rp 225 ribu, dan untuk jenis songket harganya berkisar Rp 350 – 750 ribu.

BACA JUGA:  ABK KRI Nagapasa-403 Mengikuti Latihan Penanggulangan Kebakaran

Sementara untuk proses membuat kain tenun ikat sekitar 4 jam satu lembar, sehari bisa menghasilkan 2 kain tenun ikat per satu orang pekerja. Untuk kain songket sendiri prosesnya bisa satu hari sendiri, sehingga per harinya hanya satu kain songket per pekerja.

Tak hanya menarik perhatian Gubernur Khofifah, Kerajinan Tenun Lamongan ini juga pernah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional. Sebagai contoh pemecahan Rekor MURI atas Rekor kain tenun terpanjang di dunia, memiliki panjang 64,20 meter. Selain itu juga, Perajin Tenun Lamongan pada East Java Fashion Harmony Tahun 2019, Juara 1 Pelestari Budaya dalam Penghargaan Parasamya Kertanugraha tahun 2009. (ST02)

Tags: ButikDesa DevisaDesa ParenganKerajinanLamonganTenun Ikat
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wagub Emil Dorong Penerima Manfaat PKH Jadi Anggota KDMP, Optimis Berdayakan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Mobil Dinas Pemkot Surabaya Dipakai Mudik

Selasa, 10 Maret 2026
Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati

Pemkot Surabaya Luncurkan SASETBOYO, Aplikasi Digital untuk Buka Akses Investor ke Aset Daerah

Selasa, 10 Maret 2026

Picu Kemacetan, Pasar Tumpah di Simo Katrungan Surabaya Ditertibkan Satpol PP

Selasa, 10 Maret 2026

Berita Terkini

Wagub Emil Dorong Penerima Manfaat PKH Jadi Anggota KDMP, Optimis Berdayakan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Mobil Dinas Pemkot Surabaya Dipakai Mudik

Selasa, 10 Maret 2026
Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati

Pemkot Surabaya Luncurkan SASETBOYO, Aplikasi Digital untuk Buka Akses Investor ke Aset Daerah

Selasa, 10 Maret 2026

Picu Kemacetan, Pasar Tumpah di Simo Katrungan Surabaya Ditertibkan Satpol PP

Selasa, 10 Maret 2026

Ratusan Masyarakat Antusias Padati Pasar Murah di GOR Bung Karno Nganjuk

Selasa, 10 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In