• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 23 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Sentra Batik Tulis Tenun Gedog Tuban Digadang Jadi Desa Devisa

by Redaksi
Jumat, 11 Februari 2022
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Sentra Batik Tulis Tenun Gedog Kabupaten Tuban.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Sentra Batik Tulis Tenun Gedog Kabupaten Tuban.

SURABAYATODAY.ID, TUBAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis sentra produksi batik tulis tenun gedog yang terletak di Desa Margorejo dan Desa Kedung Rejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, bisa menjadi desa devisa.
Hal tersebut diungkapkan Khofifah saat meninjau Sentra Batik Tulis Tenun Gedog Kabupaten Tuban yaitu Melati Sekar Mandiri Ds. Margorejo Kec. Kerek dan Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu Desa Kedung Rejo Kec. Kerek.

Menurut Khofifah, beberapa kriteria untuk menjadikan desa devisa telah dimiliki oleh dua desa penghasil batik tulis tenun gedog di kecamatan Kerek Kab. Tuban ini. Menurutnya, untuk menjadi desa devisa, sebuah desa harus memiliki beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank (LPEI).

BACA JUGA:  153 Koperasi Merah Putih Surabaya Diluncurkan

Di antaranya memiliki produk mandiri, bernilai unik, dan memiliki potensi perluasan pasar. “Kita sedang berupaya terus mengembangkan Desa devisa, sekarang baru ada 3 Desa devisa di Jawa Timur, tahun ini kita mentargetkan tambah 15 lagi desa devisa,” katanya, Kamis (10/2) siang.

“Ini namanya batik tulis tenun gedog, biasanya kita ketemu tenun, atau kita ketemu batik tulis, di sini kemudian kita menemukan perkawinan antara batik tulis dan tenun tradisional. Saya rasa ini salah satu kualifikasi keunikan yang dipersyaratkan oleh LPEI untuk selanjutnya dilakukan asesment serta dikurasi,” tambahnya.

BACA JUGA:  25 Kabupaten/Kota di Jatim Level 1 dan 13 Daerah Lainnya Level 2

Khofifah menyebut bahwa batik tulis tenun gedog ini nantinya akan dikurasi oleh tim dari LPEI yang ikut hadir ke lokasi pengrajin. Jika sudah masuk desa devisa maka mereka akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Termasuk LPEI akan mendatangkan designer yang akan membantu mengembangkan produk-produknya agar lebih berseiring dengan kebutuhan pasar dalam maupun luar negeri.

“Jadi pada dasarnya nanti kalau sudah mengirim designer untuk pengayaan design bagi para pelaku industri kreatif batik tulis tenun gedog di Tuban ini sarat akan membuka cakrawala market yang lebih luas lagi,” jelas orang nomor satu di pemerintahan Jatim ini.

Khofifah berharap dalam waktu dekat tim LPEI Jakarta segera melakukan kurasi sehingga Bupati Tuban bisa segera meresmikan desa devisa di wilayahnya. Dengan demikian para pengrajin batik tulis tenun gedog di Tuban ini bisa segera mendapatkan bantuan pembiayaan untuk meningkatkan produktivitasnya dan perluasan market juga akan lebih mudah mereka dapatkan.

BACA JUGA:  Ini Keuntungan Menjadi Desa Devisa

“Artinya bahwa katalog terkait tenun ikat tradisional yang benangnya dipintal secara tradisional dengan kapas yang ditanam sendiri selanjutnya dibatik tulis dan dipasarkan di kedutaan-kedutaan besar kita, perwakilan dagang kita serta sektor industri tenun dan batik tulis akan dipasarkan lebih luas lagi, dan semua lini bisa mempromosikan warisan budaya batik tulis tenun gedog Tuban,” harapnya. (ST02)

Tags: Batik TulisDesa DevisaTenun GedogTuban
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In