• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

LPA Jatim: Kekerasan Bukan Solusi Mendisiplinkan Anak

by Redaksi
Minggu, 30 Januari 2022
Tangkapan layar video yang diduga guru salah satu SMPN di Surabaya yang memukul siswa.

Tangkapan layar video yang diduga guru salah satu SMPN di Surabaya yang memukul siswa.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Kasus video kekerasan yang viral di SMPN 49 Surabaya disikapi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim. Ketua LPA Jatim Anwar Sholihin menyatakan aksi kekerasan dan eksploitasi tak bisa dibiarkan di sekolah. Apalagi kejadiannya ada di Surabaya yang sudah menyandang status sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Menurutnya, salah satu indikator bahwa kota menyandang KLA adalah penilaian tentang sekolah. Dikatakannya, sekolah merupakan salah satu tempat bagi anak untuk tumbuh dan berkembang, selain di keluarga. Sekolah yang ada di wilayah kota/kabupaten tersebut harus ramah terhadap anak.

BACA JUGA:  Daftar SMP di Surabaya yang Akan Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Hari Ini

“Sekolah yang ramah anak adalah sekolah yang anti kekerasan. Kepala sekolahnya membuat kebijakan tidak ada seorang warga sekolah pun yang melakukan kekerasan,” katanya.

Kekerasan yang dimaksud adalah baik antar siswa/murid, petugas keamanan sekolah terhadap murid atau bahkan guru terhadap murid.

Diterangkan, semua warga sekolah harus bisa menciptakan suasana yang aman, nyaman dan menyenangkan. Terutama bagi peserta didik, sehingga anak-anak menjadi keranjingan belajar dan bersekolah.

“Jadi bukan sekolah itu malah terkesan seram dan menakutkan bagi anak-anak,” ucapnya.

BACA JUGA:  651 SD dan 317 SMP Sudah Menggelar Pembelajaran Tatap Muka di Surabaya

Hanya saja ia menyebut realitanya bahwa kekerasan pada siswa masih terjadi. Kasus video kekerasan di SMPN 49 Surabaya itu menjadi bukti.

Iamenyatakan cara-cara kekerasan tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, malah membuat siswa trauma, atau bahkan anak semakin tidak terkendali dan melakukan pemberontakan.

“Atau bahkan bisa saja mengancam guru tersebut. Artinya kekerasan fisik semacam itu, bukan jalan bijak untuk mendisiplinkan anak,” papar Anwar Sholihin.

Karena itu, LPA Jatim menyayangkan masih saja ada aksi kekerasan di sekolah, walaupun kota Surabaya sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan dari Kementerian PPPA sebagai KLA sampai di tingkat utama. Saat ini, jika tidak ada upaya-upaya untuk memeperbaikinya dan mencegah, bisa saja penghargaan tersebut dicabut atau diturunkan levelnya.

BACA JUGA:  Mutasi di Pemkot Surabaya, Pejabat Baru Diminta Jadikan Kota Pahlawan Makin Hebat

Namun ia juga memberikan apresiasi atas respon cepat yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. “Tapi terpenting adalah bagaimana Dinas Pendidikan memastikan semua sekolah yang aman, nyaman dan ramah bagi warga sekolahnya,” jelasnya. (ST01)

Tags: Dinas PendidikanKekerasan FisikKota Layak AnakLembaga Perlindungan AnakLPA JatimSMPN 49
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In