• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Dengan Lemari Disinfektan UV-C, APD Bisa Dipakai Lebih dari Sekali

by Redaksi
Senin, 25 Oktober 2021
Lemari disinfektan Alat Perlindungan Diri (APD) berbasis sinar Ultraviolet C (UV-C) yang sudah diujicobakan di Puskesmas Jetis, Ponorogo.

Lemari disinfektan Alat Perlindungan Diri (APD) berbasis sinar Ultraviolet C (UV-C) yang sudah diujicobakan di Puskesmas Jetis, Ponorogo.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Sivitas Akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menelurkan ide dan inovasi di tengah pandemi. Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Tematik dari Departemen Desain Interior ITS berhasil merancang bangun produk lemari disinfektan Alat Perlindungan Diri (APD) berbasis sinar Ultraviolet C (UV-C) untuk puskesmas.

Tim ini terdiri dari gabungan antara lima dosen dan tiga mahasiswa yang semuanya dari Departemen Desain Interior ITS. Kelima dosen tersebut adalah Caesario Ari Budianto, Dr Mahendra Wardhana, Anggra Ayu Rucitra, dan Okta Putra Setio Ardianto. Sedangkan, mahasiswa departemen desain interior yang juga berperan sebagai anggota tim adalah Zahra Ayudhia Pawestri, Ailsashofa Alfadhila, dan Nabila Izzati Jannah.

Ketua tim, Caesario Ari Budianto ST MT menjelaskan, saat ini keberadaan perlengkapan APD bagi tenaga kesehatan (nakes) merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha mencegah dan mengendalikan infeksi Covid-19. Namun, ketersediaan APD di puskesmas dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan APD, ditambah dengan tidak adanya fasilitas pembersihan APD yang memungkinkannya untuk digunakan kembali.

BACA JUGA:  Silaturahmi Masyarakat Tenggir Lumbang Probolinggo, Wagub Emil Serap Aspirasi Warga

Dosen yang akrab disapa Rio ini menerangkan, dari permasalahan tersebut timbul ide untuk membuat alat disinfektan APD untuk memanfaatkan APD yang sebenarnya dapat digunakan lebih dari sekali. Dengan ini, Rio mengatakan bahwa pemborosan APD dapat dicegah sehingga pemanfaatannya dapat lebih efisien.

“Kemudian dari hasil kajian yang dilakukan kami memilih Puskesmas Jetis di Kabupaten Ponorogo berhak menggunakan lemari disinfektan ini,” imbuhnya.

Sedangkan teknologi UV-C dipilih, menurut Rio, karena sinar UV-C secara alamiah dapat mengurai beberapa macam bakteri dan virus. UV-C sendiri sudah dikenal sebagai perantara disinfektan untuk proses sterilisasi alat. Namun, pada prosesnya UV-C tidak bisa langsung dipaparkan ke manusia, hanya terbatas pada benda.

Selain itu, lanjutnya, sifat alami UV-C yang mengubah udara yang disinarinya menjadi Ozon (O3) ini bersifat berbahaya jika terhirup. Namun setelah dinonaktifkan, udara yang kaya akan Ozon tersebut akan terpecah kembali menjadi atom hidrogen dalam waktu yang cepat.

BACA JUGA:  Peringati Nuzulul Quran, Gubernur Khofifah Ingatkan Pentingnya Literasi di Era Digital

“Dari pertimbangan itu, bisa kami simpulkan bahwa penggunaan UV-C cukup aman serta mudah untuk dikendalikan,” paparnya.

Salah satu anggota tim, Okta Putra Setio Ardianto ST MT mengungkapkan, lemari disinfektan ini unik karena dalam pembuatannya juga memperhatikan estetika dan kemudahan penggunaan. Lemari ini dirancang dengan material kayu di bagian eksterior agar desainnya tidak kaku seperti produk fabrikasi pada umumnya.

“Produk ini dibuat agar nampak seperti sebuah furnitur yang menjadi satu dengan ruangan,” terangnya.

Dari sisi kemudahan penggunaan, lemari ini dilengkapi dengan interface tombol yang sederhana serta sudah diatur sesuai dengan kebutuhan. Total, terdapat tiga tombol yang masing-masing digunakan untuk menghidupkan lemari dalam waktu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit.

“Pengguna tinggal menghidupkan lemari dengan cara memencet tombol sesuai preferensi, kemudian tinggal menunggu proses pembersihan selesai dan mati dengan sendirinya,” tambahnya.

BACA JUGA:  Tim Bumi Iboe, Kumpulan Mahasiswa ITS yang Beri Pendampingan Pengelolaan BUMDes

Kombinasi tersebut, menurut Okta, membuat lemari disinfektan ini secara psikologis memberi kesan hangat saat dipandang dan membuat nakes menjadi lebih rileks dalam bekerja. Bahkan, ketika desain lemari tersebut ditunjukkan kali pertama kepada para nakes di Puskesmas Jetis tersebut yang seperti memberikan surprise karena desainnya tidak seperti yang dibayangkan.

“Mereka bilang bagus, tidak kelihatan seperti alat kesehatan biasanya, bahkan ditempatkan di ruangan dekat ruang pelayanan,” ungkap Okta.

Okta menerangkan, pada saat kali pertama dikirimkan ke Puskesmas Jetis, timnya sempat melakukan briefing dan pelatihan singkat secara verbal mengenai panduan penggunaan lemari disinfektan tersebut kepada nakes Puskesmas Jetis. Karena penggunaannya yang mudah dan simpel, Okta menuturkan bahwa nakes tidak menemui kesulitan ketika lemari tersebut difungsikan dan diuji coba. (ST05)

Tags: Alat Pelindung DiriAPDITSLemari DisinfektanUV-C
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In