SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Masih dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-61 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), digelar kajian Mushaf Tadabbur Maiyah secara hybrid dari Masjid Manarul Ilmi ITS, Rabu (22/9) malam. Acara ini menghadirkan Emha Ainun Najib (Cak Nun), Ahmad Fuad Efendi, dan Dr KH Ahmad Musta’in Syafi’i MAg.
Ahmad Fuad Effendy dan Muhammad Ainun Najib, adalah penulis Mus-haf Al-Qur’an dan Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Sementara itu, narasumber lainnya Dr KH Ahmad Musta’in Syafi’i MAg merupakan pakar tafsir dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.
Acara dibuka dengan sambutan Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari Meng. Ia menyampaikan bahwa acara Dies Natalis sesungguhnya adalah waktu bagi ITS untuk mengevaluasi diri setiap tahun.
“Isinya tidak hanya conference dan penelitian, tapi kami juga mengharap dari sisi spiritual. Sehingga acara ini bisa menjadi siraman rohani untuk kita semua,” ungkapnya.
Mengutip dari Caknun.com dan pengantar Mushaf Al-Qur’an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, kata tadabbur merupakan pemilihan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan jamaah Maiyah. Kajian Alquran di Maiyah Padhangmbulan diarahkan kepada tadabbur, karena dinilai sesuai dengan kebutuhan jamaah.
Jamaah Maiyah Padhangmbulan sangat heterogen, dan sebagian besar awam dalam ilmu-ilmu keagamaan. Karena itu, yang diperlukan oleh jamaah bukanlah kajian ilmiah tapi kajian imaniah amaliah.
Yang diperlukan bukan pemahaman Alquran secara meluas atau mendalam, tapi cukup memahami makna ayat secara umum kemudian melakukan perenungan, penghayatan, dan bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
“Karena itu, pilihan ayat-ayatnya pun disesuaikan dengan kebutuhan untuk pembangunan jiwa dan kehidupan,” ujar Ahmad Fuad Efendi dalam Pengantar Mushaf Al-Qur’an dan Tadabbur Maiyah Padhangmbulan.
Ketua Dies Natalis ke-61 ITS Prof Ir Muhammad Sigit Darmawan, menyampaikan bahwa kajian yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh sejumlah kecil jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS, yakni kurang dari 300 orang yang merupakan 5 persen dari kapasitas masjid Manarul Ilmi yang mencapai 6.500 orang.
Selebihnya, acara diikuti secara online melalui aplikasi Zoom dan kanal Youtube ITS TV. Bahkan, acara yang ditayangkan secara Live streaming ini telah lebih dari 3.600 kali ditonton oleh masyarakat.
“Semoga acara ini menjadi gairah bangkitnya kembali kegiatan-kegiatan kajian di Manarul Ilmi, yang sudah satu tahun lebih kami rindukan suasana seperti ini,” ujar Dekan Fakultas Vokasi ITS ini.
Dalam penutupan acara ini, moderator acara menyampaikan bahwa pada tanggal 19 Oktober 2021 yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga akan digelar kajian kedua bersama Emha Ainun Najib. Acara ini juga merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-61 ITS yang lain dan direncanakan digelar secara online. (ST05)





