SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Covid-19 di Surabaya sudah mulai mereda. Namun bukan berarti gotong royong warganya berhenti.
Terbukti, berbagai stakeholder masih saja ada yang mengirim bantuan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Terbaru, Pemkot Surabaya menerima bantuan dari PT Avia Avian, PT Kebon Agung, dan Wahana Visi Indonesia.
Bantuan berasal dari PT Avia Avian berupa 650 paket sembako. Setiap paket sembako itu berisikan beras 5kg, gula pasir 1kg, minyak goreng 1 liter, masker kain 2 buah, dan hand sanitizer 1 botol. Kemudian, ada pula bantuan dari PT Kebon Agung berupa baju hazmat 900 buah, faceshield 500 buah, multivitamin 300 kotak, dan sarung tangan disposable 300 kotak.
Lalu, ada pula bantuan dari Wahana Visi Indonesia berupa masker bedah 4.750 kotak, masker N95 300 kotak, sarung tangan disposable 1.280 kotak, face shield 250 buah face shield, baju hazmat 100 buah, buah selimut 200, sprei 200 buah, dan bantal 200 buah, serta thermogun 65 unit. Ada pula bantuan berupa tabung oksigen 1 m3 45 buah, tabung oksigen 2 m3 20 buah, pulse oxymetri 205 buah, regulator oksigen 65 buah, nonbreathing face mask 65 unit, oksigen hose 65 unit, dan oksigen mask 65 unit.
Selain itu, Wahana Visi Indonesia juga memberikan bantuan berupa gown kain 60 buah, gown operasi disposable 150 buah, gown waterproof 100 buah, disinfektan 20 jerigen @ 5 liter, hand sanitizer 1.680 botol @ 500 ml, dan hand sanitizer 10 jerigen @ 5 liter.
Secara simbolis berbagai bantuan itu diterima Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (22/9). Eri memastikan, bahwa bantuan yang diberikan itu akan bermanfaat bagi warga.
“Semoga ini akan dicatat menjadi amal kebaikan, amal jariyah jenengan. Semoga dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda,” katanya.
Eri juga menjelaskan, berkat bantuan dari berbagai pihak mulai dari relawan Surabaya Memanggil hingga para stakeholder yang memberikan bantuan, Kota Surabaya kini berada di level 1 berdasarkan asesmen situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). Namun, ia mengingatkan kepada seluruh warga Kota Pahlawan untuk tidak hanyut dalam euforia dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Surabaya bisa berubah seperti sekarang, dulu di zona merah kini berada di zona kuning dan menuju ke zona hijau bukan karena wali kotanya, tapi berkat hebatnya warga Surabaya,” jelasnya.
Ia pun berharap, kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan berbagai stakeholder akan terus terjalin. Menurutnya, melalui kolaborasi itu dapat mengakhiri pandemi Covid-19 dan menggerakkan kembali perekonomian di Kota Pahlawan.
“Hari ini pemkot dibantu oleh para donatur. Sebaliknya, kami dari Pemkot Surabaya juga akan membantu. Saya pastikan, pemkot tidak akan mempersulit ketika ingin mengurus perizinan dan berinvestasi di Surabaya,” ujarnya. (ST01)





