• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Tak Sekadar Tempat Baca; Saatnya Perpustakaan Menjadi Tempat Kumpul dan Rekreasi

by Redaksi
Kamis, 26 Agustus 2021
Sekretaris Pansus Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan fatur Rohman berdialog dalam forum pansus yang menghadirkan dua pakar literasi.

Sekretaris Pansus Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan fatur Rohman berdialog dalam forum pansus yang menghadirkan dua pakar literasi.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pembahasan di Pansus Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan memasuki babak baru. Dalam pembahasannya, Rabu (25/8), pansus mengundang dua pakar literasi. Yakni pemerhati literasi, psikolog sekaligus penulis 70 an buku, Sinta Yudisia Wisudanti. Selain itu Edy Suprayitno, selaku praktisi dan kepala perpustakaan ITS.

Dua pakar ini dihadirkan untuk mengkritisi draf raperda. Mereka juga sekaligus memberikan masukan, ide, gagasan termasuk motivasi agar raperda ini betul-betul menjadi solusi terhadap keluhan makin menurunnya minat baca masyarakat dan stigma negatif terhadap perpustakaan serta tantangan dunia digital yang semakin berkembang.

“Semoga ada banyak masukan yang bisa mempertajam pembahasan pasal per pasal nantinya bersama Bagian Hukum dan Dinas Arsip dan Perputakaan,” kata Sekretaris Pansus Fatkur Rohman.

Sinta Yudisia Wisudanti, juga merupakan Founder Ruang PELITA (Pendampingan Psikologi dan Literasi). Ia mengawali paparannya dengan menunjukkan hasil sebuah polling dan menemukan fakta bahwa secara umum publik masih suka datang ke perpustakaan.

“Namun ada pergeseran prilaku publik yang membuat mereka memiliki harapan baru dan berbeda terhadap perpustakaan,” katanya.

BACA JUGA:  Temu Bisnis Gubernur Khofifah dengan Pengusaha Jeddah Hasilkan Kontrak Ekspor Senilai Rp 16,4 M

Diungkapkan, di benak publik, ada harapan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku atau mencari informasi, tapi juga menjadi tempat kumpul, rekreasi bahkan ekspresi. Sehingga perpustakaan itu perlu make over, tempatnya pun bisa direbranding.

“Misalnya, menjadi studio baca, kafe buku, one stop learning atau sekadar diubah menjadi perpustak@an. Ada penambahan @ dipapan namanya,” terang Sinta.

Ia menambahkan bahwa stigma perpustakaan di mana pustakawannya serius, tidak boleh bicara, banyak tumpukan buku tua harus diberikan solusi. Perpusatkaan harus user friendly sebagaimana sudah berkembang di luar negeri seperti di negara Korea atau Finlandia.

Yakni, pengunjung boleh ngemil, duduk santai bahkan ada kafe di area perpustakaan, sarana prasarana juga berbasis teknologi IT. “Ada banyak event menarik seperti peluncuran buku, musik, bedah film termasuk banyak friendly space yang disukai anak muda,” lanjutnya.

Dua pakar literasi, yakni pemerhati literasi, psikolog sekaligus penulis 70 an buku, Sinta Yudisia Wisudanti dan Edy Suprayitno, selaku praktisi dan kepala perpustakaan ITS diundang pansus Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan di DPRD Surabaya.

Berkesempatan menjadi narasumber kedua, Edy Suprayitno menunjukkan hasil sensus penduduk tahun 2020 yang menunjukkan bahwa 50,83 persen penduduk Surabaya adalah kategori Gen Z dan millineal. Salah satu ciri dari generasi ini adalah penggunakan smartphone dalam kehidupan mereka, 15,4 jam/pekan untuk Gen Z dan 14,8 jam/pekan untuk millineal.

BACA JUGA:  DPRD Surabaya Gelar Bukber dan Berikan Santunan pada Anak Yatim Piatu

“Menurut saya, kebijakan ke depan harus menuju digitalisasi perpustakaan dan betul-betul memanfaatkan Teknologi IT dalam pelayanannya,” katanya.

Untuk melakukan hal itu, dibutuhkan SDM pustakawan yang bisa berperan sebagai content creator, bisa menghidupkan digital culture dan memiliki kemampuan communication skill yang bagus.

“Bukan mereka yang butuh kita, tapi kita yang butuh user”, ungkap Edy.

Masih menurutnya, layanan perpustakaan masa kini tidak dapat mengandalkan layanan klasik, namun harus berinovasi agar bisa dikunjungi secara fisik maupun maya. Ketersediaan akses wifi yang kuat, support hardware komputer canggih, layanan self service dalam peminjaman dan pengembalian, fasilitas untuk penyandang disabilitas, tersedianya ruangan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat serta layanan konsultasi offline dan online, sekarang ini sudah menjadi kebutuhan.

“Jika kita lihat di perpustakaan yang bagus di luar negeri atau di beberapa kampus seperti UI atau ITS, ada ruangan khusus diskusi. Ada co-working space, ada ruangan untuk tempat praktek atau ekspresi bagi pengunjung, bahkan jika diperlukan ada interior khusus yang didesain menarik yang membuat orang suka untuk berkunjung dan Surabaya. Saya pikir sudah waktunya memiliki perpustakaan seperti itu,” pungkas Edy.

BACA JUGA:  ASN Diwacanakan Boleh Tidak Ngantor, Komisi A Minta Ada Pengawasan Berbasis Aplikasi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Surabaya, Musdig Ali Suyudi, sangat senang mendampatkan banyak masukan dari dua narasumber. Ia berharap ini akan bisa di follow up di pembahasan pasal per pasal raperda.

“Saya sepakat apa yang disampaikan oleh Bu Sinta maupun Pak Edy. Sebagian ide sebenarnya sudah kita jalankan dan sebagian yang belum nanti bisa menjadi masukan di raperda,” ungkapnya.

“Kita juga sudah pernah merumuskan bersama seorang doktor dibidang arsitek, bagaimana konstruksi dan desain khusus untuk perpustakaan, kita juga ada program gobuk, program antar buku ke warga, betul, perpustakaan masa kini harus user friendly dan support digital,” tambah Musdiq. (ST01)

Tags: DPRD SurabayaPansusPerpustakaanRekreasiTempat BacaTempat Kumpul
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In