SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Staf ahli Menteri Kesehatan dr Andani Eka Putra melakukan kunjungan kerja ke Surabaya. Kedatangannya ditemui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Usai pertemuan itu, Andani Eka Putra memuji penanganan Covid-19 di Kota Pahlawan. Apa yang disampaikan Eri Cahyadi?
Wali Kota Eri menjelaskan banyak hal tentang penanganan Covid-19 di Surabaya. Misalnya ketika kasus Covid-19 di Surabaya naik dan rumah sakit mulai penuh, ia bersama jajarannya mencari alternatif untuk membuat rumah sakit lapangan.
Akhirnya, dibuatlah Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di Kedung Cowek. “Setelah itu, kita siapkan juga tempat isolasi di setiap kelurahan, dan mulai mengoperasionalkan Rumah Sakit Lapangan di Gor Indoor GBT,” kata Eri Cahyadi.
“Jadi, sekarang di wilayah Surabaya utara dan barat sudah ada tempat isolasi yang lumayan besar,” tambahnya dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, mantan kepala Bappeko Surabaya ini juga menjelaskan tentang vaksinasi yang terus digeber. Vaksinasi massal sudah beberapa kali digelar di Surabaya, hingga akhirnya Surabaya sempat kehabisan vaksin.
“Kami juga sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk vaksinasi ini, semoga segera dikirim lebih banyak lagi,” ujarnya.
Setelah itu, ia juga menjelaskan tentang kecepatan tracing yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Eri memastikan bahwa seluruh staf di perangkat daerah diminta untuk menjadi tracer.
“Jadi, saat ini di Surabaya sudah ada sekitar 1000 tracer, jadi tracingnya kita masif,” imbuhnya. (ST01)





