• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 17 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Peringati Hari Kesiapsiagan Bencana, Gubernur Khofifah Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

by Redaksi
Minggu, 26 April 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino.

Hal itu secara khusus disampaikan Gubernur Khofifah di Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 yang jatuh pada hari ini, Minggu 26  April 2026.

Selaras dengan tema “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, Gubernur Khofifah menyebut bahwa datangnya musim kemarau dengan potensi ancaman el nino harus disikapi seluruh daerah dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Sebab, kesiapsiagaan merupakan kunci utama untuk menekan risiko dan dampak bencana, sehingga langkah antisipatif harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis data.

“Di peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana kali ini, mari bersama-sama memastikan kesiapsiagaan, mitigasi, serta langkah konkret dalam melindungi masyarakat Jawa Timur. Oleh karena itu, seluruh kepala daerah diminta bergerak proaktif sebelum puncak kemarau terjadi,” tegas Khofifah pada  Minggu (26/4).

Tak hanya kepada pemerintah daerah, Gubernur Khofifah juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana. Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah tanpa diawasi, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan potensi bencana kepada pemerintah setempat.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Dubes Swedia, Perkuat Kerjasama Bidang Transportasi Hingga Pendidikan

“Saya imbau masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya karhutla,” imbaunya.

Sinergi pemerintah dan masyarakat sejauh ini terbukti efektif dalam melakukan pencegahan maupun penanggulangan bencana. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari tren penurunan Indeks Risiko Bencana Jatim dari tahun ke tahun.

Detailnya, IRB Jatim di Tahun 2021 berada di angka 117,26, angka tersebut menurun di Tahun 2022 sebesar 108,69 dan kembali menurun di Tahun 2023 menjadi 101,65. Tak sampai di sana, IRB Jatim juga menurun di Tahun 2024 menjadi 95,75 dan Tahun 2025 meningkatkan menjadi 108.36.

“Untuk tahun 2025, mengapa naik lagi, karena ada perubahan variabel Hazard / Bahaya (H) dan Vulnerability/Kerentanan (V) dalam Surat BNPB Nomor B-44/BNPB/D-I/SS.01.03/1/2026 tanggal 30 Januari 2026 Perihal Penyampaian IKD 2025 dan IRB 2025 di Provinsi Jawa Timur. Namun sejatinya setiap tahun kita terus menurunkan indeks risiko bencana di Jatim,” tegasnya.

Menurunkan IRB menjadi penting di Jatim terutama karena Jawa Timur memiliki keragaman potensi bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

BACA JUGA:  Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin Meriahkan Peringatan Hari Ikan Nasional ke-10

Oleh karena itu, penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu melalui analisis tingkat bahaya, kerentanan, serta kapasitas daerah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2023.

Berdasarkan data, selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92 hingga 97 persen kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan iklim dan dinamika cuaca bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan realitas yang sedang dihadapi saat ini.

“Respon kita tidak boleh biasa-biasa saja. Tidak hanya reaktif, tetapi harus terukur, cepat, dan berbasis data,” tegasnya.

Pada tahun 2026, sejak Januari hingga 31 Maret, tercatat telah terjadi 121 kejadian bencana alam di Jawa Timur, yang didominasi oleh angin kencang sebanyak 82 kejadian dan banjir sebanyak 27 kejadian. Dampak dari kejadian tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memengaruhi puluhan ribu kepala keluarga.

Menurut Khofifah, tingginya dinamika bencana pada triwulan pertama tahun 2026, terutama pada masa pancaroba, menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Tinjau Hasil Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya

“Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua dan bersama kita lakukan antisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis BMKG, musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur diperkirakan mulai terjadi pada bulan Mei di sekitar 56,9 persen wilayah, dengan puncak kemarau pada bulan Agustus yang mencakup sekitar 70,9 persen wilayah. Bahkan, periode kritis diprediksi meluas hingga mencapai 72,5 persen wilayah.

Durasi musim kemarau tahun ini juga diperkirakan cukup panjang, yakni mencapai 220 hingga 240 hari di sejumlah zona musim.

“Kita akan menghadapi tekanan kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut BMKG, terjadi peningkatan dampak kekeringan pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025,” jelasnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi, mempercepat langkah, dan memastikan kesiapsiagaan yang optimal dalam menghadapi potensi bencana.

“Mari kita kuatkan sinergi, percepat langkah, dan pastikan Jawa Timur tetap aman, tangguh, dan produktif menghadapi musim kemarau tahun 2026,” pungkasnya. (ST02)

Tags: Gubernur KhofifahHari Kesiapsiagan BencanaKesiapsiagaanlKemarau Ekstrem
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Sabtu, 16 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Pemkot Surabaya Tegaskan Ruang Publik Berpihak pada Seniman dan Budayawan

Sabtu, 16 Mei 2026
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Surabaya, Heti Palestina Yunani

Jalankan Amanatkan UU 5/2017, Dewan Kebudayaan Surabaya Fokus Kuratorial dan Riset

Sabtu, 16 Mei 2026
Penyerahan Surat Keputusan Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029 bertempat rumah dinas wali ta Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Resmi Serahkan SK Dewan Kebudayaan Surabaya 2026-2029

Jumat, 15 Mei 2026

Berita Terkini

Susuri Kampung Padat Penduduk Cak Ji dan Gen Z Bagi Sembako ke Warga Miskin

Sabtu, 16 Mei 2026

Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Sabtu, 16 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Pemkot Surabaya Tegaskan Ruang Publik Berpihak pada Seniman dan Budayawan

Sabtu, 16 Mei 2026
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Surabaya, Heti Palestina Yunani

Jalankan Amanatkan UU 5/2017, Dewan Kebudayaan Surabaya Fokus Kuratorial dan Riset

Sabtu, 16 Mei 2026
Penyerahan Surat Keputusan Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029 bertempat rumah dinas wali ta Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Resmi Serahkan SK Dewan Kebudayaan Surabaya 2026-2029

Jumat, 15 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In