• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 20 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Kartini Era Digital: Rini Indriyani Beberkan Strategi Hadapi FOMO dan Keseimbangan Keluarga

by Redaksi
Senin, 20 April 2026
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Di tengah derasnya arus digital dan perubahan generasi, sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan TP PKK Surabaya terus diperkuat untuk menjawab tantangan baru perempuan masa kini. Pergeseran makna perjuangan perempuan pun kian terasa, jika dulu emansipasi identik dengan membuka akses, kini tantangan beralih pada bagaimana menjaga keseimbangan antara peran publik dan tanggung jawab domestik.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, memaknai peringatan Hari Kartini sebagai momentum refleksi atas perubahan besar peran perempuan di era modern. Jika dahulu perempuan berjuang menembus keterbatasan akses pendidikan dan budaya, kini tantangannya justru hadir dalam bentuk yang lebih kompleks, menjaga keseimbangan di tengah dunia yang serba terbuka.

Menurutnya, perempuan masa kini hidup dalam kelimpahan peluang. Akses pendidikan semakin luas, ruang berkarya terbuka, dan kesempatan untuk berkembang tersedia tanpa sekat. Namun, kemajuan itu tidak serta-merta menyederhanakan peran perempuan.

“Perjuangan Kartini hari ini bukan lagi soal membuka akses, tetapi bagaimana memanfaatkan peluang tanpa kehilangan peran di dalam keluarga,” ujar Bunda Rini Indrayani, Senin (20/4/2026).

BACA JUGA:  Surabaya Kriya Gallery Siola dan MERR Raup Omzet Ratusan Juta 

Di tengah perubahan tersebut, perempuan dituntut mampu memainkan dua peran sekaligus, sebagai individu yang berkembang dan sebagai pilar keluarga. “Sehingga keseimbangan menjadi kunci agar perempuan tetap mampu berkontribusi tanpa mengabaikan peran domestik yang strategis,” imbuhnya.

Tantangan semakin terasa di era digital. Jika dulu kekhawatiran orang tua terbatas pada lingkungan fisik, kini ruang tumbuh anak meluas hingga ke dunia maya. Dalam kondisi ini, perempuan terutama ibu tidak bisa hanya menjadi pengawas, tetapi harus hadir langsung di dalam dinamika kehidupan anak.

“Orang tua harus memahami dunia anak, termasuk apa yang mereka akses melalui gawai. Teknologi bisa membawa manfaat besar, tapi juga berisiko jika tidak diarahkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, teknologi menghadirkan dua sisi sekaligus, peluang untuk belajar dan ancaman yang mengintai. Karena itu, perempuan berperan sebagai tameng yang bukan menutup akses, melainkan mengarahkan penggunaan teknologi secara bijak. Perubahan generasi juga turut memengaruhi pola pengasuhan.

“Generasi saat ini adalah karakter yang lebih terbuka dan ekspresif, sehingga membutuhkan pendekatan berbeda, pola komunikasi satu arah tidak lagi relevan. Ibu hari ini harus bisa menjadi teman bagi anak, karena anak perlu ruang untuk didengar, bukan sekadar diatur,” katanya.

BACA JUGA:  Rini Indriyani Raih Penghargaan dari Unesa sebagai Insan Peduli Pendidikan

Namun demikian, pendekatan tersebut tetap harus disertai batasan. Bunda Rini Indriyani menilai pola tarik ulur menjadi strategi penting dalam mendidik anak di era sekarang, memberi ruang kebebasan sekaligus menjaga arah agar tidak melenceng.

Di sisi lain, fenomena FOMO (fear of missing out) juga menjadi sorotan. Tekanan untuk selalu mengikuti tren dinilai dapat membuat generasi muda kehilangan jati diri. “Setiap anak punya potensi berbeda. Jangan memaksakan diri mengikuti orang lain. Justru keunggulan muncul ketika seseorang mengenali dan mengembangkan dirinya sendiri,” tegasnya.

Isu kesehatan perempuan pun turut menjadi perhatian. Tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga mental. Di tengah tekanan kehidupan modern, menjaga kewarasan dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga.

Menurutnya, peran ibu sangat menentukan arah tumbuh kembang anak. Stabilitas emosi dan kebahagiaan seorang ibu akan berdampak langsung pada pola asuh dan kondisi keluarga secara keseluruhan. “Ibu adalah penopang keluarga. Kalau ibu sehat dan bahagia, keluarga juga akan ikut sehat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Launching Maskot Sijalih Dan Bolih, Pj Bupati Adriyanto Ajak Warga Bojonegoro Memilih

Lebih jauh, ia menekankan bahwa peran ibu kerap menjadi fondasi kesuksesan seseorang. Sosok ibu hadir sejak awal, membentuk karakter dan nilai-nilai yang melekat hingga dewasa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penguatan peran perempuan dan keluarga terus digencarkan melalui sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan TP PKK Surabaya. Program edukasi pola asuh anak usia dini dijalankan melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sementara pendampingan orang tua dengan anak remaja diperkuat lewat program Kemangi atau Kelas Remaja, Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri. Seluruh program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan perempuan agar tetap adaptif di tengah perubahan zaman.

Pada akhirnya, Bunda Rini Indriyani menilai Kartini masa kini adalah perempuan yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Perempuan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan empati sosial.

“Tiga hal itu penting, kemampuan teknologi, kekuatan mental, dan empati. Kalau itu dimiliki, perempuan tidak hanya melanjutkan perjuangan Kartini, tetapi juga menciptakan masa depan,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Era DigitalFOMOKartiniKeseimbangan KeluargaRini Indriyani
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026

Khofifah Bersama Puluhan Ribu Muslimat NU Jabar Deklarasikan Seruan untuk PBB, Hentikan Perang Wujudkan Perdamaian Dunia

Senin, 20 April 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi.

Gubernur Khofifah Bertemu Wakil Duta Besar Mesir Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim–Alexandria, Fokus Perdagangan dan Pendidikan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026

Khofifah Bersama Puluhan Ribu Muslimat NU Jabar Deklarasikan Seruan untuk PBB, Hentikan Perang Wujudkan Perdamaian Dunia

Senin, 20 April 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi.

Gubernur Khofifah Bertemu Wakil Duta Besar Mesir Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim–Alexandria, Fokus Perdagangan dan Pendidikan

Senin, 20 April 2026

Kasus Kenakalan Remaja di Surabaya Turun, Pemkot Ubah Pola Penanganan

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In