• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 10 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Kasus Kenakalan Remaja di Surabaya Turun, Pemkot Ubah Pola Penanganan

by Redaksi
Senin, 20 April 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) terus memperkuat strategi penanganan kenakalan remaja dengan pendekatan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Upaya ini mulai menunjukkan hasil nyata, ditandai dengan penurunan signifikan jumlah kasus dalam setahun terakhir.

Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati, menyampaikan bahwa tren kenakalan remaja di Kota Pahlawan mengalami perbaikan cukup drastis. Berdasarkan data hasil kolaborasi dengan Satpol PP, jumlah kasus yang ditangani pada tahun lalu tercatat lebih dari 450 kasus. Sementara pada tahun ini, jumlahnya turun jauh hingga berada di bawah 100 kasus.

BACA JUGA:  Bahasa Inggris Mapel Wajib, Dispendik Surabaya Bilang Begini

“Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan, terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak,” kata Ida, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan pembatasan aktivitas malam hari menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kenakalan remaja. Namun, perubahan pendekatan dalam penanganan juga menjadi kunci utama keberhasilan tersebut. Jika sebelumnya anak-anak yang terjaring hanya menjalani konseling singkat di markas Satpol PP sebelum dipulangkan, kini pemkot menerapkan model pembinaan yang lebih intensif.

Menurut Ida, anak-anak yang terlibat dalam kasus tertentu seperti konsumsi minuman keras, tawuran, hingga keterlibatan geng motor, tidak lagi langsung dipulangkan. Mereka terlebih dahulu ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan pembinaan menyeluruh.

BACA JUGA:  Pemkot dan DPRD Surabaya Siapkan Rp 1 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis

“Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat, tetapi ada edukasi yang lebih mendalam. Anak-anak kami berikan pemahaman tentang dampak kriminalitas, bahaya narkoba bagi kesehatan, hingga penguatan wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Program pembinaan tersebut berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Selama periode itu, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendampingan psikologis, tetapi juga tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan. Pemkot Surabaya memberikan izin bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring bagi anak-anak yang masih berstatus pelajar.

“Program ini sendiri telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu dan secara bertahap menunjukkan dampak positif. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di rumah aman kini semakin berkurang, seiring meningkatnya kesadaran dan efek jera dari pendekatan yang diterapkan,” terangnya.

BACA JUGA:  25 Maret, Ada Parade Surabaya Vaganza Start Tugu Pahlawan Finish di Balai Pemuda

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga mendorong peran keluarga dan lingkungan melalui edukasi orang tua agar pengawasan anak lebih optimal. Dengan kombinasi kebijakan preventif seperti jam malam dan pembinaan yang komprehensif, tren penurunan kenakalan remaja diyakini dapat terus terjaga, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Kami berharap anak-anak muda bisa memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang positif. Karena perilaku negatif tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan mereka,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Kenakalan RemajaPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Festival Rujak Uleg 2026 Jadi Magnet Wisata, Warga dari Berbagai Daerah Serbu Surabaya

Minggu, 10 Mei 2026

819 Petugas Parkir Surabaya Terapkan Parkir Digital, Pemkot Perluas Pembayaran Non Tunai

Sabtu, 9 Mei 2026

Selama HJKS, Tarif Parkir Cuma Rp 733

Sabtu, 9 Mei 2026

Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Terkini

Festival Rujak Uleg 2026 Jadi Magnet Wisata, Warga dari Berbagai Daerah Serbu Surabaya

Minggu, 10 Mei 2026
Gubernur Khofifah di sela penyaluran Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau  ke Pekerja Pabrik Sampoerna Rungkut II.

Gubernur Khofifah Salurkan Rp2,508 Miliar BLT Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau  ke Pekerja Pabrik Sampoerna Rungkut II

Sabtu, 9 Mei 2026

819 Petugas Parkir Surabaya Terapkan Parkir Digital, Pemkot Perluas Pembayaran Non Tunai

Sabtu, 9 Mei 2026

Selama HJKS, Tarif Parkir Cuma Rp 733

Sabtu, 9 Mei 2026

Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Sabtu, 9 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In