• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 19 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Tinjau Command Center BBWS Brantas, Pastikan Kesiapan Jatim Hadapi Curah Hujan Ekstrem*

by Redaksi
Rabu, 7 Januari 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA _ Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau secara langsung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Surabaya, Selasa (6/1). Di mana, badan ini bertanggungjawab atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di Jawa Timur membentang meliputi 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi curah hujan sangat tinggi yang diperkirakan akan melanda beberapa titik di Jawa Timur.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa kondisi cuaca untuk bulan Januari memang rawan. Ibu Gubernur dan BMKG berkali-kali menyampaikan bahwa ada kerawanan cuaca dengan curah hujan yang sangat-sangat tinggi,” kata Wagub Emil.

BACA JUGA:  Emil Terima Kunjungan Staf Anggota Kongres Amerika Serikat

“Untuk itu, kami mengapresiasi bahwa Command Center di BBWS ini merupakan dashboard yang sangat berteknologi tinggi. Untuk kemudian bisa memastikan fungsionalitas dari berbagai infrastruktur sumberdaya air. Mulai dari bendungan, penempatan tanggul-tanggul atau dinding sungai, hingga ke pos pantau-pos pantau,” lanjutnya.

Dengan bantuan teknologi yang dimiliki BBWS, Wagub Emil menjelaskan bahwa pemerintah bisa menentukan langkah-langkah preventif maupun penanganan yang lebih efektif. Bahkan, dengan fasilitas seperti SITABA (Sistem Informasi Tanggap Bencana) yang merupakan platform digital Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR), pemerintah dapat memperoleh data-data yang lebih detail terkait bencana yang telah terjadi sebelumnya.

“Maka dengan data dari bencana sebelumnya, ini menjadi basis bagi kita melakukan sebuah proyeksi yang lebih tepat lagi mengenai risiko-risiko dan langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Sehingga, sistem di sini dan Command Center yang ada di BPBD bisa saling melengkapi dan bisa saling memberikan support,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Dirut PT HWT Serahkan Cek Rp 2 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Langkah lain yang sedang dilakukan adalah National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didanai oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Saat ini, NUFReP menangani wilayah Surabaya dan Malang meskipun Wagub Emil berharap ke depan akan berkembang untuk mencangkup daerah Surabaya Raya.

“Lalu ada juga Volcanic Risk Reduction Program yang didanai oleh JICA dari Jepang untuk penanganan sedimen yang ada di Lumajang. Dan juga ada Inpres Nomor 2 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah atau JIAT. Artinya, kita akan punya sumur dengan kapasitas yang lumayan, di atas 10 hingga 20 liter per detik tersebar di 70 titik yang ada di Jawa Timur,” tuturnya.

BACA JUGA:  Di Pelantikan PPS, Bupati Bojonegoro Pesankan Jaga Integritas

Untuk saat ini, BBWS Brantas masih fokus pada normalisasi dan penguatan di Kali Kedurus Surabaya. Tak hanya itu, mereka juga aktif berkoordinasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi terkait penanganan banjir di Ketintang.

“Jadi yang di sana nanti akan dibuat semacam pompa pengendali banjir yang akan dipasang di sisi sungai. Namun ada bangunan-bangunan yang harus ditertibkan karena memang menduduki yang bukan merupakan lahannya,” ungkapnya.

“Tapi bentuk pendekatan kita tetap pendekatan yang humanis, tentu ada solusi bagi mereka yang terdampak langsung dari kebutuhan relokasi tersebut. Tapi harus dilakukan karena ini untuk kepentingan yang lebih besar. Demi kepentingan warga yang jumlahnya mungkin beribu-ribu di wilayah tersebut,” jelasnya. (ST02)

Tags: BBWS BrantasCommand CenterCuaca EkstremWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026

KRI Teluk Ende-517 Laksanakan Tradisi Mandi Suci bagi Siswa Taruna AAL Tingkat I Angkatan 74

Minggu, 18 Januari 2026

Berita Terkini

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026

KRI Teluk Ende-517 Laksanakan Tradisi Mandi Suci bagi Siswa Taruna AAL Tingkat I Angkatan 74

Minggu, 18 Januari 2026

Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Fasilitas Penunjang SMAN Taruna Madani serta Rehabilitasi dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB di Wilayah Pasuruan-Probolinggo

Minggu, 18 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In