SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Menjelang batas akhir pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada 31 Mei 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggencarkan sosialisasi bertajuk Gebyar Sosialisasi dan imbauan pembayaran PBB on the street.
Kegiatan ini digelar dengan membentangkan spanduk imbauan di lima titik perempatan jalan utama di Surabaya yang padat lalu lintas. Sosialisasi berlangsung serentak pada Jumat (23/5/2025), mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
Lokasi yang disasar di antaranya perempatan Jalan Kertajaya-Dharmawangsa, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno-Galaxy Mall dan perempatan Hotel Sahid-Plaza Surabaya. Selain itu juga dilaksanakan di perempatan Jalan Darmo-Polisi Istimewa dan Jalan HR. Muhammad-Pakuwon Trade Center (PTC).
Kepala Bapenda Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan, kampanye ini bertujuan mengingatkan masyarakat akan tenggat waktu pembayaran PBB sekaligus menyosialisasikan pembebasan denda hingga 31 Mei 2025.
“Kami mengajak seluruh wajib pajak untuk segera melunasi PBB sebelum jatuh tempo agar terhindar dari denda. Pajak yang dibayarkan warga akan langsung kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan,” kata Febri, sapaan akrabnya.
Selain turun langsung ke jalan, Bapenda juga mengoptimalkan kanal informasi Pemkot, media sosial, videotron di area strategis, hingga pengumuman suara di sejumlah lampu lalu lintas kota.
Menurut Febri, kesadaran masyarakat dalam membayar PBB relatif tinggi. Namun, sebagian kecil wajib pajak masih terkendala menyelesaikan pembayaran karena alasan pribadi. “Sebagian besar warga sudah tahu dan paham pentingnya membayar tepat waktu,” ujarnya.
Untuk mempermudah pembayaran, Bapenda menyediakan berbagai metode, mulai dari transfer melalui mobile banking, aplikasi marketplace, hingga pembayaran langsung di loket Bapenda atau bank mitra.
Masyarakat juga bisa mengakses informasi lengkap terkait pembayaran PBB melalui laman resmi https://pbb.surabaya.go.id atau layanan informasi pajak daerah.
“Bayar PBB sekarang, jangan tunggu jatuh tempo. Bersama kita wujudkan Surabaya yang lebih maju,” tutup Febri. (ST01)





