• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Ratusan Inovasi Ramaikan Lomba Peneliti Pelajar Surabaya Jenjang SMP 2025

by Redaksi
Kamis, 22 Mei 2025
Lomba Peneliti Pelajar Surabaya jenjang SMP di gedung Wanita Candra Kencana.

Lomba Peneliti Pelajar Surabaya jenjang SMP di gedung Wanita Candra Kencana.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mengasah potensi akademik peserta didik melalui Lomba Peneliti Pelajar Surabaya (LPPS) jenjang SMP, pada 22-24 Mei 2025, di gedung Wanita Candra Kencana. Ajang bergengsi ini menjadi bukti nyata kreativitas dan inovasi tanpa batas dari generasi muda Surabaya, dengan 660 judul penelitian yang siap bersaing.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh mengungkapkan kebanggaannya terhadap partisipasi dan kualitas penelitian yang disajikan. Sebab inovasi para pelajar SMP negeri dan swasta di Kota Pahlawan ini melebihi ekspektasi.

“Anak-anak sangat inovatif, mereka sudah bisa menyimpulkan tema dengan momennya,” ungkap Yusuf, Kamis (22/5).

BACA JUGA:  DPRD Bojonegoro Bahas Empat Raperda

Ia mencontohkan bagaimana para pelajar mampu menerjemahkan isu terkini seperti digital sehat menjadi aplikasi yang ramah pengguna. LPPS bukan hanya sekadar lomba, melainkan bentuk apresiasi Pemkot Surabaya terhadap prestasi akademik, di samping bidang agama, seni, dan olahraga.

“Harapan kami, anak-anak Surabaya semakin hebat dan luar biasa dalam berkarya, siap menata masa depannya,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu juri LPPS jenjang SMP, Gunawan Siswoyo menjelaskan adanya peningkatan kualitas dan kreativitas peserta dari tahun ke tahun. LPPS tahun ini mencakup tujuh bidang keilmuan, antara lain Ilmu Hayati, Lingkungan, Matematika, Komputer, Fisika, Sosial 1 (Psikologi dan Sosiologi), serta Sosial 2 (Sejarah, Ekonomi, Bisnis, Geografi). Dengan ragam inovasi yang kian kompleks, proses penilaian pun menjadi sangat ketat.

BACA JUGA:  Pansel Direksi PDAM Umumkan 28 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi

“Kegiatan ini adalah tahun kelima, yang jelas untuk penilaiannya semakin ketat karena melihat perkembangan anak-anak,” jelas Gunawan.

Proses penilaian dilakukan secara berlapis, dimulai dari penilaian poster yang mencakup penulisan, tata letak, warna, dan konten. Kemudian, peserta akan melakukan presentasi dihadapan juri untuk membuktikan keaslian dan pemahaman terhadap karya mereka.

Bahkan, ada juri yang berkomentar bahwa karya pelajar setara dengan karya dosen. Untuk memastikan orisinalitas, finalis diwajibkan membawa alat peraga dan siap menjawab pertanyaan mendalam dari para juri.

“Jurinya terus terang kebanyakan kita dari S2, dan S3. Untuk lingkungan saja, kita pengujinya adalah dua profesor,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Siloam Hospitals Surabaya Gandeng Hyundai Gubeng, Hadirkan Inovasi Layanan Pasien hingga Edukasi Kesehatan Mobile

Gunawan menyatakan kebanggaannya melihat animo tinggi pelajar dalam pengembangan karya ilmiah, sebuah fenomena yang berbanding terbalik dengan citra negatif yang terkadang muncul di media sosial. Di tahun 2023, LPPS bahkan mencatat rekor MURI dengan 1.001 judul penelitian, menunjukkan peningkatan minat yang signifikan.

Ia pun berharap dukungan dari Pemkot Surabaya akan terus berlanjut, sehingga anak-anak dapat terus berkarya dan mengembangkan talenta mereka di era yang semakin kompetitif ini. “Sangat-sangat mendukung, hanya Surabaya yang bisa seperti ini. Karena kalau kita lihat animo anak-anak pelajar Surabaya ini demikian tinggi,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Dispendik SurabayaInovasiLomba Peneliti Pelajar
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In